DI MANAKAH BATAS BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN & PENGUSAHA?

mapolresta salatiga disponsori pengusaha

Saya risih ketika mendapati papan penunjuk markas polisi dan pos polisi dibuatkan oleh sponsor. Untuk kasus Salatiga, itu dibuatkan oleh Djarum, produsen rokok.

Saya perokok tapi menoleransi kaum antitembakau. Saya sangat mendukung upaya kumpeni dalam pemasaran, sebab jika produknya laku maka dia bisa mengupah buruhnya dan memberi lebih kepada masyarakat.

Saya sering mendengar bahwa dana operasional polisi — dan bahkan gaji resmi polisiwan — itu tak memadai. Tapi sebegitu miskinnyakah polisi sehingga untuk membuat papan nama berupa kotak neon pun harus diongkosi oleh pihak lain?

Membantu, menyumbang, atau bermitra, atau apalah, berarti memberi. Setidaknya menanamkan utang budi. Maka dari kacamata pemberi sah saja jika suatu saat dia minta perlakuan khusus.

“Kendaraan operasional, gue yang sediain. Bangun gedung, gue yang bantu. THR, gue juga yang ngasih. Wajar dong kalo gue minta pengertian,” begitulah kira-kira yang saya nyatakan jika saya berposisi sebagai penyumbang polisi.

Begitu kuatnya saya sehingga — ini hanya misal, lho — anak buah saya, yang memimpin penyerbuan ke kantor majalah, pun punya akses ke petinggi polisi cukup via ponselnya, bahkan itu ditunjukkan ke polisiwan rendahan.

Ketika anggaran dirasa cupet, dan kesejahteraan pegawai diyakini rendah, maka godaan setiap instansi (tak hanya polisi) untuk bermain dana taktis, meraup penambal dari bisnis, dan kutip duit dari sana-sini, akan sulit dilawan.

Celakanya kalau kebiasaan itu kadung melekat, padahal anggaran sudah ditambah, dan gaji jadi dinaikkan, maka angka yang dimainkan juga membesar.

Maafkan saya jika terlalu jauh berandai-andai, penuh prasangka pula. Tapi mumpung masih dalam suasana Hari Bhayangkara — sampai kemarin beberapa kantor polisi masih mementaskan musik — izinkanlah saya menyampaikan ucapan selamat dalam cara saya. Cara gombal. Saya kan (juga) cinta (dan butuh) polisi. Bener lho, Ndan! Lapan anem! Gombal dua silakan masuk!

mapolresta salatiga disponsori pabrik rokok

 

21 Responses to Polisi yang Tertaja

  1. [...] Aug 2nd, 2007 by annots Kasus seperti ini sudah pernah diulas oleh paman tyo yang risih dengan adanya papan bertajuk Kantor Polisi tapi terpampang juga merk Rokok dibawahnya, atau lebih dalamnya pama yang satu ini membahas tentang etika beriklan atau dalam konteks kerjasama.   Untuk mendukung tulisaan Paman Tyo, ternyata sudah sampe Jogja model-model iklan seperti ini.  Seperti di bilangan Condong catur ini. [...]

  2. [...] Oleh-oleh patroli gombal: + Papan nama kantor polisi buat jualan + Cara parkir ala polisiwan di markasnya [...]

  3. Ini tak hanya terjadi di negri ini Paman.. Para polisi yang despert ada juga di Ohio yang jual space iklan di mobil dinas polisi. Baca disini.
    Baca juga komentar ke-2 postingan tsb, “So we spend 2.1 billion a week in Iraq but we cant pay for a police cruiser in our backyard?” hahaha…

  4. kwak kwik kwek INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Buwat para ponakan si paman, taja itu = iklan, nak….:-))

  5. kwak kwik kwek INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    ini oot, gw mo curhat aje, kmaren pas hari bayangkara itu artikel di kompas lumayan seru, “bidadari di atas moge”, dengan poto nan cihuy..:-)). kayaknya kompas saiki sense of humornya lumayan yo pamane? heh heh heh…

  6. tertaja…. Mmm…, ter-sisipi kali maksudnya…?

    Betul gak?

  7. windede INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    masih mending. di kampung saya, banyak kumpeni besar yang menyewa polisi jadi centeng untuk jaga area perusahaan, trus polisi-polisi itu mentungin orang kampung yang bahkan sekadar hendak lewat di tanah yang dulu adalah milik moyang mereka sendiri.

  8. dp QATAR Internet Explorer Windows says:

    Paman, mau tanya, kata TERTAJA apa artinya? Terimakasih.

  9. aji INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Man paman, saiki aku malah bingung, ada pengusaha yg juga politikus, trus make media massa miliknya buat kampanye.

    Eh, kenapa juga Adidas atow Nike nyeponsorin baju olahraganya plokis, trus Hugo Boss nyumbang baju dines plokis, & Prada buat plowan. Kan keren tuh!

  10. bangaiptop NETHERLANDS Mozilla Firefox Linux says:

    Saya jadi bertanya-tanya, apakah jatah kosmetik dan uang salon untu para ibu-ibu polwan itu dananya juga jatah dari sponsor?

    Huehe..

    Kalo iya, jangan-jangan, pakaian dalam polisi dapat jatah dari sponsor pula.

    Sungguh keren, apabila ternyata para anggota densus 88 make G-String bermerk Djarum 76.

    Hihihi

  11. djokosantoso INDONESIA Opera Windows says:

    Paman, itu adalah bentuk sinergi antara aparat dan pengusaha, bagus juga lho …. asal jangan aparat yang keparat dengan pengusaha yang keparat, bisa bahaya tu.
    Paman yang saya dengar, u/ mobil patroli aja anggarannya sangat kecil perbulannya, untuk beli bensin ketika patroli ? ya gak cukup, itu yg pernah disampaikan ke saya ketika …. minta “sinergi” dengan perusahaan saya. Wajah Indonesia

  12. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    tararengkyu atas komennya yg mencerahkan, bang paman :)

  13. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hehe, welcome to republik tengkulak. btw, setelah marlboro bikin rokok kretek, bang paman ganti selera nggak?

  14. Biho INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ya…. gitu deh.

  15. devie INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    di surabaya yang nyumbang operator seluler. pos pos pulisi warnanya macem macem, meriah. :D

  16. b0ker INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    haha, apa bedanya dengan pengusaha atau perorangan yang kerap memakai atribut militer, sticker, gantungan kunci, di kendaraannya….hmmm (keluarga besar ANU)

  17. budiw INDONESIA Epiphany Ubuntu Linux says:

    kangen postingan paman..
    dah lama gak baca…

    –budiw

  18. tukangmoto INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    pakde.. adakan pelatihan nge-gombal dong. saya tak daftar pertama wis..:)

    tenanan ki pakdhe hehehe

  19. lantip INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    apapun yang bisa dijual, dijual! blogger pasang iklan juga mulai marak kan? hehehe…

  20. ah, dunia wartawan juga sama..percampuran mana jurnalis mana pengusaha?

    —-

    Huahahaha!
    [Paman]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.