Hari Cuti Paksa Nasional
SUDAH KADUNG, SUSAH DICABUT — KECUALI TERJADI PENGABAIAN SERENTAK.

Tak semua kantor menetapkan hari ini sebagai cuti bersama. Salah satu penyebab, cuti paksa itu malah mengganggu proses produksi dan kenyamanan bekerja. Misalnya harus memajukan sejumlah tenggat pekerjaan.
Bagi saya itu bagus. Yang mau ambil cuti silakan. Yang mau bekerja ya jangan dicutikan. Yang mau membolos ya sumangga, asal siap menerima konsekuensi.
Legalisasi harpitnas — hari-hari kejepit nasional — dengan SKB tiga menteri itulah pangkal soalnya. Kesan saya terhadap SKB itu, ketika pertama kali diberlakukan beberapa tahun lalu, adalah pemanjangan hari libur resmi Lebaran dan tanggal-tanggal merah lainnya di kalangan aparatchik.
Karena produk hukum sebaiknya juga adaptif terhadap “dinamika daripada masyarakat”, maka pembolosan atas nama harpitnas pun dilegalkan. Hanya saja caranya ganjil: orang dipaksa cuti melalui peliburan. Cuti, sebagai hak, menjadi tak penting atas nama kepentingan nasional.
Pemerintah tak berani tegas. Sejak dulu setiap tahun hanya mengeluarkan ultimatum seputar libur hari raya. Pegawai yang memperpanjang liburannya akan dikenai sanksi.
Ultimatum tak mempan. Yang bertugas memberi dan terlebih lagi melaksanakan ultimatum juga dihinggapi masalah yang sama dengan yang terultimatum: repot mengatur waktu seputar hari raya.
Sebetulnya ada solusi sederhana. Tambahi saja hari libur resminya. Selebihnya ya ambil cuti. Di luar cuti dianggap membolos.
Buat saya sederhana, tapi buat pemerintah dan employers, ini soal pelik. Sudah ada rumus bahwa dalam setahun setiap pegawai harus bekerja berapa ratus hari. Menambah hari libur, tanpa mengurangi salah satu komponen upah, sama saja menambah masalah.
Akhirnya muncullah jalan tengah yang tak sepenuhnya di tengah. Orang dipaksa cuti. Yang tak merayakan Natal mengeluh, “Saya nggak ngerayain, dapet kuenya juga nggak, kok jatah cuti saya kepotong.”
Masih mendingan kalau kantornya saban tahun memberikan THR Lebaran dan THR Natal. Syukur kalau ditambah THR Imlek dan lainnya.
Bagaimana kalau SKB ini tak diperbarui tahun depan dan berikutnya? Saya menduga bakal banyak menuai protes (plus pertanyaan kesal: “Masalah elu ape?”) dan bisa-bisa membawa muatan isu sensitif.
Di luar isu sensitif tentu saja dalih yang superasyik: “Bukan salah kita dong kalo tanggal merah jatuh hari Minggu. Makanya Senen kudu prei.”
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Prangko? Anda Masih Ingat?
September 9, 2008 by AntyoBARANG LANGKA DALAM KESEHARIAN KITA.
Kemarin ada surat tiba di rumah. Tidak diantarkan oleh kurir partikelir melainkan Pak Pos. Yang terakhir tadi juga caraka swasta karena pegawai PT Pos Indonesia sudah tidak dianggap sebagai anggota Korpri. Tak seperti antaran lain (via pos) yang dicap oleh mesin tera, amplop itu berprangko. Temanya Lebaran. Edisi 2006.
[...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Temen saya mel-ngomel, merasa belom pernah ambil jatah cutinya tapi udah kepotong. Giliran pengen liburan seminggu langsung abis.
Pemerintah yaa… gitudeh. Cuman mikirin udelnya sendiri. Menjajah kebebasan rakyat.
jangan bikin isa.. isue…
nanti bisa bikin rusu..h
yang ndak suka bisa nesu..
apalagi tanggal tua.. tambah lesu..
“~Kopidangdut~ berkata: Saya Cuti Maka Saya Ada..”. Sejatinya cuti adalah hak segenap pekerja. Bila ada pribadi yg tak menginginkan, pahamilah lebih banyak lg pribadi yang menginginkan cuti; seperti saya..
Oh yeaaah!
aha !
comment #28 is cool !
coba dihitung produktivitas kita dengan adanya begitu banyak libur, belum lagi pemaksaan cuti.
padahal kondisi ekonomi sedang tidak begitu bagus saat ini, bukannya dipaksa makin giat, malah dipaksa santai – dengan alasan refreshing :-/
CHD (cuti hoream damel) sajah… cuti tahunan jadi teteup aman…
*para pria yang nggak punya CHD jangan ngiri yah…
hehehe, karena kebiasaan di kantor lama yang gak libur meskipun ada tulisan cuti bersama, akhirnya saya pun kecele dikantor yang baru ini, saya masuk, lainnya libur..
kapan ke sorbejeh paman..?
ada satu lagi julukan negeri ini sebagai negeri malas…;)
kalo saya gampang oom, gak perlu tau email resmi dari hrd, pas hari kamis sms temen, “besok libur gak?”. temen bales sms, “mancing!”. ooo, berarti libur. trus kita bisa ketemuan deh. ya gak oom? :D btw, salah satu lagunya saga yg terkenal apa oom? mo coba “cari” di mp. hari sabtu sore ketemu sama budi be’el juragan catering komplek. ngaku juga dia akhirnya. :D
apalagi kalau ditambah libur musim…
musim kemarau
musim penghujan
musim banjir
musim duren
musim rambutan
musim layangan
musim demam berdarah
musim plu
musim rebonding
musim…