Awas! Kendaraan Militer!
MESTINYA SETARA DENGAN “AWAS DAERAH SEKOLAH!”
Kurangilah kecepatan, dan tingkatkanlah kewaspadaan, jika Anda melintasi sekolah, pasar, dan rumah ibadah pada jam tertentu. Itu keharusan yang lumrah kan? Semata demi keselamatan bersama, yakni para pengguna jalan.
Tanpa harus diterangkan berlama-lama, setiap pengendara mobil maupun motor sadar bahwa ketidakhati-hatian bisa menjadikan mereka menabrak orang. Dengan catatan: risiko terpahit lebih banyak pada yang tertabrak.
Bagaimana jika menyangkut wilayah yang berambukan “Awas! Keluar-masuk kendaraan proyek!”?
Semua pengendara paham, proyek yang termaksud adalah proyek fisik yang melibatkan kendaraan besar dan berat. Bukan proyek penyusunan ensiklopedia, begitulah. Artinya risiko penabrak lebih pahit.
Kalau jalan yang dekat kompleks militer? Soal ini sudah lama menyusup ke dalam lamunan saya. Sepeda atau otoped dinas serdadu (misalkan ada), motor operasional bintara, jip inventaris untuk perwira, dan tentu juga panser, itu juga kendaraan militer. Artinya tingkat risiko penabrak bisa berbeda karena sepeda tak sekeras panser.
Kebetulan kemarin sore saya berkesempatan memotret rambu pengganggu lamunan itu. Tepatnya di Jalan Ksatrian, eh… Jalan Jenderal Ahmad Yani, daerah tangsi, Salatiga.
Serampung menjepret ada suara tabrakan. Saya menengok. Bukan tabrakan keras. Cuma dua sepeda motor beradu dalam kecepatan sekitar 20 km/jam. Yang satu barusan keluar dari tangsi (kebetulan terjepret), dan pandangannya terhalang mobil parkir. Yang lainnya sedang melintas, juga terhalang mobil yang sama.
Tukang parkir sigap membantu si pelintas untuk menegakkan motornya. Lantas kedua pengendara menepi. Saya tak tahu apa yang mereka percakapkan. Orang-orang merubung. Lalu datanglah seorang provoost. Temannya menyusul.
Sang provoost menengahi. Lalu menepuk-nepuk bahu si pelintas. Kemudian urusan selesai.


Jelas sudah maksud rambu itu. Kalau ada tabrakan di jalan dekat kompleks tentara, bakal ada serdadu yang turun tangan. Moral cerita yang garing, kan?
Bonus:
+ Cerita lain seputar kendaraan militer
+ Cara parkir Pak Polisi
23 Responses to Awas! Kendaraan Militer!
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Dering Telepon Landline February 10, 2012Suatu hari fixed-line kantor berdering berkali-kali. Mirip kantor betulan! Binis adalah krang-kring. Seperti dalam film lama. Tetapi kini orang kantoran makin sering berponsel. Langsung ke tujuan. Tarif lebih murah. Di rumah pun telepon kabel tak seaktif dulu. Selain untuk memesan gas dan air galonan, telepon untuk interlokal. Mungkin semakin jarang keluarga […]antyo
- Dering Telepon Landline February 10, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 glennypy6 (Glenny Jonathan)
- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 hollowayzr4 (Holloway Wharton)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Jakarta itu Luas, Sayang
November 1, 2006 by AntyoAPAKAH ANDA BISA JADI KURIR?
Lowongan di iklan baris Kompas ini sederhana. Tak menuntut syarat berat. Asal punya SIM C, punya sepeda motor (lho mestinya disediakan oleh juragan), dan kenal jalan — termasuk jalan tikus — pasti bisa jadi kurir.
Eits, nanti dulu. Bukan jaminan bahwa orang “asli” Jakarta mengenal kota ini dengan baik. [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





harusnya
AWAS PELURU NYASAR
Pancene wartawan ki, lha wong liburan kok yo tetep dapet hot news yang on location kayak gini, to Pamane..:-))
kapan yah.. suatu saat ada rambu-rambu “awas!! Ada Kunderemp galak!! ” :p
mantap! momen luarbiasa sudah sampeyan abadikan..
tapi, pam.. srempetan bukan gara-gara kewaspadaan militer ngliat sampeyan yg lagi moto-moto to? :P
wooo, pantes saya dikunjungi Paman. Dek Tito rupanya menyebut saya :p hihihi…
comment ah….
mestinya setara dengan “awas, ada anjing galak!”
mbak benci militer sudah ke sini?
Ah, negeri mana pun percaya bahwasanya kendaraan militer itu selalu saja menyusahkan dan menyesatkan.
Masih ingat salah satu episode dari serial Mr. Bean? si Mungil mobilnya terlindas Tank yang berparade?
Padahal mereka lupa, kendaraan sipil jauh lebih raksasa. Lihatlah mobil pengeruk hasil bumi buatan komatsu atau caterpillar yang ban-nya segede Gaban.
“Pral, sampeyan arep ngajak aku tubrukan? yo monggo..!”
Militer?! Mereka yang membunuh saudaranya sendiri di Pasuruan baru-baru ini?
Gaya bicara militer khas, tak perlu banyak bacot. Sekali menyalak, persoalan selesai.
Urusan cepat selesai. Tak seperti kita, yang harus berbusa untuk meyakinkan satu sama lain agar segala persoalan harus diselesaikan dengan keadaban, bukan kekerasan.
Foto berita aksi militer bernilai berita tinggi. Peristiwa demi peristiwa bisa menjadi rangkaian ide cerita sinetron, cerita pendek, atau novel. Jargon atau tagline “Awas! Kendaraan Militer!” meski itu jadi cerita masa lalu, tetap relevan pada saat ini. Mengganggu proses berpikir, melanggengkan “kekuasaan” militer, meski kibor komputer lebih tajam daripada “kekuasaan” militer.
Semua pengendara paham, proyek yang termaksud adalah proyek fisik yang melibatkan kendaraan besar dan berat. Bukan proyek penyusunan ensiklopedia, begitulah.
Paragraf ini membuat saya tersenyum selama 10 detik, lucu.
aturan lalulintas memang ada pengecualian untuk yang “berseragam”
halah !
gemblung. mentang2 punya pistol. di mana2 juga yg jalan lurus dikasih prioritas daripada yg belok..
wah pertanyaan saya nih paman,
pada saat kejadian paman berada dimana?
koq hebat laporan reportasenya.
di jalan buah batu, bandung, dahulu ada rambu, hati-hati 200 m kantor polisi.
sayangnya yang keluar bukan kendaraan militer, cuman orang, hehehe
Pakdhe, kenapa di keluar masuk komplek militer gak ada yang yang pasang rambu :”Hati-hati keluar/masuk kendaraan sipil”
Jelas maksutnya tho Pakdhe? Kalau terjadi tabrakan, massa sipil akan turun tangan ^_^
kendaraan militernya tank dan panser kali ye….
wah reportase yang memukau, berada pada situasi dan saat yang tepat. Analisa gw: si pengendara motor yang berhelem hijau patut diduga “keluarga besar militer”, dan well adegan menepuk2 bahu rekan lain mengindikasikan “sudah lupakanlah ‘dik’ baik2 saja ya” (hal serupa lebih berarti jika kerugian ada di pihak ‘adik’ kita)
waakkakakk..
kalo ditepuk tepuk sambil ngasi duwit gimana ituh, paman..??
“Yang satu barusan keluar dari tangsi (kebetulan terjepret), dan pandangannya terhalang mobil parkir. Yang lainnya sedang melintas, juga terhalang mobil yang sama.”
Mobil siapa kah itu?
Ini menurut saya termasuk gombalan Pakdhe yang paling top.
Selesai mbaca masih ada yang tersisa di pikiran.
Alinea “Jelas sudah maksud rambu itu. dst.” menutup narasi foto-foto dengan ngampleng sekali.
Markotop pancen pakdhe ini.
militer, militer…
masih tetap sama saja di berbagai tempat dan jaman…
buat pak kere kemplu’, jujur saya sangat menyukai gombalan-gombalan sampeyan sejak awal2 kuliah.
kapan ngeluarin blog utk ngresensi buku2 lawas?? saya ada bbrp buku yg mungkin bisa dimasukkan
peraturan lalu lintas di indonesia tidak setegas di luar negeri ya… kalo di luar peraturan berapa kecepatan maksimum selalu ketat dijalankan… tak perduli selebritis pulisi bahkan presiden kalau melanggar ya dihukum…..