Bantal dan Pria Dewasa yang Tetap Bocah
KANTOR ADALAH TEMPAT KERJA DAN… ISTIRAHAT!

Belum semua barang pribadi masuk kardus. Kardus-kardus yang sudah terisi pun belum tersegel karena nantinya masih harus diperiksa. Nah, calon lain pengisi kardus adalah bantal. Kalau kasurnya sih sudah dikempiskan dan masuk kotak.
Bantal? Ya. Buat tidur siang di kantor. Siesta itu bagus untuk kesehatan. Ini kebiasaan saya selama belasan tahun bekerja.
Hanya tidur siang? Tidak. Bisa juga datang pagi, lalu tidur karena masih ngantuk. Juga bisa tidur sore. Baik tidur sambil duduk di kursi kerja — artinya bantal cuma dibangku dan dipeluk supaya perut tak kembung — maupun berbaring.
Soal berbaring, itu bisa di atas matras gulung, sofa, tiga kursi disambung, meja panjang, dan akhirnya kasur pompa. Kasur itu hadiah ultah dari teman-teman sekantor. Empuk. Nyaman. Melelapkan.
Dulu saat menerima kasur itu saya sempat GR sekaligus was-was. Saya pikir dalam kemasan ada bonusnya, berupa pria dan wanita — seperti ditunjukkan oleh foto. Kalau prianya sih bisa saya usir. Lha wanitanya? Untunglah, hadiah yang saya terima bukanlah lampu ajaib yang berisi jin.
Tentang tidur di kantor — bukan dalam arti menginap — ternyata bisa jadi peluang bisnis orang kreatif. Jepang sudah memulainya. Jadi berita di sini, dan jadi posting di sini.
Hmmm… lelaki memang tak lebih dari kanak-kanak yang terus menua. Mereka (heh, apa? mereka?) nyaman dan damai dalam pangkuan lawan jenis, sampai terlelap. Mungkin teringat buaian emak.
Kalau bantalnya berupa wanita betulan, muda dan cantik-seksi pula, bisa menimbulkan masalah. Misalnya bau. Selain itu juga gangguan tidur. Pria mau tidur, wanitanya mengusik terus. Tak ada masalah pria dan wanita tidur bersama sepanjang sama-sama terlelap — dan masing-masing diam manis.
Untuk wanita (dan gay) ya pakai bantal yang ini saja. Serasa dipeluk dan nyender di dada bidang. ;)

Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Alat Penjajahan Bernama Penyeranta, Ponsel, Laptop, dan BlackBerry
May 22, 2009 by AntyoTAK SEMUA ORANG MAU DIBERI FASILITAS. :)
Seperti biasa, desainer kartu nama itu menanya seorang anggota staf sebuah kantor media, apakah nomor ponselnya akan dicantumkan. Dan seperti biasa, yang ditanya pun menggeleng.
“Semua orang, kalau mau kontak saya, ya cukup pakai nomor kantor dan e-mail kantor. Kalau data pribadi harus masuk, bisa-bisa entar nomor [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Bantal favorit saya tetep yang ini.
:P
bantal is the best!!!
udah gt ajah..hihi
Paling isinya doos itu ya CD-CD music. Trus barang barang yg dipajang di ‘Gombalbarang’ sama buku-buku yang usang warisan tahun ndak enak. Jangan diisi bokep lho.
Di Surabaya hampir tiap malem ada razia bokep. Polisinya bawa laptop segala. Yang ketahuan, dendanya 50rb per keping CD, atau 5rb per file 3GP di ponsel.
wah, pindah kantor paman!
Taksih wonten ngindonesia to, pakdhe???
Paman, itu yang di belakang bantal kok ada poster Campbells Soup-nya Andy Warhol? Hehe saya juga di rumah juga masang poster itu, hasil ngeprint sendiri.
nah..konangan sering bobok dikator!!
pakdhe, kalo aku ngantuk tinggal lari ke masjid! hehehehhehe lumayan bobok siang!
paman, bukankah blog itu juga salah satu media?
oh aku lupa, paman bukan sebagai pekerja ya kalau di blog. tapi sebagai, owner, komisaris, direktur, manajer, supervisor sekaligus staff. cuman finance dept aja ya yang tak ia jabat?
hi hi hi
Paman, sehabis pekerja media..sekarang jadi apa atuh??? Anyhow, sukses terus yah , apapun itu pilihan terbaru paman! Btw, saya pun sekarang sudah resign dari pekerja media….! Sekarang cukup jadi pekerja keras aja..:)
tidur. kalau mimpi, mimpinya berwarna apa hitam-putih, paman? *serius*
Saya pake matras gulung dan kardus bekas…
wah…paman mau kemana?, dah lama ga mampir kho tiba2 lagi packing?
mau kemana pun dimana pun asal tetap nge blog ya paman…..
mau pindahan kemana paman?
jadi blogger tetap paman? kan dah punya kartu pers
purna tugas ya Om, itu pekerja medianya dah dicoret, berarti digelari mantan, mantan pekerja media
*biasanya ngga ada pensiunnya :)
wakss!!! paling bete klo dikantor ngantux, tapi…paling enak ngabisin jam istirahat dgn tidur siang dikantor tuh pas ramadhan…(ngga korupsi waktu plus pahala!!!)
di solo, banyak guling pencegah ngantuk… (walau bikin ngantuk setelah guling pingin menghilang) :p
wadaw!
enak yah, Pak.. di kantor boleh bobo.
Di kolom kiri atas, kok status pekerja medianya dicoret, paman? Apa berkaitan dengan posting ini?
Maseko lebih mutu dong paman.. diprotes orang karena memanfaatkan jam kerja untuk menginstall suatu sistem operasi (lah kalo kerjaannya memang begitu, piye?).
Nah, paman siap2 aja diprotes, “Yg ini disuruh kerja malah tidur..”
sigh…
apa beda bantal dan guling? selain bentuknya???? ada yang bisa jawab??
wah, paman, saya ikut sedih. selamat menjalani ‘masa purnatugas’ yaaaa …