MENGUJI KEDEWASAAN PARA PENGENDARA.

Polisi tidur adalah potret kekonyolan Endonesah. Dari pilihan nama saja sudah lucu — tapi efektif. Siapa juga yang mau melindas dengan kencang polisiwan yang sedang tidur? Kalau dia tidur terus sih ndak masalah. Lha kalau bangun lalu mengejar?
Memang inilah Endonesah. Warganya hanya berkemungkinan patuh hukum jika ada polisi. Itu pun dengan catatan: polisiwannya juga taat hukum.
Apa pun namanya — dari polisi tidur sampai polisi nungging (saking tinggi dan terjalnya) — brenjulan pengejut itu merupakan batas akhir ketidakberdayaan warga terhadap pengabaian peraturan maupun sopan-santun berlalu-lintas.
Daripada repot harus meneriaki setiap pengendara yang suka ngebut, lebih baik memasang upaya pemaksa pasif. Sayang tak semua orang bisa dipaksa.
Hanya pengendara sopan, apalagi mereka yang mobilnya ceper dan memperbesar velg menjadi dua ukuran di atas standar, yang akan menghormati polisi tidur.
Sampai di sini persoalannya jelas. Nah masalah jadi membingungkan ketika warga perumahan pemasang brenjulan, setiap melewati kompleks lain, justru akan ngebut. Di kandang sendiri menuntut orang lain jinak, tapi di kebun binatang lain malah ikut liar.
Saya tak tahu seberapa efektif ajakan warga sebuah perumahan di Bandung ini agar setiap pengendara berlaku dewasa: tanpa polisi tidur pun tetap pelan.
Sebagai eksperimen kehidupan sipil, ini patut dihargai.







cheri | 19 12 2007 @ 8.51.16
polisi tdr????
klo motornya gede g masalah
la klo mio,, duh dipantat sakit weee
adanya polisi tidur itu menunjukkan bodohnya org indonesia, klo g ad pol tidur psti ngebuttt
kyky bkn pol tidur yg hrs dibuat, tp moral kita yg harus di perbaiki
iman nugraha | 05 12 2007 @ 18.33.33
Hmmm…ide bagus tp apa efektif? Semoga aja deh bisa mencegah orang pada ngebut…Salam!
Polisi tidur « Boediarto’s Weblog | 03 12 2007 @ 9.56.36
[...] Tyo [...]
dodse | 27 09 2007 @ 23.28.43
pura pura gak tau aja deh… :D
IT, Translation, Pregnancy & Parenting Polisi Tidur « | 08 08 2007 @ 13.00.23
[...] Polisi Tidur Agustus 8th, 2007 — Arief Fajar Nursyamsu Membaca tulisan BR di sini dan Paman Tyo di sini, saya hanya membenarkan dan setuju jika polisi tidur illegal juga dibabat habis. Membuat saya tidak bisa ngebut.. heheheh [...]
the sandalian | 07 08 2007 @ 13.35.41
saya pernah melewati kawasan bebas polisi tidur di sebuah kampung, namun disertai tulisan besar di spanduk berbunyi “Ngebut Benjut!” dan gambar sebuah sabit dengan warna merah menyala :D
b0wo | 05 07 2007 @ 11.50.41
buat #18 istilah polisi tidur di luar negeri juga ada seperti di jerman namanya “schlafenden polizist” atau ya artinya polisi tidur….eh iya pakdeh di indonesia ada juga istilah polwan tidur (yang bentuknya bukan muncung tapi “njeglog”)
Putra Daerah | 03 07 2007 @ 15.54.20
Baru2 ini Dinas PU Solo mendata polisi tidur yang ada di Solo, konon mau diadakan “penataan”.
-tikabanget- | 03 07 2007 @ 14.59.15
di luar negri ndak ada pulisi bobok tho, paman?
bumisegoro | 03 07 2007 @ 12.44.31
persis di depan rumahku juga dipasang poldur. Inisiatif sapa juga aku ga ngerti karena ga diajak omong. cuma dapet omelan dari ojeker…
Abi_ha_ha | 02 07 2007 @ 21.15.12
Di komplek saya di Bandung, entrancenya berupa jalan lurus menanjak, mulus tanpa pol-dur. Di ujung akhir ada pos hansip.
Nah… kalo ada yang ngebut dari ujung awal, ketika di lewat pos, nasib paling baik disiram air atau kopi. Nasib agak kurang baik, dilempar teh botol. Nasib tidak baik ya distop lalu dikampleng. (tapi ya dilihat-lihat dulu siapa tau oknum aparat ya monggo wae he he he)
anechnyanech | 02 07 2007 @ 18.43.26
yup..indonesia bgt..kenapa y qta tu patuh klo da yg ngatur…dimana sich salahnya..pa salah yg ngatur..pa salah qta tinggal di indonesia..ato klo qta patuh malah dibilang..anech lo…:shifty:
thya | 02 07 2007 @ 16.24.15
kawasan ini pasti jadi favorit anak2 ABG yang kalo sore mondar-mandir belajar motor
hehehe…
guntur | 02 07 2007 @ 10.42.11
Ketigabelaxx!
Anda Masuk Kawasan Bebas Polisi Tidur ( Polisinya melek semua dan galak-galak ).
laksono | 02 07 2007 @ 10.12.10
menurutku polisi yang baik ya cuma polisi tidur deh :D gak neko-neko….
*kabur* takut dikejar pak pulisi
~Mas Kopdang~ | 02 07 2007 @ 10.01.52
keren..! salah satu upaya mewujudkan masyarakat madani..!
Qky | 02 07 2007 @ 9.01.29
“ANDA MASUK KAWASAN BEBAS POLISI TIDUR.
AWAS NGEBUT… GOLOK MELAYANG”
hehehehe
dhany | 02 07 2007 @ 5.43.26
sekarang tambah banyak polisi leyeh-leyeh (brenjulannya kecil) yang dipasang sebelum rek kereta…
kayaknya udah jadi proyeknya Dephub.
sawung | 01 07 2007 @ 23.35.35
wah ngumpul2 ditempat neo-omnu ga bilang bilang. Om budi sama tante iit tak ngajak2 pulak.
IndraPr | 01 07 2007 @ 21.53.10
Di Singapura juga banyak jalan — terutama yang dekat daerah perumahan — yang dipasangi polisi tidur (istilah kerennya: hump), untuk kontrol kecepatan. Dipasang secara legal oleh LTA (otorita transport-nya Singapura). Jadi memang ada fungsinya.
Mungkin kalo di Indonesia, banyak polisi tidur yang dipasang secara ilegal oleh masyarakat sekitar (bukan oleh polisi atau DLLAJ), jadilah potret kekonyolan. :) Apalagi poldur yang dibikin tinggi atau tajam, tanpa standarisasi.
BARRY | 01 07 2007 @ 19.58.10
Bagaimana kalau ditulis: “Hati-Hati Anda Memasuki Kawasan Banyak Anak-Anak Kecil Yang Berlarian. Awas Menabrak Salah Satu Dari Mereka. Hukuman Amat dan Sangat Berat” Mungkin bagi mereka yang punya anak akan pelan jalannya.
kw | 01 07 2007 @ 14.46.42
hebat. kayaknya memang harus ada yang memulai, apapun hasilnya. salut sama penghuni perumahan
Priyadi | 01 07 2007 @ 11.15.29
cimahi itu bandung coret :).
tapi kalo di bandung, bikin polisi tidur tanpa izin itu ilegal
Anang | 01 07 2007 @ 11.03.07
ya kasihan polisinya.. kalo ketahuan tidur pasti langsung ditilang sama atasannya… boleh tiduran waktu kerja maksimal 15 km dari rambu2 ini…. kalo kita sih bebas aja… kan bukan pulisi
dsp | 01 07 2007 @ 7.01.44
Mungkin harusnya ditulis POLISITIDUR, sebagai idiom baru, yang memiliki arti kata baru, jauh dari arti kata POLISI dan TIDUR.
Anang | 01 07 2007 @ 6.30.08
kasihan polisinya ya…..