PIA, UBIN, DAN KELOMPOK KIRI.

Misalkan bakpia dari Pathuk, Yogyakarta, itu sudah menjadi salah satu jenis penganan, maka bolehlah ditulis sebagai “bakpia pathuk” (dengan “p” kecil, karena bukan nama geografis). Sama seperti “gudeg yogya” dan “soto madura”, begitulah.
Mengapa bakpia tak (harus) mengandung “bak” (pork)? Bacalah riwayatnya. Tentu, pia tak hanya di Pathuk. Juga tentu, pia Pathuk tak hanya cap 75, yang paling enak dan akhirnya berganti logo karena sering dimiripi oleh pesaingnya (tetangganya).
Lantas, apa pula pathuk, yang dilafalkan dengan “t” kental seperti dalam bahasa Bali itu?
Saya belum tahu apakah pathuk itu, dalam bahasa Jawa, nama tumbuhan atau apa. Kalau pathok, dalam bahasa Jawa, ya seperti patok dalam bahasa Indonesia: tonggak.
Adapun patuk, selain berarti pagut, menurut KBBI juga berarti zakar atau batang kemaluan pria, sebagai serapan dari bahasa Minangkabau. Kata kerja pasif “dipatuk” bisa punya arti yang lain. :D

Kalau pethuk, itu istilah Yogya untuk bodoh, tolol, atau kemplu.
Anehnya, penjual pia di Yogya bisa menyebut diri beralamatkan di “pathuk”, “pathok”, dan “patuk”. Untunglah belum ada yang menyebut diri “pethuk”, yang oleh lambe gatel tak kreatif akan disusul dengan pelesetan “Semar, Gareng, Bagong…”

Selain Pathuk yang mengapit Jalan Aipda K.S. Tubun, ada pula Pathuk berupa bukit di selatan kota, menuju ke arah Wonosari.

Nah, Pathuk yang kota itu sesungguhnya tak hanya berisi pia. Di sana ada tegel (ubin semen) cap Kunci, yang sekarang mendapatkan banyak pesanan lagi karena banyak bagunan bergaya retro, termasuk hotel dan kafe, yang melantaikan ruangannya dengan sentuhan klasik. Bebek Ginyo di Tebet, Jakarta, misalnya.

Di Pathuk pula, pada awal kemerdekaan, ada kelompok diskusi kiri. Orang menyebutnya Kelompok Pathuk. Di kelompok itu pula seorang calon diktator mengenal Syam Kamarruzzaman, Chairil Anwar, Sjahrir, hingga D.N. Aidit.
Apakah orang itu aktivis Kelompok Pathuk? Menurut Dayino, pemuka kelompok, orang itu hanya sesekali singgah. Dia juga bukan anggota.
“Karena kami penganut paham sosialis, sementara Soeharto mengejar ambisinya sendiri melalui jalur militer. Kami menyayangkan mengapa nama Soeharto dimasukkan dalam monumen Pathuk. Demikian juga penonjolan peran Soeharto yang digambarkan dalam diorama pertempuran Kotabaru di Monumen Yogya Kembali, perlu diluruskan,”
(Dayino)




carla | 19 08 2008 @ 19:18:37
pak, boleh minta alamat dan no.telpnya ubin cap kunci gak? kalau ada, boleh tidak dibagi ke saya? saya cari-cari di website tidak ketemu.
terima kasih
WAHYUDIYANTO | 30 06 2008 @ 20:52:08
menurut saya bikin bakpia rasa duren dijamin laris manis.
angga | 17 06 2008 @ 6:53:44
aq juga pengen maem bakpia
angga | 17 06 2008 @ 6:49:19
hai cwek u agi ap?
Vebri | 30 11 2007 @ 11:06:51
wah, saya pengen dapet brosurnya tegel cap kunci nih..
Sadikin | 18 07 2007 @ 23:16:02
Tulisannya menarik… dan historis.
omsobah | 17 07 2007 @ 16:04:48
weleh bakpiamemeng uenak tenan!!! habis makan bakpia pake odolku dong, buka omsenyum.blogspot.com
iway | 16 07 2007 @ 12:49:29
pabrik tegel itu produksi orang yang tegelan (tega-an) gitu ya? :D
my_sayang | 16 07 2007 @ 11:56:03
Bakpia Pathuk Shrikandi yang paling enak, menurut saya…. sekali caplok seceng.
aku pengen bakpia rasa stroberi, uda ada belom ?? kalo udah ada tolong direperensiin.. saya akan meluncur…
Anang | 14 07 2007 @ 23:35:01
hmm.. huruf jawa masih awet di jogja ya.. padahal sebagian mungkin ada yang sudah ga bisa baca hehe…
Dimas_Petruk | 14 07 2007 @ 17:35:16
Patak,patok, ning dudu Petruk to???hahaha..yo..wis kuwi mung boso..macem” werdhine..sing pokok..ayo awake dewe kabeh..biso aweh..sumbang seh..mrih..kemajuane Bangsa lan negara..manut ing pakaryane dewe-dewe..Ojo podo lali sejarah…Koyo tembange dhalang Pur..Dalan…iki..mbiyen nate tak lewati…
zam | 14 07 2007 @ 15:26:53
setau saya, bakpia bukan makanan asli Jogja..
awal-awalnya bakpia memang berisi daging babi, karena penganan ini merupakan bikinan warga tionghoa. nah, karena asimilasi, akhirnya bakpia diganti isinya menjadi kumbu, yang sekarang bahkan ada rasa durian, coklat, keju.
nama pathuk sendiri merupakan nama daerah. daerah ini terletak di sebelah barat malioboro, dan konon di situlah bakpia pathuk dibuat (dan tentu berkembang menjadi home industri).
menurut cerita, penjual bakpia pathuk (yg berisi kumbu, bukan babi) yg pertama kali itu adalah bakpia patuk 55. lokasinya di jalan K.S tubun, pathuk, Jogja..
bakpia (atau lebih tepat disebut kue pia aja, karena gak mengandung ‘bak’) ada 2 jenis, yg basah atau yg kering.. basah maksudnya yg kulitnya lentur dan empuk, sedangkan kering yg lebih keras dan gampang prothol.. :D
we alah, kok malah ndobos soal makanan..
ini sepengetahuan saya lo pakde, jadi ya CMIIW (Culek Me If i’m Wrong) :D
ghilman | 14 07 2007 @ 13:45:34
jadi pengen makan bakpia
andrias ekoyuono | 14 07 2007 @ 12:40:35
iya tuh, ceweknya ngantuk plus ngupil :-D
~Mas Kopdang~ | 14 07 2007 @ 12:06:50
@ dudi pada #2: Iya, angle nya okay punya, apalagi timingnya..pas banget!
..pas lagi ngupil maksudnya..
:D
triadi | 14 07 2007 @ 10:30:28
katanya (ga tau kabar burung ato apa), JK Rowling sebelum bikin Harry Potter dia mengunjungi kastil kastil kuno, jalan2 ke kota kota kuno terlebih dahulu..baru kemudian jadilah novel best seller itu…
paman tyo habis jalan2 mo bikin best seller apa nih? :D
dudi | 14 07 2007 @ 7:51:47
itu sapa cewek baju merah muda yang jualan bakpia pathuk? paman pinter aja ambil angle kamera :D
triesti | 13 07 2007 @ 22:45:07
jadi laper