Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Wanita Lajang Malas Pergi Sendiri (?)

Rabu, 20 Juni 2007 @ 17:31 | Umum

BELANJA DITEMANI, APALAGI KE RESEPSI.

wanita lajang di mall

Ah, kayaknya nggak ada hubungannya dengan marital status deh. Seorang wanita suka — dan berani — pergi sendiri itu bergantung pada siapa dia, hidup di mana, seberapa aman lingkungannya, dan sebagainya.

Wah, nggak asyik dong kalau satu paragraf, pembuka pula, langsung selesai.

Begini. Ada seorang wanita, tinggal di Jakarta, tapi setiap kali mudik ke kota asalnya di Jawa Tengah dia selalu saja batal mengunjungi sebuah kedai yang saya rekomendasikan.

Alasannya aneh, “Males. Nggak ada temannya. Orang-orang yang diajak pada nggak mau.”

Sekian kali mudik, sekian kali pula batal mengedai, dan tentu sekian kali beralasan malas.

Akhirnya saya paham latar belakangnya: kurang pantas bagi seorang wanita di “daerah” pergi petang hari hanya untuk mengudap.

Duh, celaka bener yak jadi wanita lajang di kota kecil atau “daerah”?

Beberapa orang menjawab: bukan celaka tapi nggak enak, karena lajang di “daerah” nggak sebebas di Jakarta dan kota besar lainnya.

Mengudap sendirian saja dilihati, dianggap aneh. Bandingkan dengan di kota besar, wanita ngopi sendirian dianggap biasa.
Belum lagi pergi ke kondangan sendiri, sungguh tak nyaman, ketahuan kalau tak punya pasangan (emang napa? bukannya senang dan bangga, masih merdeka?).

Bagaimana dengan pergi berbelanja berdua atau bertiga? Itu tak ada hubungannya dengan lajang atau tidak, mukim di kota besar atau kota kecil. Tampaknya beberapa wanita memang lebih sreg kalau tertemani sekalian mendapatkan opini.

Untuk urusan malas ke resepsi, kayaknya nggak cuma di “daerah” deh. Di Ibu Kota pun undangan bisa jadi masalah bagi wanita lajang. Yang terpikir pertama setelah mendapatkan info tanggal dan tempat adalah, “Bareng siapa ya?”

Saya, saat lajang maupun sudah beristri, beberapa kali datang ke kondangan sendirian. Yang penting saya menujukkan diri kepada pengundangnya bahwa saya datang. Hadirin lain tak saya kenal, itu bukan masalah bagi saya. Tapi kalau katering tandas, itu baru masalah. :D

Ada 34 komentar | trackback | Depan

#34

faniaji | 29 07 2008 @ 21.47.14

sah sah saja wanita pergi sendiri, walaupun sambil berharap mancari laki laki


#33

wisnu | 05 06 2008 @ 12.02.10

boleh kenalan ga


#32

-tikabanget- | 03 07 2007 @ 17.01.56

sayah lajang.. pegi sendiri ndak masalah kok paman..
*dasar cewek aneh..*


#31

Putra Daerah | 03 07 2007 @ 15.49.58

Saya lajang dan saya orang daerah bin kampung, tapi saya lelaki. Ngopi sendirian di kedai ndak masalah, ditemani sebuah buku, kalo sudah begitu saya seperti orang autis.
Tapi klo ada perempuan ngopi sendirian (jarang-jarang sih), paling curi2 pandang, sembari menanti moment yg tepat buat ngajak kenalan.


#30

bumisegoro | 03 07 2007 @ 13.18.57

jaman mahasiswa yang juga “diributin” adalah PW (pendamping wisuda). jaman ngekos bin jomblo, mayan juga kalo kesambet jadi PK (pendamping kondangan). modal batik perut kenyang :-)


#29

pengagumberat | 29 06 2007 @ 22.02.03

sungguh repot jadi wanita lajang ya om,ini salah itu salah rewl..,kadang dianggap aneh but asyiknya nikmati aja khan?what ever how say,ntar boring sendiri


#28

luttpe | 28 06 2007 @ 3.17.45

sip paman tyo, sy juga tetap hormat wanita lajang sendirian asal tempatnya banyak satpamnya hehe..


#27

dhany | 25 06 2007 @ 10.59.09

di “pedalaman” probolinggo, ibu-2 ke kondangan biasanya tanpa pasangan.
kalau datang berdua, amplonya juga dobel.


#26

Kado Pernikahan buat Teman « a life’s journey… | 24 06 2007 @ 16.24.00

[...] Kado Pernikahan buat Teman Filed under: a life’s journey, crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @ 11:45 am Teman-temanku yang lajang mulai berkurang satu persatu. Dalam dua bulan ini ada dua pernikahan teman dekatku (entah yang lain yang nggak ngabarin ) dan sayangnya keduanya tidak bisa kuhadiri. Mungkin alasannya seperti yang dibilang si Paman disini karena nggak ada temen… si Bapak Manusia Laut tidak bisa ‘dipinjam’ untuk sebentar… tapi karena mereka berdua teman dekat, maka tak ada teman bukan alasan yang tepat untuk tidak menghadiri hari bersejarah bersatunya dua pasang insan tersebut, halah! [...]


#25

thya | 23 06 2007 @ 17.26.05

masalahnya kalo pergi sendirian suka dijailin orang kale, makanya enakan pergi berduaan…
kalo belanja sendirian juga ga enak karna ga ada yang dimintain komentar *pdhal begitu komentarnya tidak sesuai tetep aja nurutin keinginan sendiri*


#24

boit | 22 06 2007 @ 1.28.31

hihihi,,
saya udah ngga’ lajang, tapi kalo kondangan suka males,
males dandan.. :p


#23

Mamat | 21 06 2007 @ 16.34.01

Duh, perempuan selalu berada posisi sulit. Ternyata menjadi merdeka yang dibanggakan oleh kaum feminis itu hanya kekesalan belaka.

Jadi, kalau hidup bisa dijalani berdua, mengapa harus sendiri?


#22

jaya | 21 06 2007 @ 15.19.12

Lah, telinga saya dengar sendiri, “kalau di daerah cirebon sana, jam 6 sore-an dah nggak ada lagi wanita sendirian di jalan. Jakarta, ampun, banyak kaga baiknya”.

Lah kalo sampai malam pulang sendirian, malah ntar di garuk om sama tantib, dianggap wanita penghibur….

Om Tyo punya banyak temen wanita lajang yah, kok kayak lagunya Ada band, “karena wanita lajang, ingin dimengerti…” :”>


#21

rendy | 21 06 2007 @ 14.47.39

haha, saya mau menemani.. :)


#20

kwak kwik kwek | 21 06 2007 @ 14.45.32

kedai kuwi nang ngendi paman, aku sering mudik je, sapa tau cedhak nggonku..:-))


#19

R | 21 06 2007 @ 14.35.39

waduh, lagi-lagi pembahasan paman mengena betul sama kehidupan para jalang…


#18

dsp | 21 06 2007 @ 11.59.48

Paman bisa pasang iklan, “MENERIMA JASA MENEMANI BELANJA DAN KONDANGAN, Tampan, Transportasi Tersedia, Dijamin Membanggakan,Hub. 0811XXXX”. Berani Paman?


#17

pitik | 21 06 2007 @ 9.19.14

paragraf pertama udah cukup sebenernya..hehehe


#16

~kopidangdut~ | 21 06 2007 @ 9.06.13

Pagi,
+ pertanyaan satu: Kenapa ngiklanin TBS dan BT, Om?
+ pertanyaan dua: siluet duo gadis manis siapakah itu?

(-) Pernyataan satu: saat belanja butuh teman, bukan opini yang diharap, tapi bantuin ikut jinjing, Om..
(-) pernyataan dua: resepsi jarang dan galau utk dateng, karena belum beli baju baru, Om..takut ketauan itu-itu aja yg dipake..


#15

Irvan | 21 06 2007 @ 8.36.08

hahaha, paragraf terakhir saya setuju banget mas. Pas acara salam-salaman masih ada, kadang2 makanan udah abis tuh. cem mana itu? :D

-IT-


#14

galih | 21 06 2007 @ 8.33.25

wah, sudah lama tak tinggal jejak di sini. snapshotnya paman selalu oke punya, tapi kenapa selalu figur wanita yah…? ^_^


#13

bangsari | 21 06 2007 @ 8.05.28

ha..ha..ha… ujungnya makan juga. :D


#12

desy | 21 06 2007 @ 7.35.27

lha saya juga sering dapet komen begitu, kalo arisan or kondangan selalu ditanya, “bareng siapa?”; dan dengan senyum lebar hampir selalu menjawab “single fighter dong ^_^ “


#11

evi | 21 06 2007 @ 6.55.23

memang Pakdhe, kalo di daerah kan lingkungannya itu-itu saja dan kebanyakan saling mengenal.

dulu waktu masih lajang, kalo pas mudik,saya jalan-jalannya sama adik lelaki aya. aman.


#10

triesti | 20 06 2007 @ 23.54.12

yg bener bang… ntar lu boong lagi?

then again.. daku ngga di daerah:)


#9

fahmi! | 20 06 2007 @ 20.51.51

kalo wanita jalang justru fine fine aja yah jalan sendirian hehe :D


#8

Hedi | 20 06 2007 @ 20.31.09

Besok-besok kalau ada wanita lajang cari temen pergi, saya mau kok nemenin, asal ada waktu :D


#7

te-el | 20 06 2007 @ 19.50.02

sampeyan itu memang uampuh…. kok mau2nya nemenin jalan2 tok?! kok gak kepancing untuk nakal sithik gitu?


#6

bimo | 20 06 2007 @ 18.58.35

kenapa sih merekomendasikan kedai itu berkali-kali, mang ada nyang istimewa?, atau paman nungguin disitu?, kecewa terus donk?!


#5

sepedamen | 20 06 2007 @ 18.34.59

itulah mengapa wanita lajang mengejar-ejar pria lajang untuk jadi pacarnya ….

:(


#4

Doi | 20 06 2007 @ 18.11.43

Di Indo, cewek jalan sendiri, pasti langsung diuber dan di-PDKT


#3

lenje | 20 06 2007 @ 18.04.47

Mosok sih???


#2

mpokb | 20 06 2007 @ 17.55.07

btw, numpang tanya, paman. lumpia semarang di jakarta yg enak di mana yak?


#1

mpokb | 20 06 2007 @ 17.51.07

sah2 aja paman. jalan sendirian trus mendapat pelecehan, nggak enak banget. kalo berdua apalagi segerombolan, terus ketemu orang iseng kan gampang, tuh orang bisa ditamprok dah rame2..