MEREKA PERNAH KITA ANGGAP DAYAK.

indian ngamen di jakarta

Saya melihat mereka pertama kali tahun lalu di Mal Artha Gading (MAG). Dua orang Indian Amerika, dengan pakaian kebangsaannya, memainkan gitar dan seruling (beberapa jenis, bergantian), dengan iringan MIDI dari laptop yang disambungkan ke sistem suara. Saya beli salah satu CD yang mereka jajakan. Kuciwa juga ternyata tak senikmat yang live.

Seterusnya setiap kali ke MAG, Jakarta Utara, saya sering melihat mereka. Setelah itu saya ke Shimbala, toko Buddhis, yang materinya antara lain dari Tibet.

Dengan bantuan juragan toko saya mencoba merasakan getar pengantar keheningan dari genta, canang, dan rebana berisi pasir yang bisa melemparkan kita ke suasana meditasi tepi pantai. Dengan pongah dan ngawur saya berkesimpulan, “Inilah pesona world music.”

Tempo hari saya ke Senayan City. Seruling maut itu terdengar lagi. Sempat terbayang andaikan mereka bermain bareng Mas Bambang Bujel, teman sarapan saya di warteg itu.

Di Senayan, si Indian yang bernama Charlie Eagle itu bermain sendiri. Tapi sudah dia punya manajer, orang Indonesia, namanya Herna Sutana (0816 1951 362).

Dari kartu namanya saya tahu, “Charlie Eagle & Native Spirit Co.” itu dari Ekuador. Sebelumnya, karena tak mengenal ragam busana Indian, saya menduga mereka dari Amerika (Serikat).

Jika mendengar tentang Indian dari Amerika Selatan, maka ingatan naif saya akan melayang ke Inca, Aztec, dan Maya — yang pokoknya berbeda dari Indian di film koboi.

Indian? Nama Indian saja bermula dari kesalahkaprahan Columbus dalam mengenali “indigenous peoples of the Americas“.

Semasa SMA, saya membayangkan pelajaran sejarah akan diganti begini: “Columbus ditemukan (baca: dipergoki) oleh penduduk pribumi Amerika pada tahun…”

Begitu pula untuk James Cook, “yang ditemukan oleh orang Aborigin pada tahun sekian, oleh orang Maori pada tahun… (menyusul Abel Tasman)…”

Saat itu, dengan kebegoan saya, terpetakan di benak begini: bangsa yang kuat, dan mengenal aksara, boleh memegang kendali sejarah; biarpun nyasar atau mampir boleh mengaku diri sebagai penjelajah penemu tuan rumah — bahkan bila perlu menjajah.

Jangan-jangan itu seperti perasaan blogger ketika “menemukan” sebuah blog menarik yang tak gatal mempromosikan diri. :D :P

Tentang Indian, saya menduga itu masuk ke benak khalayak Indonesia via serial Winnetou, komik koboi, dan film koboi. Ada masa ketika desain bergambar kepala orang Indian dari suku tertentu bertebaran sebagai stiker dan poster. Bahkan stasiun radio pun mencomotnya, dan jadilah Geronimo di Yogya. Sioux dan Apache jadi grafiti.

Adapun pencomotan nama Indian untuk produk otomotif, dan perniknya, silakan Anda sensus sendiri. Indian adalah kejantanan, kepahlawanan, perlawanan…

Bagaimana dengan “wong kampung”? Inilah dunia kanak-kanak: menyebut Indian sebagai (maaf) “Dayak” — baik saat menonton film di TV (terutama Rin Tin Tin) maupun dalam perang-perangan.

Entah siapa yang menanamkan racun kepicikan itu, sehingga pada suatu masa, di sebagian orang Jawa, “dayak” ditempatkan secara pejoratif. Ada istilah “ndayak-ndayakan” untuk sebuah pesta meriah. Srimulat era Gepeng, tahun 80-an, pernah kena batunya, diprotes karena melecehkan Dayak dalam siaran TVRI.

Kini, ketika informasi berlimpah (tapi belum tentu merata), adakah pengenalan kita terhadap suku dan bangsa lain — atau kelompok masyarakat apa pun yang berbeda — sudah menjadi lebih maju?

Paragraf-paragraf saya di atas menunjukkan kedangkalan pemahaman. Tapi saya bisa menggaransi satu hal. Apa?

Kita tak terima kalau orang lain salah memahami kita, sekaligus kita sering abai bahwa orang lain juga berhak merasakan kekesalan yang sama (bahkan lebih).

Lho, kok posting ini melenceng, bahkan berubah jadi ceramah? Nggak asyik nih!

Maaf. Telanjur terketik.

indian ngamen di jakarta

 

20 Responses to Indian Amrik Ngamen di Betawi

  1. vitha INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    BTW aku selalu ikutin tuh performnya dia, kayanya dia ga pernah deh main di artha gading atau Permata Hijau….kalau mall lainnya memang sering, tapi aku pernah nemuin juga pemusik yang jenis musiknya sama , biasanya sih dia ga pernah main di mall besar, orangnya kecil, ga kaya orang asing lebih kaya chinesse gitu…. terus kalau tampil juga cuma pakai kaos atau kemeja + jeans, cd yang dijual juga beda kemasannya, Charlie punya lebih exclusive,kadang dia niru persis cover Charlie, dengan warna dan gambar yang sama….., parahnya lagi aku lihat dia main sulingnya lipsink Bo! kalau Charlie kan waktu perform di Global TV, Trans TV dan terakhir aku lihat di Metro TV, semuanya live pakai home band, jade ga bisa lipsink, kan kl dese tampil di TV, biasanya tim nya dia , SMS in customernya, salah satunya gw geto loh, hehheheheeh
    jadi gampang bedain itu Charlie Eagle apa bukan, lihat dari kostumnya aja, Charlie Eagle full kostum….plus topi bulu na itu lohhhh. wisssss koyen abiz dueh……!!!!!

  2. vitha INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Bener2 itu….
    Sy seneng banget sama suaranya…
    merduuuuu bangeeeet….
    kadang jadi suka terbayang masa lalu….
    apalagi dengerinnya ditengah gemericik air hujan / terjun wuih… indahnya….

  3. aku INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mau ngamen keq…… mau ngapain terserah lah….. yg penting lagunya nyaman di telinga…… EGP….!!!!!!

  4. loucee UNITED KINGDOM Mozilla Firefox Mac OS says:

    astaga… yang ini sampai Indonesia juga? saya sering liat kelompok sejenis di daerah turis mulai dari New York, Paris, Glasgow, sampe di Newcastle pun ADA! entah apakah mereka berasal dari kelompok yang sama, but they are definitely everywhere!!

    btw, apa khabar mister? kok ‘pekerja media’ di pojok dicoret? :) ganti profesikah?

  5. Gabrielle INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Paman koq keknya sering banget ya ke mall sana/i? Hehe. Ngiri aja sih saya…

  6. thya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    wah, kapan yah U2 ngamen di BEC bandung… ato di BSM
    ;p

  7. masa’ sih ada orang indian di film koboi, ka’nya koboi itu org texas deh

  8. itu bulu2 darimana ya paman ? diganti bulu menthok boleh gak ?

  9. bootdir INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Paman, sampe sekarang saya masih sering mendengar istilah “akeh sak nDayak” :)
    “nDayak” juga dikelirukan oleh mbah-mbah saya dengan orang Papua.
    —-
    memang…

  10. miund INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    paman, si Indian ini emang anak mall banget ya… beberapa minggu lalu saya liat dia di ITC Permata Hijau. agak aneh karena setelah dipikir2… target marketnya kok luas bener spektrumnya yaaaa… hahahakhakhakahkahkhk

    dapet salam dari suling! hihihihi

  11. kw INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    pernah juga kok paman, mereka main di pondok indah mall. selain jualan cd, mbak-mbaknya juga jualan gelang, kalung dan tempelan dinding berbentuk kepala indian…. :)

  12. danu INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    iyah om, informasi melimpah-tumpah-ruah tapi blom semua org bisa mengaksesnya.

  13. Mbilung INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    wihihi, kostum indian tv …

  14. bee INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Kini, ketika informasi berlimpah (tapi belum tentu merata), adakah pengenalan kita terhadap suku dan bangsa lain — atau kelompok masyarakat apa pun yang berbeda — sudah menjadi lebih maju?

    Masih ada aja om. Beberapa waktu lalu, masih ada org (ibu)kota yg mengira di pulau Madura belom ada listrik! Duh… hare gene gitu loh! :P

  15. miepangsit GERMANY Mozilla Firefox Windows says:

    wah, ternyata mereka jg merambah sampe ke jakarta yah? keren jg hihihi, gw pikir disini aja.

  16. Gw udah menyaksikan Charlie Eagle di Taman Anggrek Om setaon yang lalu..
    Mantap !!

  17. Tompel SINGAPORE Internet Explorer Windows says:

    paman, di kampung saya yg kecil ini jg sering liat orang2 indian iningamen. di depan orcet tiap weekend atau di bugis pasti ada. mereka juga jualan cd. cuman saya sangsi apa waktu ngamen itu mereka live perfomance, kayaknya musiknya diputer dari cd-nya tuh :D

  18. indi INDONESIA Mozilla Firefox Fedora Linux says:

    Maaf. Telanjur terketik.
    lha katanya orang maju, masa ndak tau backspace seeh…
    —-
    kalo backspace jadi mundur dong, batal jadi orang maju. lagian siapa yang ngaku orang maju? :P

  19. tito INDONESIA Opera Windows says:

    Aku melihat kepala suku perut buncit. Coba kutanya Hiawata dulu..

    Bisa juga menanya ke suku kakirata.

  20. Tukang Koran INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Dan Slank ngamen di Las Vegas. Nyambung gak komennya, Paman?. BTW saya tidak bisa menahan diri untuk nulis soal “itu”. Lagian kan itu blog saya :-P



    Nyambung dong. Kan ngomongin ngamen? :D
    Soal “itu”? Hrgrrrhhhhh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.