Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Ikan Kabel

Jumat, 22 Juni 2007 @ 10:55 | Umum

SEMANGAT BERMAIN DALAM DESAIN PRODUK.

ikan kabel gadgets

Barang ini sepele, belum murah (sekitar Rp 30.000 — pantasnya sih Rp 5.000), lucu bentuknya, tapi fungsional*. Dia menjawab kerepotan kita dalam mengurusi kabel. Tinggal lilitkan saja kabel ke tulang ikan-ikanan, lantas masukkan ke dalam tas, dan seterusnya aman.

Penemu barang ini pasti orang kreatif. Dia paham kekonyolan orang modern yang ditempeli bermacam gadgets. Celakanya, yang namanya teknologi nirkabel itu belum memuaskan.

Maka dalam masa liburan ini periksalah tas Anda. Ada berapa jenis kabel? Berapa banyak yang berwarna hitam? Apakah karet gelang, atau karet hitam lebar pengikat dari pabrik, masih kuat?

Atau jangan-jangan Anda masih selalu memilin dan mengurai lalu memilin lagi kawat tipis berlapis pita plastik untuk mengikat kabel… Kawat yang makin lama makin keriting itu.

Bisa juga saat ujung kabel ditarik, ekornya masih tersangkut di kantong ransel, terjepit banda lain. Lebih merepotkan lagi saat cahaya lemah, padahal kabelnya hitam, tasnya hitam, bagian dalam tas juga hitam, dan Anda berkacamata hitam.

Tak soal dengan pilihan Anda. Sepanjang nyaman, ya lakukan saja. Memang, beberapa gadgets (dan kabelnya) menyediakan wadah atau kemasan terlipat yang kompak. Tapi bagi pengguna tertentu, itu bisa merepotkan karena tas menjadi cepat penuh.

Kelak ketika semuanya nirkabel, karena pengisian setrum bisa dilakukan dengan mengocok gadget (seperti pada arloji dan lampu senter), maka keribetan dalam menggulung dan mengurai akan berkurang.

Tapi segala keribetan itu ada asyiknya juga: memancing desainer produk untuk membuat barang pelengkap. Bahwa solusi akhirnya malah menjadi tambahan masalah, itulah tantangan.

Bacaan pelengkap, untuk main-main:
+ Velcro untuk kabel setrum laptop
+ Ikan wadah CD

*) Sayang tak dijual di warung dekat pangkalan ojek

Ada 25 komentar | trackback | Depan

#25

ronald | 05 02 2008 @ 5:24:56

wah desain nya keren..
saya boleh review di majalah saya yah oom..


#24

memo.blogombal » Blog Archive » Betul kan, Ada Versi Murmer | 13 09 2007 @ 13:58:03

[...] Nah, akhirya versi murah-meriahnya keluar juga di pasar. Penggulung kabel earphone @ Rp 5.000. Kudapat di toko serba-goceng. Kalau dijual di bus kota atau KRL mungkin cuma Rp 2.500 - Rp 3.000. Ngapain juga beli mahal, enam kali lipat harganya? [...]


#23

Putra Daerah | 03 07 2007 @ 15:39:44

Wah, ameh tuku jane, neng kok isih larang ngono.


#22

pranala | 26 06 2007 @ 11:43:17

*JK Mode ON*
aya-aya wae..
*JK Mode OFF*


#21

roffi | 25 06 2007 @ 12:52:15

bikinnya gampang ga ya?


#20

dhany | 24 06 2007 @ 23:36:37

ha.. ha.. ha…
betul-2 kreatip
kere tur aktip…
waras pak puh, lama ndak sowan kesini..


#19

thya | 23 06 2007 @ 17:32:16

hmmm…
jadi, sebuah barang layaknya diberi penghargaan terhadap fungsinya atau bentuknya atau idenya yaah…


#18

RS Ngalam | 23 06 2007 @ 13:41:39

memang pakde, produk unik ‘biasane’ dateng dari ide orang unik juga..tapi sayang di indonesiah lom ada perusahaan yang menangani produk2 unik utk diciptakan..


#17

lantip | 23 06 2007 @ 12:43:59

selalu ada anak-anak dalam diri tiap orang dewasa

gak tau sapa yang ngomong gitu


#16

ephi | 23 06 2007 @ 11:20:24

Saya suka yang donat :D


#15

avianto | 22 06 2007 @ 22:21:02

Ide bagus, kreatif dan berbentuk lucu tapi fungsional, karena sederhana kalau di Indonesia pantasnya dihargai 5000 ya?

Hmm… menarik sekali “penghargaan” nominal akan sebuah ide kreatif.

Thanks atas “pencerahannya”


#14

Anang | 22 06 2007 @ 17:54:32

wah ide bagus tuh….


#13

mina | 22 06 2007 @ 16:54:45

wa…. keren :D dimana ya ada yang jual. kok di sini saya gak pernah liat?


#12

b0wo | 22 06 2007 @ 15:37:12

lho.lho.. ini bukan tempat CD ya? khan bentuknya ikan juga???? (ada dulu reportasenya di pakdhe juga khan??)


#11

Haris | 22 06 2007 @ 14:29:39

Di toko serba lima ribu kemaren saya liat kok yang harga lima ribu. Cuman cetakan plastiknya agak berantakan aja mesti dirapihin dikit..


#10

jaya | 22 06 2007 @ 14:27:41

Idenya kreatif dan susah untuk mencetuskannya. Pantas dihargai segitu idenya. Tapi kalo sudah “mass production” mungkin lambat laun bisa jadi murah :-”


#9

~Mas Kopdang~ | 22 06 2007 @ 14:07:51

asal jangan disalahgunakan sama tante-tante genit ya…
:)


#8

sluman slumun slamet | 22 06 2007 @ 14:02:31

ono-ono ae!


#7

anima | 22 06 2007 @ 13:26:20

barang bagus! setelah dipikir-pikir, di dalam tas ada 2 headset dan 1 charger. cukup membuat klenger


#6

tes | 22 06 2007 @ 12:43:07

kalao pake sisir yang di potong beberapa giginya?


#5

Pujiono | 22 06 2007 @ 12:11:25

bikin ndiri ajah. pake tripleks. bisa nggak, ya?


#4

firman firdaus | 22 06 2007 @ 11:49:32

iya, pernah liat nih…


#3

kenzhiro | 22 06 2007 @ 11:09:52

“Penemu barang ini pasti orang kreatif.”
Who..ho..hoo…memuji diri sendiri ya Paman?


#2

devie | 22 06 2007 @ 11:07:30

lucuuuu, tapi mahal kali.

nunggu versi PK5nya ahhh. atau versi “penjaja di bus”.


#1

mpokb | 22 06 2007 @ 11:05:54

yg warna merah jambu kok seperti jepit rambut aye dulu.. ini juga bisa dipasangi jepit rambut yak?