Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Velcro dan Mainan Ndesit

Senin, 04 Juni 2007 @ 00:56 | Keluarga

BARANG AJAIB UNTUK FASHION.

velcro jadi gelang

“Dipakai anak-anakmu,” kata istri saya. Velcro kemasan isi enam sudah berkurang tiga potong. Saya sudah ambil satu. Untuk mengikat kabel komputer. Kedua anak saya (artinya juga anak istri saya) masing-masing ambil satu. Pembebat yang bunyi kreket-kreket itu dijadikan gelang.

Memang ndesit. Norak. Katro. Tapi saya biarkan. Kalau anak-anak hepi apa salahnya.

Mungkin cuma iseng. Mungkin merasa fashionable — padahal aneh. Terserahlah. Anak-anak selalu ingin mencoba hal baru. Eh, orang dewasa juga ding.

Ini sama saja dengan teman saya semasa bocah yang memakai karet seal tutup drum minyak untuk gelang. Kebetulan dia punya warung. Lalu teman-temannya ikut pakai — kecuali saya.

Ini sejenis dengan buah pohon karet yang dilubangi untuk dijadikan cincin. Pemakainya, yaitu bocah-bocah, merasa gagah. Tapi kalau cincin tak dapat dilepas akan menangis lalu minta tolong emak.

Ini juga serupa dengan mata cincin dari titik “j” dalam emblem Honda Jazz. Bedanya yang ini didapat dari spanyol (separo nyolong).

Di luar itu ada cincin pembuka kaleng soda yang dijadikan anting-anting (rada mengerikan sih). Selebihnya silakan Anda tambahi sendiri contohnya. Semacam plembungan kere itulah.

Selalu ada benda yang dipakai untuk keperluan di luar semestinya. Sepanjang tak membahayakan, dan pemakainya tabah lagi pula tak malu, biarkan saja. Ndeso kata orang, asyik kata sendiri.

Dulu ada pengamen bernama Obos Gembok karena topinya, dan mungkin juga rompinya, digelantungi banyak gembok. Biar kelihatan nyentrik, katanya.

Tentang Velcro, saya masih menganggapnya sebagai benda ajaib temuan orang kreatif.

Ada 25 komentar | trackback | Depan

#25

tomo | 21 02 2008 @ 12:48:37

Belinya dimana ??


#24

cecepcakep | 18 08 2007 @ 13:28:13

jadi inget waktu aku masih muda dulu, kreatif karena kere.


#23

petrus suratno | 23 07 2007 @ 14:18:22

weleh - weleh ali ali yo nganggo jambe (buah pinang nek rasalah bhs mlayune) dibolongi pas jenthik, nek kerengan keno kanggo nothok sirah mesthi cenut - cenut rasane he he he


#22

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Ikan Kabel | 22 06 2007 @ 10:55:18

[...] Bacaan pelengkap, untuk main-main: + Velcro untuk kabel setrum laptop + Ikan wadah CD [...]


#21

gunarso | 20 06 2007 @ 22:43:44

kelingan mbiyen pakdhe …. nggae ali-ali teko woh-e klopo sawit, klopo sawite dionceki, bathoke kiwo-tengen dogosokno nang watu nganti bolong pas driji, isine dikerok, diamplas trus dipernis.. wooo kereeen n fashionable


#20

danie | 13 06 2007 @ 19:18:55

ndilalah ikat pinggang saya semuanya (cuman 2) kompak ndak punya ring penahan tambahan selain yang di kepala ikat pinggang, alhasil sisa ikat pinggang yang tidak terikat (halah susah bener sih bahasanya) akan menjulur panjang kemana mana (biasanya ke kiri depan karena saya ndak kidal). SOLUSI: paper clip segitiga hitam besar cukup rapi menahan juluran ikat pinggang sekaligus ‘eye catching’ mengundang orang orang untuk paling tidak sedikit melirik saya…


#19

Sei | 06 06 2007 @ 11:35:49

J-nya Jazz diambil pemilik sendiri kali daripada keduluan maling…


#18

mei | 05 06 2007 @ 10:50:55

ah saya juga masih suka make gelang rambut buat gelang(multifungsi kalau gerah ya di pake nggelangi rambut, kalau gak gerah ya bisa d pake nggelang tangan)…hehe


#17

boit | 05 06 2007 @ 7:29:18

heuheuhue.. tau meteran buat njahit ? itu aku potongpotong trus pasang kancing, alias dijadiin gelang trus aku jual.. :p


#16

sawung | 04 06 2007 @ 23:36:38

kalem om semua benda multi fungsi.
mampir ke http://www.soehartoincbuster.org om. duri dalam daging itu.


#15

sluman slumun slamet | 04 06 2007 @ 19:27:36

lha kalo mahasiswa malah suka bikin bola dari karet gelang. hahahahahah semakin gedhe gelangnya semakin sering makan nasi bungkus. hehehehehehhe


#14

qper | 04 06 2007 @ 19:07:25

paman, si Anang 4 kali “pertamaxx” berturut-turut tuh. kasih reward deh. :D


#13

thya | 04 06 2007 @ 19:05:04

konon kata pakar fashion (ga tau namanya…)
semakin aneh barang yang digunakan untuk fashion maka semakin keren keliatannya.
*masih ga abis pikir, ngapain juga bikin baju dari keping CD bekas. apalagi dari bulu ayam - salah2 dikira kemoceng lagi !*


#12

topan | 04 06 2007 @ 18:42:17

keren lagi kalo pakai kalung rantai bekas tali jinjing kaleng roti regal itu boss..!


#11

RS | 04 06 2007 @ 15:45:02

podo ae, Om. Dulu saya juga sering dolenan dari kabel telepon..dibuat gelang-gelangan dengan cara dianyam..aseli, katrok abesss


#10

R | 04 06 2007 @ 11:42:58

gayalah itu paman… (sayang, aku wis tuwek, klo masih anak2 mau juga ikutan bergelang velcro.. lucu juga…)
makin kagum kan sama velcro? selain bisa buat ngiket2 bisa jadi gelang :) nggak rugi ya belinya… :P
yang nyiptainnya juga nggak kepikiran kali…


#9

Qky | 04 06 2007 @ 11:22:12

keren juga, kali, Oom, kalo sampeyan beranting paper-clip ;-)) *ber-imajinasi*


#8

Mbilung | 04 06 2007 @ 11:05:04

komponen elektronik resistor juga lantas jadi giwang


#7

tuLtuL | 04 06 2007 @ 10:49:32

ndesoo tenan….


#6

anak | 04 06 2007 @ 10:29:24

tangannya item banget…


#5

dhany | 04 06 2007 @ 9:49:04

iya tuh, pengikat kabel warna warni di rumah, malah jadi assesories sepeda.
alhasil, ketika pas butuh & buka tool kit, stock habis…
namanya juga anak-2


#4

kw | 04 06 2007 @ 8:17:28

dulu pernah ada yang suka bikin cincin yang dibuat dari uang 500 tembaga kuning. :)


#3

Tresno | 04 06 2007 @ 3:05:16

orang Indonesia memang terkenal kreatif!


#2

Hedi | 04 06 2007 @ 1:24:42

Soal “J” di Honda Jazz, susah banget cari yang ada titiknya. Bener-bener barang favorit maling (asesoris) tuh :D


#1

Anang | 04 06 2007 @ 1:14:26

pertamax empat kali berturut-turut!!!! ada award ga paman?? hehehe