DIJADIKAN RAJA, EH PRESIDEN LAGI SAJA…

tempo berkas soehartoSkenario peradilan paling sip, kayak apa sih? Ini dia. Jika hakim paling jujur dan lempang pun akan membebaskan terdakwa demi hukum karena lemah bukti, lemah (ke)saksi(an), lemah dakwaan, bahkan administrasi penyidikan pun banyak kesalahan.

Tanggal yang melenceng, alamat yang ngawur, masa penahanan melebihi batas, ping-pong berkas tiada berkesudahan, cacat praperadilan, dan entah apa lagi, semua bisa diatur agar jadi kartu bagus.

Alhasil Tuan Hakim Jujurlempang terpaksa membebaskan terdakwa. Sebelum pembacaan vonis, terdakwa dan pengacaranya sudah tahu hasilnya. Selebihnya, sampai ketuk palu, adalah lenong.

Haha, saya bukan ahli hukum. Tapi itulah cara yang saya pakai untuk belagu dalam menjelaskan (baca: menyesatkan) kepada sesama awam, dari tukang bangunan sampai sopir angkot. Begitu juga terhadap anak sekolah.

Maka soal berkas kasus orang itu, ehm… sudah jauh hari jadi bahan dagelan. “Kalo nggak ilang berkasnya ya ruang arsipnya terbakar,” begitu kira-kira.

Di mana masalahnya? Niat. Ya, ada pada niat. Siapa pun presidennya niat untuk mengadili dan menghukum orang itu selalu mentok karena banyak sandungan.

Terlalu banyak pihak yang berutang budi. Terlalu banyak orang yang rikuh. Terlalu banyak orang berhati mulia dan pemaaf. Terlalu banyak orang yang pura-pura lupa bagaimana orang itu dulu memperlakukan Bung Karno — BK meninggal dalam tahahan rumah, empat tahun setelah diturunkan; sementara orang itu bisa bertahan dalam gelimang kemuliaan, setidaknya sembilan tahun setelah turun.

Jangan menengok masa lalu yang buruk, kita nggak akan bisa maju, kata orang yang merasa bijak.

Baiklah, Tuan. Satu-satunya cara agar kasus jadi jelas, tidak mengambang, artinya bisa stop seratus persen, bisa juga lanjut sampai tuntas, adalah… menjadikan orang itu sebagai presiden lagi.

Pasti dia akan sehat lagi. Perkataannya pun akan menjadi hukum. Banyak pihak akan lega. Tidak perlu ada yang merasa sungkan dan bersalah.

Setuju? :D

 

33 Responses to Kagak Ade Matinye

  1. Putra Daerah INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Yah, masih tentang opa yang itu lagi tho? Berita tentang dia kayaknya udah mulai kalah pamor dengan berita anaknya yang mo cerai. Wekekek komedi endonesa….

  2. Mamat MALAYSIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya masih mendukung Amien Rais untuk menjadi Presiden 2009, karena beliau yang berani menyatakan untuk ‘menjungkalkan’ orang itu dari singgasananya dulu.

    Maaf, kalau tidak berkenan.

  3. biarkan “orang itu” menunggu ajal dengan tenang.
    tapi anaknya “orang itu” harus “dihabisi”

    ngentek-ngenteki perawan ae!
    BTW, tommy “orang itu” gak beda jauh sama sumanto. sama-sama kanibal. bahkan lebih kejam tommy “orang itu”.
    Lha sumanto makan orang yang sudah mati, kalau tommy “orang itu” makan orang yang masih hidup.

  4. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Justice maybe blind
    But it can see in the dark…

  5. -tikabanget- INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    lha ya mari..
    kapan mo jadiin presiden lagi..?
    *nonton aja deh*

  6. Kenapa sih, paman selalu menyebut soeharto dengan sebutan orang itu?
    Kenapa namanya tidak ditulis saja?
    Takut ya paman… :p

  7. Kenapa sih, paman selalu menyebut Soeharto dengan sebutan orang itu?
    Kenapa nama nya tidak ditulis saja?
    Takut ya paman… :p

  8. blonty INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    begitulah, Paman.
    perkara $oeharto (seperti juga perkara lainnya) selalu hadir untuk menyempurnakan hukum, sekaligus menjadi pekerjaan rumah untuk memancing energi kreatif para praktisi hukum mencari celah siasat.

    sama ketika dulu orang dikecoh, dihibur dengan tindakan tegas memindahkan Tommy dari Cipinang ke Nusakambangan. Kebetulan, saya menunggu di kedatangan Tommy sejak sehari sebelum jadwal kedatangannya. Membawa beberapa nomor dari operator berbeda, ternyata di LP Batu tempat Tommy ‘menginap’ tersedia sinyal beberapa operator seluler.

    Bukan hanya bisa leluasa berkomunikasi dengan dunia luar, ternyata LP Batu memiliki akses paling mudah untuk keluar-masuk. Di LP itu, bahkan tersedia saluran telepon tetap Telkom di ruang kepala (dan Tommy ditempatkan bersebelahan dengan ruang kepala itu, yang sengaja dibangun khusus menjelang kedatangan sang Pangeran .

    Soal praktek hukum di negeri kita, rupanya kita harus selalu berprasangka. hehehe…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.