Perjudian di Jalan Tol
MACET ATAU LANCAR NGGAK JANJI DEH!

Hidup di Jabodetabek adalah perjudian, kecuali kita hanya tinggal di rumah. Tapi jika Anda bepergian, bersiaplah dijebak kemacetan.
Klise? Basi? The song remains the same? Memang. Sapa suru datang ke Jakarta.
Kemarin sore hingga malam, jalan tol dalam kota macet total. Dari arah Pluit menuju Tanjungriok lancar jaya. Dari Priok ke Cawang adalah neraka. Ada truk pengangkut kaca terguling di jalan tol Cawang-TMII. Pecahan kaca berserakan.
Lagi-lagi itu cerita basi. Tak menarik untuk diceritakan.
Juga tak menarik untuk diceritakan kenapa pengelola jalan tol pelit informasi. Info macet atau lancar di gerbang tol kadang tak dapat dipercaya. Kita tak tahu bagaimana mereka mengelola sistem informasi.
Mestinya perbanyak jugalah ruas tertentu yang memampangkan info terkini. Mau ditumpangi bilbor juga boleh.
Memang sih, pengertian jalan tol adalah jalan yang hanya boleh dilalui dengan membayar — bukan jalan bebas hambatan. Maka konsumen yang membayar mestinya dilayani sebaik-baiknya.
Layanan SMS sudah ada, tapi kadang tak memuaskan. Lagi pula menyetir sambil ber-SMS adalah hal yang melanggar prinsip keselamatan.
Radio? Info mereka, yang dilandasi niat baik dan sekaligus kepentingan bisnis, patut dihargai. Tapi seringkali info itu muncul pada menit-menit yang tak tepat.
Penerima GPS? Terlalu mewah jika semua mobil harus memasangnya, mana masih harus bayar biaya tambahan pula untuk informasi kemacetan.
Penyebaran layar LED pemampang info rasanya sudah cukup menolong. Bagaimana pengoperasiannya agar real time, itu bukan urusan konsumen.
Tanpa itu, masuk ke jalan tol sama dengan berjudi. Memang pertaruhannya tak sekejam rulet rusia yang menaruh sebiji pelor dalam silinder. Tapi siapa yang mau terjebak, kecuali ingin mencari selingan sambil membuang bahan bakar — lalu turun dari mobil untuk jeprat-jepret dan kencing di jalan raya?
Meskipun demikian yah… orang Jakarta dan sekitarnya memang lucu bin aneh. Sudah tahu jalan tol macet, ada saja mobil yang ingin masuk. Padahal untuk mengantre sebelum loket saja sudah kena macet.
21 Responses to Perjudian di Jalan Tol
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ruang Tamu Penolak Tamu
October 16, 2006 by AntyoTAMU TERTENTU CUKUP DI TERAS SAJALAH.
Ada yang bilang, pasangan muda Jakarta kurang suka menerima tamu dan kurang suka bertamu. Indikatornya, ruang tamu mereka kecil, kursi cuma seperlunya. Bertamu tanpa menelepon dulu dianggap kurang sopan.
Mereka, pasangan di bawah 40 tahun itu, juga kurang suka bertamu. Kalau mau ketemu ya di kafe atau resto. Apalagi [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





mbok berangkat ngantornya itu jam sepuluh siang saja pakdhe, pulang jam 3 sore, niscaya tidak macet, lancar mak kelenyer gitu
Pak de kalo mau lancar pake motor aja, saya udah 2 bulan pake motor nikmat tenan ngelewatin mobil-mobil yang lagi macet, ngirit lagi. Kadang-kadang bisa nendang bis yang tau-tau belok nutupin jalan. Pokonya be worry and be happy dech.
kalo soal macet mah atuh, tong boro di ibukota, di Bandung ge’ geus macet pisan !
heheh… sudah 2 kali saya nolak kerja di jakarta.
ya selain karena salary, ya karena itu.. macetnya.
paman, pindah surabaya yuuk.
–budiw
Wah, ternyata “perjudian”, saya kirain perjudian beneran, heheheh..
Karena, setiap sore pulang kantor, saya sering melihat sekumpulan orang yang sepertinya main judi kecil2an, tepat di sisi cabang jalan tol dalam kota yang ke Priok dan Bogor :)
yang bebas hambatan sekarang cuman jalur buswei..jadi om naik buswei ajah..enak, dingin plus bisa cuci mata..hehe
Lagi pula menyetir sambil ber-SMS adalah hal yang melanggar prinsip keselamatan.
…. lho kemaren nyetir sambil moto!
hehehhehe kethok jawane! motret pakdhe!
Mau tol yang gak macet? Senayan-Pd Gede 7 menit, jam 2 malem :-)
Negeri yg aneh… bahkan untuk hal2 yg merugikan pun, kita juga harus bayar! :( Lebih aneh lagi, masih ada org2 yg mau bayar untuk mendapat kerugian. *keluh*
nice blog.
salam kenal paman.
dari orang yang sedang belajar menulis.
Ini dia pak, yang menjadi benar-benar pertanyaan yang paling kompleks. Sepertinya bukan jalan tol saja. Banyak hal kok..karena, saya juga mengalaminya sebagai orang Jakarta, eh..Indonesia!
selain kolesterol, kondisi seperti ini yang justru punya potensi besar membuat orang cepet mati. lucu kalo baca tulisan yang berkoar-koar tentang ‘jahatnya’ rokok. hey, wake up man… look around! :)
ya mau gimana lagi, wong tak ada pilihan lebih baik. bisa sih gol put tapi nanti kalau koneksi internet sudah pakai broadband semua hehehhe
emang situ ndak tau nomor kontak traffic management center polda jakarta apa? ah, situ pancen ndesit.
mbayar untuk dapat macet ya…:)
ironi *halah*
walah, kasihan yang pesen kaca
iya, kemarin kebon jeruk-bekasi sama aja bolak balik bandung
iyak. berkat ini aye dibawa muter2 ke cililitan, kramat jati (macet juga karena ada pasar) dan masuk tol arah bogor lewat pintu pondok gede.
jangan kuatir, bang. bulan agustus tarif tol mau naik, kok.
wah, arah ke pondokgede sering macet, ya, Bos? gimana kalo pindah rumah saja ke tangerang. macet juga sih. tapi nggak separah ke arah pondokgede. mau?
itu sebabnya paman, mengapa saya cinta Bandung :D – padahal Bandung juga sering macet (apalagi kalo long wiken :P) mana jalanannya gelap dan jelek *keluh*
tapi masih bisa ditebaklah… dibandingin Jakarta yang bener-bener unpredictable… halah…
jalan tol, ibarat penganan basi, tapi tetap laku, meski yang barusan makan lagi mencret! SABLENG