Pokoknya Kudu Nulis
KETIKA BIROKRAT KECANDUAN PENGISIAN FORMULIR.

Untuk memahami cara kerja birokrat, dan terlebih cara berpikirnya, bisa dimulai dari produk administratifnya. Misalnya karcis parkir.
Dari segi niat, boleh saja merujuk hukum. Ada batas waktu maksimal untuk “parkir insidental”. Bagaimana menghitungnya, apa boleh buat, ya terpaksa manual.
Begitulah, si perancang karcis membayangkan petugas parkir akan mengisikan jam masuk dan jam keluar. Dalam praktik, tentu saja, itu tak terjadi.
Ingat, paper work itu menyebalkan dan mengkhianati prinsip alur kerja efektif dan efisien bahwa “orang buta huruf pun bisa membereskan”.
Unit pemkot yang mengelola perparkiran juga tak hirau bagaimana waktu dicatat, apalagi dievaluasi. Lebih gampang menentukan target setoran. Terserah orang lapangan bagaimana memainkan tarif.
Bagaimana jika menggunakan komputer? Bagi konsumen, pencatatan waktu parkir oleh komputer bisa menyebalkan karena miskin kompromi. Lima menit selewat dua jam pertama berarti sudah memasuki jam ketiga.
Beberapa mal mencoba melayani konsumen dengan pembayaran parkir di ujung eskalator dan lift, agar lamanya jalan kaki dan perputaran mobil yang akan keluar tak dihitung. Malah untuk keamanan, beberapa pengelola parkir memasang kamera digital untuk mencocokkan nomor dan rupa mobil.
Di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa kali saya memergoki permainan. Petugas loket pintu keluar mengisikan jam keluar mobil secara manual di komputernya.

Apa pun “sistemnya” (orang Indonesia itu gandrung kata “sistem”), semuanya bisa diakali. Salah satu bentuk pengakalan adalah pengabaian. Seperti isian pada karcis parkir Surakarta itu.
Pertanyaan kita adalah: kenapa disediakan isian dalam lembar karcis?
7 Responses to Pokoknya Kudu Nulis
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Negara dan Model Kurus
March 5, 2007 by AntyoSERTIFIKASI MODEL. INDONESIA BISA?
Inilah yang lebih menarik bagi saya. Dalam batas apa negara, di mana pun, bisa atau boleh mengatur penampilan seseorang? Jika masalahnya adalah “kesopanan berbusana” (bisa juga “kesopanan tidak berbusana”), maka perdebatannya bisa kita anggap lumrah — tapi tak berarti lancar.
Jika yang mempersoalkan kesopanan adalah (sebagian) masyarakatnya sendiri, itu pun wajar [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Aha, niat nya sih pingin kaya sekelas secure parking, dengan waktu pemakaian yang presisi bin akurat. Namun apa daya, kemampuan kocek tak sanggup mmbeli teknologi otomasi ini.
Lalu, dibuatlah spasi jeda untuk urek2an bolpoin petugas. Bukan niat buruk. Ini semata-mata karena ketidakberdayaan dana.
Masalah akhirnya bagaimana, itu mah sudah biasa. Toh, paling pukul rata menjadi 2000 rupiah (saja). nekat membayar 1000? misah-misuh pasti nyampe di telinga…
PS: #6 Ronggur: Ronggur itu Rong Minggu Nganggur? hehehe
“Pertanyaan kita adalah: kenapa disediakan isian dalam lembar karcis?”
Jawabannya : yah biar bisa diisi manual dan diakali :p
“kenapa disediakan isian dalam lembar karcis?”
Sistemnya begitu … supaya bisa diakali?
definisi “parkir”
- meletakkan kendaraan di tempat umum untuk sementara
definisi “ongkos parkir”
- biaya sewa lahan sementara
salah kaprah parkir
- parkir sebagai tempat penitipan kendaraan, kalao ilang petugasnya disalahkan.
wa kak kak…
ya memang to paman…. kalo udah ada peraturan lewat satu detik ya masuk jam berikutnya, ya harus diterapkan.. disiplin…. orang pemain timnas kalo lewat jam 22.30 masih melek kena denda 300ribu-500ribu,…. kalo kompromi-kompromian hasilnya ya korupsi terus…. kaya negara ini… terlalu banyak kompromi… kalo manut dan tunduk sama sistem ya lancar…
gimana kalau parkir berlangganan pakdhe. beberapa kota menerapkan itu, jadi sekalian sama perbarui stnk langsung kena pungutan uang parkir. parkir berlangganan hanya untuk parkir di tepi jalan dan tempat2 yang dikelola oleh pemda.
di surabaya, para jukir demo soal perda parkir berlangganan, soalnya “menghilangkan” mata pencaharian mereka.
untuk tempat2 yang ramai seperti pasar, tetap ada pungutan bagi mobil motor plat luar surabaya.
HOREEEEEEEEE NOMOR 2!
hidup golkar. hahahaha jaman sudah berganti tapi image nomer 2 tetap melekat! memang kurang ajar ya orde baru!
kalo boleh mimpi untuk berbenah, sistem apa orangnya dulu, pam?