SUDAH KADUNG, SUSAH DICABUT — KECUALI TERJADI PENGABAIAN SERENTAK.

harpitnas 2007

Tak semua kantor menetapkan hari ini sebagai cuti bersama. Salah satu penyebab, cuti paksa itu malah mengganggu proses produksi dan kenyamanan bekerja. Misalnya harus memajukan sejumlah tenggat pekerjaan.

Bagi saya itu bagus. Yang mau ambil cuti silakan. Yang mau bekerja ya jangan dicutikan. Yang mau membolos ya sumangga, asal siap menerima konsekuensi.

Legalisasi harpitnas — hari-hari kejepit nasional — dengan SKB tiga menteri itulah pangkal soalnya. Kesan saya terhadap SKB itu, ketika pertama kali diberlakukan beberapa tahun lalu, adalah pemanjangan hari libur resmi Lebaran dan tanggal-tanggal merah lainnya di kalangan aparatchik.

Karena produk hukum sebaiknya juga adaptif terhadap “dinamika daripada masyarakat”, maka pembolosan atas nama harpitnas pun dilegalkan. Hanya saja caranya ganjil: orang dipaksa cuti melalui peliburan. Cuti, sebagai hak, menjadi tak penting atas nama kepentingan nasional.

Pemerintah tak berani tegas. Sejak dulu setiap tahun hanya mengeluarkan ultimatum seputar libur hari raya. Pegawai yang memperpanjang liburannya akan dikenai sanksi.

Ultimatum tak mempan. Yang bertugas memberi dan terlebih lagi melaksanakan ultimatum juga dihinggapi masalah yang sama dengan yang terultimatum: repot mengatur waktu seputar hari raya.

Sebetulnya ada solusi sederhana. Tambahi saja hari libur resminya. Selebihnya ya ambil cuti. Di luar cuti dianggap membolos.

Buat saya sederhana, tapi buat pemerintah dan employers, ini soal pelik. Sudah ada rumus bahwa dalam setahun setiap pegawai harus bekerja berapa ratus hari. Menambah hari libur, tanpa mengurangi salah satu komponen upah, sama saja menambah masalah.

Akhirnya muncullah jalan tengah yang tak sepenuhnya di tengah. Orang dipaksa cuti. Yang tak merayakan Natal mengeluh, “Saya nggak ngerayain, dapet kuenya juga nggak, kok jatah cuti saya kepotong.”

Masih mendingan kalau kantornya saban tahun memberikan THR Lebaran dan THR Natal. Syukur kalau ditambah THR Imlek dan lainnya.

Bagaimana kalau SKB ini tak diperbarui tahun depan dan berikutnya? Saya menduga bakal banyak menuai protes (plus pertanyaan kesal: “Masalah elu ape?”) dan bisa-bisa membawa muatan isu sensitif.

Di luar isu sensitif tentu saja dalih yang superasyik: “Bukan salah kita dong kalo tanggal merah jatuh hari Minggu. Makanya Senen kudu prei.”

 

34 Responses to Hari Cuti Paksa Nasional

  1. Stevie INDONESIA Safari Mac OS says:

    Temen saya mel-ngomel, merasa belom pernah ambil jatah cutinya tapi udah kepotong. Giliran pengen liburan seminggu langsung abis.

    Pemerintah yaa… gitudeh. Cuman mikirin udelnya sendiri. Menjajah kebebasan rakyat.

  2. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jangan bikin isa.. isue…
    nanti bisa bikin rusu..h
    yang ndak suka bisa nesu..
    apalagi tanggal tua.. tambah lesu..

  3. “~Kopidangdut~ berkata: Saya Cuti Maka Saya Ada..”. Sejatinya cuti adalah hak segenap pekerja. Bila ada pribadi yg tak menginginkan, pahamilah lebih banyak lg pribadi yang menginginkan cuti; seperti saya..
    Oh yeaaah!

  4. thya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    aha !
    comment #28 is cool !

    coba dihitung produktivitas kita dengan adanya begitu banyak libur, belum lagi pemaksaan cuti.
    padahal kondisi ekonomi sedang tidak begitu bagus saat ini, bukannya dipaksa makin giat, malah dipaksa santai – dengan alasan refreshing :-/

  5. R INDONESIA Mozilla Firefox Linux says:

    CHD (cuti hoream damel) sajah… cuti tahunan jadi teteup aman…
    *para pria yang nggak punya CHD jangan ngiri yah…

  6. budiw INDONESIA Epiphany Ubuntu Linux says:

    hehehe, karena kebiasaan di kantor lama yang gak libur meskipun ada tulisan cuti bersama, akhirnya saya pun kecele dikantor yang baru ini, saya masuk, lainnya libur..

    kapan ke sorbejeh paman..?

  7. imcw INDONESIA Opera Windows says:

    ada satu lagi julukan negeri ini sebagai negeri malas…;)

  8. qper INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kalo saya gampang oom, gak perlu tau email resmi dari hrd, pas hari kamis sms temen, “besok libur gak?”. temen bales sms, “mancing!”. ooo, berarti libur. trus kita bisa ketemuan deh. ya gak oom? :D btw, salah satu lagunya saga yg terkenal apa oom? mo coba “cari” di mp. hari sabtu sore ketemu sama budi be’el juragan catering komplek. ngaku juga dia akhirnya. :D

  9. apalagi kalau ditambah libur musim…
    musim kemarau
    musim penghujan
    musim banjir
    musim duren
    musim rambutan
    musim layangan
    musim demam berdarah
    musim plu
    musim rebonding
    musim…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.