Nyambi, dan Menawarkan Diri
KITA TAK SUKA TAPI SUKA — APALAGI KALAU TERPAKSA. LHO?

Iklan di SoloPos ini sungguh berani. Seorang karyawan terang-terangan mengaku menyambi dan siap menerima order. Dari segi praktik, moonlighting memang bukan hal baru. Tantangan bagi karyawan, masalah bagi juragan.
Sudah dikasih kerjaan, digaji pula, eh masih berselingkuh menerima order dari luar. Begitulah kira-kira anggapan employer.
Bagi si penyambi, bisa saja masalahnya adalah kurangnya imbalan dan perhatian dari juragan. Gaji cekak, tak ada pengembangan karier, ide kreatif selalu dimentahkan, kerja keras tak dihargai…
Loyalitas, konon, bersifat resiprokal. Anak buah hanya bisa setia kalau atasan juga setia.
Yang paling seru adalah jika atasan cari order sampingan, anak buah dilibatkan, dan jadilah kantor dalam kantor. Konflik kepentingan? Anggap saja sebuah lagu. Boleh dinyanyikan tanpa penghayatan. :D
Bagi pengorder, urusan dengan penyambi kadang lebih enak dan cepat. Hasil bagus, biaya rendah. Tapi pengorder tertentu akan kesal jika di lingkungannya juga ada moonlighting.
Dalam soal standar ganda, asal kita bisa menikmati, nggak ada masalah kok. Gitu ‘kali yak?
Sama sajalah dengan kita mengharamkan suap dan komisi di lingkungan kita, tapi terhadap pihak lain kita melakukannya. Semata agar urusan lancar. Tentu dengan bumbu pembenar, “Kita kan ngasih, bukan nerima…” :D
13 Responses to Nyambi, dan Menawarkan Diri
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Wanita dan Rokok
April 12, 2007 by AntyoADA SAJA PEROKOK BARU. KOK BISA YA?
Wanita yang merokok, menurut Raras, anak saya, “Kayak berandal.” Kami tertawa. Kami itu saya, ibunya, dan kakaknya.
Istri saya bukan perokok. Tapi dia bisa kepulkan asap menjadi bulatan donat, dan itu bikin anak-anak kagum. Saya tak dapat melakukannya. Lagi pula cara merokok saya kadang seperti orang terburu-buru, [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





dulu sampai setengah tahun pertama di balikpapan, saya jg masih nyambi nyelesain pesanan dari jogja paman :P
setelah itu? brenti, capek begadang terus ^^
Setuju dengan Pri. Beberapa hari belakangan kok iklan melulu? Sedang cari rumah? Atau mobil? Kerjaan? Atau jodoh? :D
lagi nyari kerjaan baru ya pakde?
Pak, mo share tulisan aja, kebetulan saya pernah nulis soal nyambi :
nyambi or not nyambi
outsource aja
he5x, gapapa khan?
yang salah itu, identitas pegawe tetap disertakan.
Klien tak bakal tahu kalau siang pegawe dan malem nyambi.
kalau memang profesional, tak perlu ada embel-embel nyambi.
Cukuplah tulis:
“Ahli Bikin Gbr, Bgn+RAB Baru?REnov. Hub.xxx. Memuaskan tapi murah!
top! keren! aku dukung he he
Orang kerja nyambi dengan harapan bisa meningkatkan pendapatan.
Lha kalo jadinya malah pendapatan utama terbengkalai demi sampingan ?!?
dari kemaren baca iklan mulu. yang dicari sebenernya apa yah? hmmm
Halah… halah… klasifikasi kolome kok podo sekolahanku ya…?
Pancen lulusane ki do rekoso opo piye.
Nganti nyambi barang, wis nyambi kok yo ‘Murah’ sisan. Wis ‘Murah’ yo ‘!!!’ barang.
Turut prihatin bagi rekan arsitek yang ngerekoso kaleh nyambi murah-murah(an).
ah, prinsip aye mah, mencintai pekerjaan tidak berarti harus mencintai juragan, eh, perusahaan.. employer di mana2 pasti pingin tenaga kerja murah, rajin, tidak banyak nuntut. tapi, menuntut loyalitas tuh beda2 tipis dengan membeli kehidupan orang, bang paman..
buat saya sih, nyambi kan karena..
bukan sebab..
hehe..
–budiw
satu kata, setuju!
hahaha. di solo banyak hal tak terduga…