Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Polisi yang Tertaja

Kamis, 05 Juli 2007 @ 10:42 | Umum

DI MANAKAH BATAS BEKERJA SAMA DENGAN PERUSAHAAN & PENGUSAHA?

mapolresta salatiga disponsori pengusaha

Saya risih ketika mendapati papan penunjuk markas polisi dan pos polisi dibuatkan oleh sponsor. Untuk kasus Salatiga, itu dibuatkan oleh Djarum, produsen rokok.

Saya perokok tapi menoleransi kaum antitembakau. Saya sangat mendukung upaya kumpeni dalam pemasaran, sebab jika produknya laku maka dia bisa mengupah buruhnya dan memberi lebih kepada masyarakat.

Saya sering mendengar bahwa dana operasional polisi — dan bahkan gaji resmi polisiwan — itu tak memadai. Tapi sebegitu miskinnyakah polisi sehingga untuk membuat papan nama berupa kotak neon pun harus diongkosi oleh pihak lain?

Membantu, menyumbang, atau bermitra, atau apalah, berarti memberi. Setidaknya menanamkan utang budi. Maka dari kacamata pemberi sah saja jika suatu saat dia minta perlakuan khusus.

“Kendaraan operasional, gue yang sediain. Bangun gedung, gue yang bantu. THR, gue juga yang ngasih. Wajar dong kalo gue minta pengertian,” begitulah kira-kira yang saya nyatakan jika saya berposisi sebagai penyumbang polisi.

Begitu kuatnya saya sehingga — ini hanya misal, lho — anak buah saya, yang memimpin penyerbuan ke kantor majalah, pun punya akses ke petinggi polisi cukup via ponselnya, bahkan itu ditunjukkan ke polisiwan rendahan.

Ketika anggaran dirasa cupet, dan kesejahteraan pegawai diyakini rendah, maka godaan setiap instansi (tak hanya polisi) untuk bermain dana taktis, meraup penambal dari bisnis, dan kutip duit dari sana-sini, akan sulit dilawan.

Celakanya kalau kebiasaan itu kadung melekat, padahal anggaran sudah ditambah, dan gaji jadi dinaikkan, maka angka yang dimainkan juga membesar.

Maafkan saya jika terlalu jauh berandai-andai, penuh prasangka pula. Tapi mumpung masih dalam suasana Hari Bhayangkara — sampai kemarin beberapa kantor polisi masih mementaskan musik — izinkanlah saya menyampaikan ucapan selamat dalam cara saya. Cara gombal. Saya kan (juga) cinta (dan butuh) polisi. Bener lho, Ndan! Lapan anem! Gombal dua silakan masuk!

mapolresta salatiga disponsori pabrik rokok

Ada 21 komentar | trackback | Depan

#20

[Debat] Rokok, Polisi dan Olahraga « satu langkah | 02 08 2007 @ 15.01.20

[...] Aug 2nd, 2007 by annots Kasus seperti ini sudah pernah diulas oleh paman tyo yang risih dengan adanya papan bertajuk Kantor Polisi tapi terpampang juga merk Rokok dibawahnya, atau lebih dalamnya pama yang satu ini membahas tentang etika beriklan atau dalam konteks kerjasama.   Untuk mendukung tulisaan Paman Tyo, ternyata sudah sampe Jogja model-model iklan seperti ini.  Seperti di bilangan Condong catur ini. [...]


#19

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Cara Mengontak Polisi Yogya | 11 07 2007 @ 21.14.21

[...] Oleh-oleh patroli gombal: + Papan nama kantor polisi buat jualan + Cara parkir ala polisiwan di markasnya [...]


#18

Charly Silaban | 06 07 2007 @ 15.11.14

Ini tak hanya terjadi di negri ini Paman.. Para polisi yang despert ada juga di Ohio yang jual space iklan di mobil dinas polisi. Baca disini.
Baca juga komentar ke-2 postingan tsb, “So we spend 2.1 billion a week in Iraq but we cant pay for a police cruiser in our backyard?” hahaha…


#17

kwak kwik kwek | 06 07 2007 @ 14.41.11

Buwat para ponakan si paman, taja itu = iklan, nak….:-))


#16

kwak kwik kwek | 06 07 2007 @ 14.38.10

ini oot, gw mo curhat aje, kmaren pas hari bayangkara itu artikel di kompas lumayan seru, “bidadari di atas moge”, dengan poto nan cihuy..:-)). kayaknya kompas saiki sense of humornya lumayan yo pamane? heh heh heh…


#15

Putu Alberto Lee | 06 07 2007 @ 11.17.41

tertaja…. Mmm…, ter-sisipi kali maksudnya…?

Betul gak?


#14

windede | 05 07 2007 @ 20.14.11

masih mending. di kampung saya, banyak kumpeni besar yang menyewa polisi jadi centeng untuk jaga area perusahaan, trus polisi-polisi itu mentungin orang kampung yang bahkan sekadar hendak lewat di tanah yang dulu adalah milik moyang mereka sendiri.


#13

dp | 05 07 2007 @ 20.13.11

Paman, mau tanya, kata TERTAJA apa artinya? Terimakasih.


#12

aji | 05 07 2007 @ 16.03.38

Man paman, saiki aku malah bingung, ada pengusaha yg juga politikus, trus make media massa miliknya buat kampanye.

Eh, kenapa juga Adidas atow Nike nyeponsorin baju olahraganya plokis, trus Hugo Boss nyumbang baju dines plokis, & Prada buat plowan. Kan keren tuh!


#11

bangaiptop | 05 07 2007 @ 15.44.52

Saya jadi bertanya-tanya, apakah jatah kosmetik dan uang salon untu para ibu-ibu polwan itu dananya juga jatah dari sponsor?

Huehe..

Kalo iya, jangan-jangan, pakaian dalam polisi dapat jatah dari sponsor pula.

Sungguh keren, apabila ternyata para anggota densus 88 make G-String bermerk Djarum 76.

Hihihi


#10

djokosantoso | 05 07 2007 @ 14.52.09

Paman, itu adalah bentuk sinergi antara aparat dan pengusaha, bagus juga lho …. asal jangan aparat yang keparat dengan pengusaha yang keparat, bisa bahaya tu.
Paman yang saya dengar, u/ mobil patroli aja anggarannya sangat kecil perbulannya, untuk beli bensin ketika patroli ? ya gak cukup, itu yg pernah disampaikan ke saya ketika …. minta “sinergi” dengan perusahaan saya. Wajah Indonesia


#9

mpokb | 05 07 2007 @ 13.18.04

tararengkyu atas komennya yg mencerahkan, bang paman :)


#8

mpokb | 05 07 2007 @ 13.14.58

hehe, welcome to republik tengkulak. btw, setelah marlboro bikin rokok kretek, bang paman ganti selera nggak?


#7

Biho | 05 07 2007 @ 12.07.13

ya…. gitu deh.


#6

devie | 05 07 2007 @ 11.52.15

di surabaya yang nyumbang operator seluler. pos pos pulisi warnanya macem macem, meriah. :D


#5

b0ker | 05 07 2007 @ 11.43.20

haha, apa bedanya dengan pengusaha atau perorangan yang kerap memakai atribut militer, sticker, gantungan kunci, di kendaraannya….hmmm (keluarga besar ANU)


#4

budiw | 05 07 2007 @ 11.38.05

kangen postingan paman..
dah lama gak baca…

–budiw


#3

tukangmoto | 05 07 2007 @ 11.24.33

pakde.. adakan pelatihan nge-gombal dong. saya tak daftar pertama wis..:)

tenanan ki pakdhe hehehe


#2

lantip | 05 07 2007 @ 11.04.50

apapun yang bisa dijual, dijual! blogger pasang iklan juga mulai marak kan? hehehe…


#1

~Mas Kopdang yang Kondang~ | 05 07 2007 @ 10.44.22

ah, dunia wartawan juga sama..percampuran mana jurnalis mana pengusaha?

—-

Huahahaha!
[Paman]