Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Parkir di Markas Polisi

Minggu, 24 Juni 2007 @ 01:28 | Komedi Indonesia

MARILAH KITA BELAJAR…

parkir di polda metro jaya

Namanya juga di kantor polisi. Maka karcis parkir Polda Metro Jaya, Jakarta, pun berisi pesan mulia agar warga mematuhi hukum.

Bahwa tak semua pemarkir membaca teks dalam karcis, itu pasti karena mereka suka menggampangkan masalah.

Tapi taruh kata mereka membacanya, lantas bingung sehingga tak kunjung membuka pintu mobilnya lantaran takut melepaskan sabuk keselamatan, itu pasti orang yang taat.

Soal kerusakan dan kehilangan, bukannya markas polisi adalah tempat paling aman, lagi pula tuan rumah harus melayani tamunya dengan menunjukkan tanggung jawab?

Wah, itu pertanyaan naif bin dogol. Abaikan saja. Sudah untung dikasih karcis.

Lantas bagaimana memarkir yang baik dan benar? Di pelataran Direktorat Lalu-Lintas sudah ada garis yang jelas, bahkan tanaman dan blok semennya pun dijadikan pembatas.

Bagi Pak Polantas itu bukan soal. Parkir di mana pun, secara bagaimana pun, itu kewenangan petugas. Memang sudah ada area untuk mobil operasional, tapi ini kan darurat.

parkir di polda metro jaya

parkir di polda metro jaya

Karena darurat, entah untuk soal apa, maka delta ujung taman pun digasak. Mobil patroli mundur, lalu srookkkkkk! Pak Polantas membuka jendela, menanya sekitar, “Nggak papa kan? Kena ya?” Yang ditanya, bukan polisiwan, menjawab, “Aman, Pak!” — lantas kembali ber-SMS. Penjawab lain malah memotret. Mereka itu sungguh mitra-polisi yang tanggap, bijak, dan lucu — tapi tak saling kenal.

Kalau saja delta taman itu runcing memanjang, dan Pak Polantas memakai mobil ber-ground clearance tinggi, misalnya double cab, pasti parkirnya lebih oke. Dengan catatan: tak ada tiang.

Ada 24 komentar | trackback | Depan

#24

Jual PABX / Call Center >> 0815 8518 1961 | 29 08 2009 @ 17.12.39

Salam kenal…


#23

Putra Daerah | 03 07 2007 @ 15.37.25

Ya jelas nggak masalah kalo mobilnya peok2, lha wong itu mobil punya negara je. Dengan kata lain, mungkin polisi tak bisa menjaga barang negara. Fuiihhh


#22

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Tanpa Polisi Tidur, (Semoga) Aman | 01 07 2007 @ 2.14.04

[...] Memang inilah Endonesah. Warganya hanya berkemungkinan patuh hukum jika ada polisi. Itu pun dengan catatan: polisiwannya juga taat hukum. [...]


#21

bimo | 26 06 2007 @ 19.08.41

kena lagi deh polisi. Polisi Militer? Paman Tyo kok dilawan!


#20

sluman slumun slamet | 26 06 2007 @ 14.09.20

parkir itu cuman “sewa tempat” aja kan?
ilang?
yo wis


#19

tukang ketik | 25 06 2007 @ 17.37.47

tulisannya liar, nekat dan kocak…


#18

dnial | 25 06 2007 @ 17.16.47

“Kehilangan dan kerusakan kendaraan bukan tanggung jawab pengelola”

Sek tha…
Trus kalo mobil kita ilang di parkiran kantor polisi, yang nyari siapa?


#17

kw | 25 06 2007 @ 13.01.58

polisi indonesia sih paman!


#16

Nofie Iman | 25 06 2007 @ 12.55.01

Lucu juga. Besok deh saya sempatkan main-main ke Polda. :)


#15

BARRY | 25 06 2007 @ 11.32.22

Darurat! mau boker kali ya :)


#14

bangsari | 25 06 2007 @ 10.01.10

wekekek. polisi kok meden medeni pengunjung. piye kuwi?


#13

johnherf | 25 06 2007 @ 8.52.14

karcis parkir boleh juga ‘kan ya, kalau ada sponsor pengiklan biar tambah bagus kertas dan tinta cetaknya awet?


#12

~Mas Kopdang~ | 25 06 2007 @ 8.30.38

Sei Pulisi dimanapun akan cenderung dibenci. Celakanya di negeri ini Sei Pulisi ada di mana-mana. Dari halaman mesjid sampe area panti pijit.. ;)


#11

galih | 25 06 2007 @ 7.41.41

Daruraat dan maha penting [tm] hehehe….


#10

Nna | 25 06 2007 @ 7.40.27

pengen deh sekali2 negur polisi yang suka se-enak2nya… :D


#9

dhany | 24 06 2007 @ 23.40.38

makanya jangan parkir sembarangan..
masih mending
daripada karcis parkir di isi iklan mobil seken


#8

iman brotoseno | 24 06 2007 @ 23.13.14

biasanya kalau mobil lagi ngendon atau di kantor polisi, malah pelek dan tape mobil suka ngilang..


#7

rezayazdi | 24 06 2007 @ 14.05.48

Hahhahahaha
Pak De, kalau tempat paling aman adalah di kantor polisi, mmhhh…. heheheheheh….


#6

-tikabanget- | 24 06 2007 @ 11.57.55

wakakakakk..
sebenernya, punya dendam sama polisi mana tho paman?


#5

Putu Alberto Lee | 24 06 2007 @ 11.25.53

Wah… nadanya makin kesini makin sinis nih :). Getting older?

“Wah, itu pertanyaan naif bin dogol. Abaikan saja. Sudah untung dikasih karcis.”


#4

Hedi | 24 06 2007 @ 9.48.20

Itu polisi ngimpi apa kok ketemu blogger. Jadilah bahan posting :D


#3

dsp | 24 06 2007 @ 9.36.08

Foto Bunganya indah …


#2

Mamat | 24 06 2007 @ 8.22.00

Polisi kita emang ‘nggemesin’. Bahkan kita tetap jengkel ketika ditilang, meski jelas-jelas nggak bawa SIM.


#1

fahmi! | 24 06 2007 @ 4.00.07

hahahaaa… LOL! asik, aku suka posting ini paman. btw paman ke markas pulisi ngapain? nebus sim yg kena tilang? :p