Kembang Lelaki
LELAKI BUAYA KEMBANG, BUSYET EH ASYIK!
Saya memang ndesit, kurang berbudaya, tidak bisa ikut tren. Maka ketika tadi tahu bahwa kemboja di pot itu berbunga saya cuma senang. Tidak bisa mengapresiasi lebih. Sudah sepantasnya dia berbunga. Lantas apa hubungannya dengan tren?
Makin banyak pria, tepatnya kaum bapak, yang suka bunga. Suka dalam arti ikut memilih bibit, menanamnya, merawatnya, menyilangkannya, aktif mendiskusikannya di segala kesempatan, bahkan… membisniskannya!
Tahun lalu ketika orang-orang bicara aglaonema berharga jutaan rupiah, bengonglah saya. Bengong karena tak tahu bunga yang dimaksud. Bengong, kalau misalkan terbukti lebih mahal — dan lebih menguntungkan — ketimbang daun surga eks-sitaan. “Per helai daun, Mas,” kata seseorang tentang harga.
Ketika diajak omong soal anthurium, saya tetap bengong. Dulu aglaonema saya kira sebangsa megalomania. Mungkin anthurium sejenis sanatorium.
Bagi kaum istri, hobi baru para suami ini jelas lebih bermanfaat — dan aman — ketimbang mereka mengurusi kembang-kembang jenis lain yang konon lebih banyak mudaratnya.
Tentu, ada juga pria penyayang kembang karena bawaan, bukan akibat pergaulan. Kerabat saya yang hobi ikan dan burung juga bertangan dingin mengurusi tanaman. Bedanya, tanamannya lebih sering direlakan kepada tetamu.
Ada juga pemanfaat tren. Seorang opisboi sebuah penerbitan bisa bilang pendapatannya melebihi manajer hanya dari berbisnis tanaman hias. Dia sewa tanah untuk kebun, punya belasan anak buah, termasuk sepuluhan pengedar tanaman pot dengan gerobaknya.
Yang berskala lebih gede, dan lebih modern, juga ada. Misalnya Kurniawan Junaedhie. Sastrawan dan wartawan (terakhir memimpin majalah Tiara) yang dulu termasuk pelopor jualan kiriman bunga (dan rokok?) di internet itu sekarang aktif di Toekang Keboen.
Seseorang menganjuri saya, eh menganjurkan kepada saya, untuk berbisnis tanaman hias. Sayang, saya buta tanaman hias, lagi pula tak bertangan dingin. Mengurusi kembang yang lain? Taruh kata tangan saya dingin, hati istri saya yang panas.
25 Responses to Kembang Lelaki
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Ojek Kita. Kita Ojek. Lalu?
October 12, 2006 by AntyoKITA BUTUHKAN, KITA EMOHI…
Entah sudah berapa versi papan nama itu berwujud dan terpaku pada batang pohon dekat kantor saya. Cukup dengan satu kata: “ojek”. Tapi jarang sekali, bahkan belum pernah, saya pergoki satu ojek pun di situ. Mungkin waktunya tak cocok. Saat dia atau mereka ada, saya tak melintas.
Saya berharap tak ada [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Pagiii. Blogjogging neeh. Nyasar dari Google. Blog saya juga juga seputar perawatan kulit dan kecantikan. Klo sempet, mampir ya. Thanks
Apa kabar Pak De?
Sekarang memang sedang tren hobi menjadi bisnis. Bagaimana dengan kolektor bungkus rokok? sudah coba ditawarkan via ebay?
herrybarus
0811881905
Wah, anthurium meledak dan tidak disangka harga menjulang tinggi tetapi apakah riwayatnya akan seperti CAFE TENDA dan ikan LOHAN…beredar hanya sesaat, WHO KNOWS …??
sesekali mampir pasar kembang pakdhe… itu baru bisnis, omset milyaran, penjual dan pembeli sama sama puas :)
wah ,, tanaman hias sekarang kayak emas ajah yah….. banyak yg mau dengan harga muahall
ketimbang mereka mengurusi kembang-kembang jenis lain yang konon lebih banyak mudaratnya
Apakah hal ini berarti paman tidak percaya sama ungkapan diatas yah? :”>
Hati-hati paman, sekarang banyak juga maling yang nyuri taneman hias.
buta taneman tidak apa.. apa
asal jangan buta hati..
wah kok jadi “Seriouse’ gini..??!
iya nih, suami saya juga suka banget sama yang namanya bunga sejak tinggal di Belanda. Saya yang paling senang karena selalu di beliin bunga yang cantik2.
saya lebih bertangan dingin mengurusi kumbang.. gimana itu paman?
Oalah pakdhe-pakdhe! sejak jaman dulu namanya lelaki itu suka sama kembang dan yang mengelilingi kembang. mulai dari janda kembang, kembang desa sampek kupu-kupu malam.
There are many tulips in the garden. But the most beautiful tulips is TWO LIPS between two legs.
Bahasa Inggris Akses Tukuls
Kayaknya OB itu termasuk kategori Labor of Love, ya?
Duh pakde, kalimat terakhir itu ‘mak nyus’ banget :D
lalu? ngapain terus jadi opisboi?
waduh, Paman. matur nuwun panjenengan mengingatkan saya pada Toekang Keboen van Purwokerto. lama saya tak bertegur sapa dengan Mas KJ. kenal lama via email dan sms, tapi baru sekali bertemu di Pondok Indah Mall
lha itu yang dicoret diganti jadi pekerja taman saja paman. berima!!!
yuk, qta naek pesawat kembang… ;)
kirain ngomongin Amaryllis yg pas kuncup kayak penis
macronya kereeennn! vivid, dan dof-nya itu lho, wuih :D
iya ibuku bapakku nanam bunga yang sekedar hobi akhirnya di jadiin bisnis
hmm, dirumah ada tuh tanaman seperti yang paman tulis. tapi saya asli nggak tahu nama-namanya apa. pernah sih tanya, tapi suka lupa mulu :D
yang punya kerjaan tuh, kakak ipar saya. dia hobi nggak hobi sih ngurusinnya. kadang diurus, seseringnya ditinggal :D
ya udah, paman ga usah ngurusi tanamannya, tapi “kembangnya” aja, tapi yang perempuan :D
saya juga gak tau soal kembang-kembangan, man… tapi yang saya tau kalo liat harganya itu, saya kembang kempis…
Paman kalimatnya banyak yang bersayap. “….tepatnya kaum bapak, yang suka bunga”.( bunga apa ya?). Lalu “…kembang – kembang jenis lain..” (..hmm…jenis lain?…).
O..ya kenalin dong opisboi “sang pemanfaat tren”
Pertama kah?
Paman..saya barusan baca buku”99 tanda orang berbakat kaya”. disitu disebutin kalo ciri orang berbakat kaya itu ga ‘gumunan’ sama price list yg kadang bikin orang awam heran ( kayaknya paman ga berbakat kaya karena gumun ama harga aglaonema…hi..hi..).