MENGENANG PANCARAN SINAR PETROMAX.

cd orkes moral pancaran sinar petromax

Kacamata hitam. Kemeja putih berdasi kupu. Sangat ndesit bin katro. Itulah ingatan yang muncul di benak saat menemukan CD Kompilasi Lagu-lagu Terbaik Orkes Pancaran Sinar Petromax di sebuah toko.

Tafsir saya bisa salah bahkan ngawur — maka silakan Anda koreksi. Tapi itulah kesan yang saya petik dahulu tentang PSP: berdangdut untuk ndagel sekaligus meledek.

Dangdut ala kampus

Saat itu, menjelang akhir 70-an, dangdut belum begitu diterima luas oleh semua kalangan. Citra dangdut yang kampungan, mewakili kelas bawah, masih sangat lekat. Kalau sekarang sih boleh masuk world music hahaha…

Lantas sekelompok mahasiswa UI — sebagian di antaranya adalah personel Chaseiro — mengemas dangdut cengengesan (saat kampus dikepung militer?) sampai akhirnya muncul di TVRI dan masuk studio rekam. Anak-anak sekolahan yang gedongan itu berdangdut. Sys N.S., dan juga JSOP (serta alumni UI), lebih tahu riwayatnya.

Di mana ndagel dan ngeledeknya? Lihat saja pilihan nama, yang meminjam gaya orkes melayu. OM menjadi “orkes moral” (sangat mahasiswa!). Lantas nama yang memakai “pancaran”, yang generik di kalangan orkes melayu, diambil dan digandeng dengan “sinar petromax” (lampu rakyat).

Gaya busana panggung juga meniru gaya orkes melayu yang sering membawakan dangdut dan gambus. Itulah dasi kupu-kupu dan rompi. Adapun kacamata hitam, tampaknya hanya tambahan supaya lebih lucu.

Bagaimana dengan lagu? Selain My Bonnie dan Hello Dolly — lagu orang kota — yang didangdutkan, ada pula lagu Fatimah. Dalam kemasan versi kaset album, selalu ada dialog di antara lagu. Dialog anak sekolahan kota besar, lengkap dengan bahasa prokem saat itu, yang tak mewakili “komunitas dangdut”.

Cara menyanyikannya? Ya suka-suka — tapi pas. Kalau perlu disengau-sengaukan untuk mewakili dunia banci. Tidak terlalu dangdutlah. Bahkan dalam dialog dulu sempat muncul tanya siapa itu Fatimah, apakah dia anak pesantren.

Bukan untuk dangduters?

Saat itu, sejauh saya ingat dan tangkap, kalangan pecinta dangdut di sekitar saya tak menyambut hangat rekaman PSP. Mobil Colt omprengan tak memutarnya. Begitu pula stasiun radio dangdut. Mereka lebih suka pedangdut tulen dari (Rh)Oma Irama, Elvy Sukaesih, sampai A. Rafiq. PSP adalah ledekan oleh kelas menengah urban.

Album PSP kayaknya lebih beredar di kalangan non-dangdut yang mengapresiasikannya lebih sebagai humor. Penuh semangat hahahihi (apalagi ada Warkop segala), baik saat memutar maupun saat memainkannya dalam genjrengan kongko-kongko. Ada alasan untuk tidak malu kalau ketahuan berdangdut — lha kan cuma lucu-lucuan.

Sekali lagi bisa saja tafsir saya salah bahkan ngawur. Tafsir terhadap situasi saat itu, ketika jejak liputan yang mengutip BS, musisi Bandung, di majalah musik Top 1975/76, bahwa “dangdut itu tai anjing”, masih berbekas.

Dari sisi jurnalistik saya kurang paham peta masalahnya. Apakah lontaran itu muncul dalam wawancara atau sekadar obrolan musisi dengan wartawan yang meski seakrab apapun tidak boleh begitu saja dipublikasikan? Saya juga lupa bagaimana persoalan yang menyinggung perasaan musisi dangdut itu akhirnya dicairkan.

Pencomotan contoh — ya, liputan tadi — bisa saja salah karena saya tak menyimpan dokumentasinya. Mereka yang rajin mengkliping mungkin bisa mengoreksi saya.

CD ini untuk siapa?

Dengan segala tafsir dangkal — yang bisa salah bahkan ngawur itu — atas nama pemahaman terhadap konteks zaman, maka saya ingin tahu satu hal. Apa?

Bagaimana penerbitan ulang rekaman PSP ini akan diapresiasi, terutama oleh pecinta dangdut.

ALBUM: Kompilasi Lagu-lagu Terbaik • ARTIS: Orkes Pancaran Sinar Petromax & Warkop • LABEL: Royal Prima Musikindo • TAHUN: 2007 • HARGA: Rp 25.000

 

23 Responses to Berdangdut untuk Meledek

  1. ghea poerwa INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    sy pny komplit album kaset pita psp….minat 085659944344,tengkiyu

  2. Abu Ayaz Mozilla Firefox Windows says:

    waduh, keren eeuy…
    maaf, Saya lagi nyari mp3 lawakan PSP plus diselingi lagu dari album PSP yang cover kasetnya ijo ada gambar petromaknya (bukan CD seperti di blog ini),
    Kira2 ada gak ya yang udah upload mp3 isi kaset tsb secara full?.
    Soalnya, hampir semua uploader cuma meng-upload lagu2nya. Tapi lawakannya di buang.
    Sayang sekali, di dunia internet yang segini luas, ternyata susah banget nyari materi lawakan PSP yang album cover
    kaset ijo tsb.
    Adapun kalau cuma mau download lagu2nya, udah banyak link yang nyedia-in…hehe
    Padahal kan lawakannya juga lucu, diselingi lagu2 seperti Kidung, Ogah ah, Dendang PSP, Manusia, My Bonnie, Gaya Mahasiswa, Fatimah, Drakula dan Halo Sayang.

    Tiap saya mencoba download lawakan PSP, pasti isinya salah mlulu.
    Belum pernah nemu isi yang bener, yang sesuai dengan Kaset cover ijo tsb.
    Kalau kira2 ada yang tahu alamat link download PSP yang full satu album kaset tsb, boleh minta dong alamat
    downloadnya.
    Atau bisa email saya di : abuayaz2010@gmail.com
    makasih sebelumnya.
    siiip dah…..
    Abu Ayaz recently posted..APA HUBUNGAN ANTARA VALENTINE DENGAN ROMANTISME

  3. phb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    sekedar informasi PHB sudah mengeluarkan album barunya yang ke 3 berjudul modal dengkul..info selengkapnya bisa dilihat di http://orkesphb.multiply.com

    thanks!

  4. Nugroho Wahyu Utomo INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Melihat dari kostumnya: dasi kupu dengan rompi, bukan menunjukkan gaya berpakaian orang ndesit atau katrok. Penyanyi Chrisye saat masih mencabik-cabik bas elektricknya di panggung Aneka Ria Safari TVRI Jumat tanggal 4 November 1983 menyanyikan lagu “Romeo & Juli 83″ juga mengenakan busana semacam itu namun tanpa kacamata hitam, tetapi menurut saya tidak katrok, karena Chrisye banyak digemari kalangan elite (gedongan). Ciri khas busana musisi dangdut adalah lengan panjang dengan posisi pangkal dari lengannya dekat pergelangan tangan selalu melebar dan kainnya selalu mengkilap. Itulah gaya busana musisi dangdut hingga kini. Namun busana semacam itu tidaklah pakem bagi musisi dangdut. Buktinya, penyanyi A Rafiq malah berani mengenakan busana ala Elvis Presley, atau Rhoma Irama yang selalu bergaya rocker karena musiknya memang hard rock dangdut alias Deep Purple campur dangdut.
    Namun yang menarik dari komentar bapak, musik dangdut saat itu memang masih menjadi bahan ledekan masyarakat gedongan, kalau boleh saya tambahkan, warga PSP mencoba membuat pendekatan musik dangdut dengan gaya khas anak UI yang saat itu banyak anak gedongan menjadi mahasiswa di sono. Kebetulan Rizali Indrakusuma alias Rozali (yang juga personel Chaseiro bareng Omen Sontani) adalah anak pejabat (saya lupa jabatan bapaknya apa, pokoknya pejabat, anak gedongan lah). Disini bisa menjadi bukti bahwa PSP ingin mengajak orang gedongan yang saat itu getol menyimak lagu-lagu barat macam The Beatles, The Rolling Stones, Deep Purple, Led Zeppelin, Genesis, Yes, ELP, dan lain-lain, agar mau menyimak musik dangdut dengan lirik lebih kritis tetapi dikemas humor. Makanya ada lagu My Bony milik Tony Seridan & The Beatles yang dibuat ala haway dan dangdut, atau lagu Hallo Darling milik Frank Sinatra yang dimedley dengan lagu “Hello Sayang” nya Ida Royani. Dan yang perlu digaris bawahi, anak-anak PSP ini yang pertama kali menyebut kata Slank….yang kemudian dipakai nama grup musik asal Potlot, namun entah ada hubungannya nggak (bisa ditanyakan ke personel Slank nya).

    NWU

  5. nicole ritchie dui…

    Man i just love your blog, keep the cool posts comin…..

  6. Basic, Asah+Asih+asuh.
    Menjawab untuk sikologi Pujo Lasih.
    Sikologi perlu dimaknai bersama, A3 dangdut juga budaya, …………..
    Kenapa tidak , semua itu kelihatan kok, hiburan , fres from P+ Njedandu,
    His ok!!!

  7. Kebetulan minggu kemarin saya baru beli CD PSP. Asyik, akhirnya nemu juga musik yang udah langka ini. Udah lama banget nggak pernah denger lagu2 PSP. jadi inget waktu jaman saya masih SD.
    Saya inget dulu ada rekaman “lawakan” mereka. Lucu abis. Sekarang masih bisa nemu rekaman lawakan tsb nggak ya?

    Guntur

  8. Ivanza INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    selamat siang atau sore mas…wah saya baru liat album ini..soalnya album kami sama seperti yang memproduksi PSP…saya setuju dengan bukan unutk dangduters..walau teap kalo band kita juga dianggap dangdut oleh kaum awam…kebetulan kami juga InsaAllah mau kolaborasi dengan PSP, kebetulan kita sudah bertemu dengan trio kodok (Oom monos, rojali dan Ade)…doakan saja…thanks for all information…

  9. tito INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    @pak’e tito: tumben komennya rada cerdas pak, tapi masih bisa salah tafsir

  10. pak'e tito INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    selain memperkaya khasanah dangdut, sebenarnya PSP fenomena aliran aneh. Kalau digolongkan kritikus, maka PSP harusnya menguasai materi dangdut. Celakanya kecakapan musik mereka sangat jelas bukan di dangdut, suling, kendang, gitar meraung ala richie blackmore (DP). Kalau ada waktu senggang coba dengar kembali kaset Chaseiro yang 6 (enam) volume itu, PSP jadi proyek laboratorium CHANDRA Darusman yang mengusung Latin mengawali a capella Indonesia!

  11. laksono INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    saya mungkin mewakili generasi yang berbeda, walo terasa aneh dan jadul bin katro tur ndeso saya bisa menikmati musik PSP, kebetulan kemarin denger fatimah dll. tapi baru tahu kalo ini masuk kategori musik dangdut :D

  12. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    sekarang nang ndeso lampu petromax dah diganti mercury…

  13. thya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Kenapa ya dangdut jadul sama dangdut masa kini terasa beda…

  14. Mamat MALAYSIA Mozilla Firefox Windows says:

    Dangdut adalah napas hidup yang langsung diusung dari kenyataan. Ia bisa menyanyikan apa saja, tak seperti yang lain. Hidup terlalu luas jika harus dibekap dengan ‘penanda’ atas dan bawah.

    Perbedaannya tipis. Bahkan Jazz yang dikatakan musik ‘kelas’ tinggi itu pada awalnya adalah musik kaum kulit hitam di negeri sana yang direndahkan. Masih kita dengan pongah kita mengatakan lagu dangdut sedikit yang saya suka dan ribuan yang lain yang tidak saya suka. Mengapa harus dikatakan? Kenapa tidak diam? Agar orang yang menikmatinya tidak merasa Anda telah menikamnya dengan mulutmu yang manis?

  15. hardjo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tak selamanya.. mendung itu kelabu.. nyatanya.. hari ini…. dst
    walah lagu ‘plesetan’ tsb masih nempel banget di ingatan pak puh, padahal waktu itu saya masih kathok cekak tanpa sepatu saat itu lho. bagusan jadul kayaknya untuk diingetin yak, dibanding lagu-lagu sekarang yang cuma cinta wae

  16. Dangdut,
    sejatinya bukan sekadar musik biasa. Bukan pula seperti sejarah blues yang meraung-raung atau jazz yang penuh cerita. Dangdut hanyalah semata-mata irama hidup. Berjalan apa adanya. Bisa untuk mencari makan, sensasi dan aktualisasi diri. dangdut tak pernah seruwet yang lain..

    ringan dan merenyahkan kenyataan hidup..

  17. Qky INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    “dateng ke kampus bawe buku tebel-tebel…” hehehe dulu waktu SMP ngetop nih, Oom… Dulu sempet hafal dan sering genjrang-genjreng di tongkrongan… oh, ye ada pelemnye juga Oom… I love OMEN

    btw, waduh ane udeh ilang tuh kasetnye… Oom, kok, nemu aje, sih…

  18. Patrick INDONESIA Flock Windows says:

    Pertama kali lihat di toko musik di Blok-M, tanpa berpikir panjang, CD ini langsung saya beli.
    Mungkin, memang tidak dimaksudkan untuk kalangan pedangdut, mungkin lebih ke arah banyolan anak mahasiswa. Karena dulu, waktu pertama kali dengar, saya masih di bangku kuliah, dan candaan mereka sangat kena untuk ukuran anak kuliahan… :)

  19. Lita INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    Walah, ada kompilasinya toh. Saya malah baru tahu, padahal sudah lama punya koleksi lagunya. Dan ternyata ibu kenal juga sama PSP :D

    Sedikit lagu dangdut yang saya suka, di antara ribuan lainnya yang tidak saya suka. Semata karena ngga ‘cengeng’ atau ‘lenje’ (seperti stereotip lagu dangdut) :D

    Yang lain lagi -yang saya juga suka- adalah PHB (Pemuda Harapan Bangsa), yang terinspirasi oleh PSP.

    “Beli baso, di pinggir jalan.
    Di mas Parto, langganan eke.
    Eke suka sama baso, karna baso wetjeh sekali.
    Baso bulet lucu sekalski, seperti eke… lucu juga la yey!”

    atau…

    “Mahasiswa rantau makan tak teratur.
    Senen makan, Selasa puasa.
    Rabu ngutang, eh Kamis dibayar.
    Jumat lapar, Sabtu ngutang lagi.”

  20. Hedi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Asyik nih, isinya lagu lama mereka atau ada yang baru juga? Lebih seru, saya cek sendiri aja deh :D

  21. lenje UNITED STATES Mozilla Firefox Windows says:

    Wah, pas banget ya (postingannya)? Di multiply baru ada yg bikin account khusus PSP (entah semangat nostalgia atw nostalgila), yang menampilkan foto2 personil PSP dulu dan sekarang. Salah satu personilnya, Rizali aka Rojali, malah masih aktif main2 frenster, rajin ngisi billboard — teteup konyol, dan lupa umur :p.

  22. Anang INDONESIA Opera Windows says:

    hidup dangdut…

  23. dsp QATAR Internet Explorer Windows says:

    Namanya pernah denger, tapi lagunya saya ragu apa pernah denger juga ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.