Rohani bukan Muslim
KOTAK DAGANGAN DAN PENGOTAKAN SOSIAL.

Sering saya jumpai tapi baru sekarang saya pikirkan. Itu lho, penggolongan kaset dan CD di toko, yang merupakan kepanjangan industri rekaman. Lagu rohani, artinya, lagu-lagu kristiani. Kasidah dan aneka ekspresi musikal islami, itu bukan rohani.
Ada sih toko yang lebih netral menggolongkannya: religious. Segolongan, tapi beda rak, sehingga Haddad Alwi tak bersanding dengan Nikita maupun musik genta bersuasana vihara Buddha (uh yang ini lebih sering masuk kandang new age dan world music).
Apa yang terpampang di sebuah toko kaset di Mal Metropolitan, Bekasi, itu hanyalah untuk mempermudah konsumen dalam mencari.
Apa boleh bikin, atas nama kepraktisan dalam pemasaran, penggolongan memang diperlukan. Yang hampir baku adalah pop/rock, jazz, classic, new age, dangdut, traditional, dan… “Indonesia” (maksudnya “pop Indonesia”).
Seperti di toko buku, selalu saja ada CD yang tersesat, salah rak, baik karena keteledoran maupun lantaran salah si CD kenapa tak jelas ikut genre apa. Bill Bruford dengan Earthworks, itu masuk jazz atau rock? Bob James memainkan Rameau masuk rak jazz. Rick Wakeman bersanding dengan Richard Clayderman di rak instrumental. Trilok Gurtu? Tergantung tokonya. Bisa masuk jazz, bisa new age atau world music.
Tak apa. Tak usah didebat. Suka-suka juragan toko menata dagangan. Justru CD nyasar itu yang kadang mengasyikkan.
Memang sih — semoga tak terjadi — kalau juragan toko mau gampangnya, maka lagu-lagu Arab dari Fairuz atau Rim Bana bisa masuk ke rak muslim.
Tapi apa pun raknya, apa pun genre-nya, di negeri pembajak ini beberapa rekaman lagu-lagu religius yang tak diniatkan jadi tambang uang tetap digandakan secara gelap dan dijual.
Bisa jadi penjaja di lapak itu punya kilah, ingin membantu evangelisasi dan syiar. Musisi dan produsernya mungkin senang, karena bisa sekalian melempangkan jalur rezeki orang lain. :D
Entahlah, kilah apa yang selayaknya muncul dari beberapa lapak di Glodok, Jakarta Kota, yang terlihat menyandingkan CD lagu gerejani/wi dan salawat nabi (bajakan) dengan VCD/DVD porno. Tepatnya: video kelas explicit-hardcore yang di negeri liberal nan permisif pun tak boleh dijajakan di tepi jalan.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Masuk Pukul Tujuh Pagi Lagi
July 27, 2010 by AntyoTahun ajaran ini beberapa sekolah kembali ke asal: masuk pukul 07.00 pagi. Apakah kemacetan bertambah atau berkurang? Tanyakan kepada ahlinya. Pernah sih ada evaluasi setelah dua hari pemberlakuan jam masuk pukul 06.30 itu: kemacetan berkurang 14 persen. :D
Kerepotan
Yang terjadi selama jam masuk pukul 06.30 itu adalah bertambahnya kerepotan domestik [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





lha kalo Guruh Gipsy, Mahavishnu Orchestra, Jon & Vangelis enaknya masuk rak mana ? apa mending bikin rak khusus utk musik-musik aneh macam gini ya ? eh paman udah pernah nemu album rohani trio macan blom ?
Mungkin latah paradigma keseharian om, di Endonesa ini kan cuma dua :
Muslim dan Non Muslim,
jadi ya kaset pun dipisah juga…
gheeeto loh :P
GUS-DUR SAY: GITUAJA KO REPOT……..
GUS-DUR SAY: GITUAJA KO REPOT………AYA AYA WAE
jadi kesimpulannya? rohani itu kristiani. dangdut bukan indonesia. bob james itu plinplan? hehehe.
Heheh.
Ya, tentu aja perlu dipisah.
Biar gak saling mencemari.
Biar kosher getho lhoh….
Deeehhhh….
pat tani kan juga suka membajak?
setuju. CD nyasar kadang mengasyikkan. :D
musiknya memang universal, tapi penggolongan untuk memudahkan pelanggan tidak bisa dihindari ;p
tapi beberapa toko musik yang sering aku datengin rasanya pada pake istilah “religious” daripada “rohani”.
Mungkin karena yang punya toko namanya Rohani kali yah, jadi ogah masang nama sendiri ;p
hehe, lucu ya.
katanya musik universal, gimana tuh, Oom?
temanku namanya SITI ROHANI tapi kok muslim ya pak puh..??!
Kalo kagak salah… CMIIW, di Islam itu musik diharamkan yah? Katanya bebunyian apalagi cewek nyanyi dan goyang itu ndka boleh. Makanya di Taliban sana yg begituan dihapuskan. Jadi yg di sini mungkin rada rada menyerempet. Sama deh kayak menyajikan babi di food court atau hypermarket, kudu digolongkan “istimewa”
bwahhahahahakahkak… bener juga ya paman… kok aku nggak pernah merhatiin… :D
Entahlah, kilah apa yang selayaknya muncul dari beberapa lapak di Glodok, Jakarta Kota, yang terlihat menyandingkan CD lagu gerejani/wi dan salawat nabi (bajakan) dengan VCD/DVD porno.
Wah, gimana nih????
Kalo sehat jasmani dan ‘rohani’?
Ra nyambung ya paman?
Buat #5:
1. Techno/dance
2. Jazz
3. Tradisional
4. Rock/Metal
Btw…Paman punya CD Power Ballad / Glam Metal ( White Lion, Europe, Damn Yankees, Skidrow, Warrant, Twisted Sister, Def Leppard, Kix, Faster Pussycat, Poison, Winger and all glam metal bands). Kalo paman ( atau yang lain ) punya, kasih tau aku ya…
tapi iyah..
dulu waktu di Brisbane, kulihat, video2 bersampul warna kulit hanya boleh di jual di tempat2 tertentu dan minor/underage (di bawah 18 tahun) tidak boleh masuk. Pernah lihat ada pemuda bule yang diusir karena tidak memenuhi syarat umur.
hahaha..
kepikiran aja si eyangmah..
mungkin sama dengan kata “suster”. ada makna yang ganda, di dunia kedokteran dan religi.
-IT-
Sering bikin bingung. Ujung-ujungnya tanya ke penjaga, ternyata bener, ada di kategori “nyasar”.
Kalau panjenengan jadi juragan toko, kira-kira musik ini mau ditaruh di rak mana?
1. Metallica Black Album versi Techno/Trance.
2. Beatles hits, versi Jazz.
3. Bossanova Jowo.
4. Final Countdown-nya Europe, versi death metal ala Obituary.
Di kategori “lain-lain”?
Pengotakan berdasarkan kategori susah pak, makanya saya suka kalo pake tag. Karena sesuatu bisa masuk lebih dari satu kategori. Hehe.
Mungkin yang “rohani” (kristiani) seharusnya jadi “gospel” ya? “New age” kan termasuk “rohani” juga toh? Kalo pop Indonesia yang berbahasa Inggris, masuk kategori mana dong?
Ribet nih. Hehe.
hehehe hatrick pertamax…
pertamax lagi… hehe
wah dipisah ya? yup biar ga salah pilih tuh…