Malu tapi Rindu
KARENA PULANG TAK BAWA UANG? ATAU SOAL LAIN?

Mungkin bunyi coretan spidol pada mobil boks yang melintasi Jalan Raya Jatiwaringin, Pondokgede, itu sudah superbasi. Bahkan boleh jadi lagu dangdut sudah mendendangkannya. Tapi sungguh mati saya baru mendapatkannya kemarin dan terkesan — bahkan terkekeh sendirian. Sepele, datar, tanpa kejutan, tapi lucu: “Pulang malu… Enggak pulang rindu.”
Apa yang terpampang di bak truk dan mobil boks seringkali tak hanya mewakili dunia sopir melainkan juga dunia lekaki secara umum. Dari ungkapan bergambar wanita berdaster tipis tergolek setengah melek sampai gambar wanita dewasa atau gadis kecil dalam pose berdoa.
Ada pula yang cuma tulisan, dari “Kutunggu Jandamu” sampai “Do’a Mama”. Bisa juga gabungan gambar dan tulisan.
Dalam beberapa hal ada kerinduan untuk singgah — entah di mana dan di hati siapa. Dalam hal lain ada rasa kangen untuk kembali ke rumah dan tak pergi untuk sekian lama. Tapi oh… apa daya pekerjaan menjauhkannya dari orang-orang terkasih.

13 Responses to Malu tapi Rindu
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012Akses masuk-keluar pejalan dipepetkan pada jalur mobil. Undak-undakan lebar di bagian tengah pelataran diisi pot-pot besar. Itulah salah satu mal awal di Jakarta: Ratu Plaza, milik Ratu Sayang International. Permalink | Leave a com... […]postyorous menerous »»»
- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012
Cicitcuit!- @Badutromantis @pamantyo -> huaaah mantaft.. intan udah liat link yg di email blom? dikirim ke gmail :)) February 9, 2012 UmarIniUmar (Ini Umar Ini)
- Contoh infografik interaktif yang keren via @pamantyo http://t.co/5FBzLJtE. cc: @UmarIniUmar February 9, 2012 Badutromantis (hai dut)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Cukup Satu Souad
October 29, 2006 by AntyoKISAH NYATA YANG MENYENTUH, MENGGUGAH, MENGGUGAT.
“Untung, aku nggak terlahir di negeri seperti itu,” kata Day, anak saya, si pemilik buku. Itu dia katakan ketika saya belum membaca buku yang dia pilih bulan lalu.
Souad, sang penutur, hidup dalam keluarga yang menganggap sapi dan domba lebih berharga ketimbang anak perempuan. Bukan hanya keluarganya. Puaknya [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] Pulang malu, nggak pulang rindu. Ohhh… (Bukannya aku banyak ngaso lalu mampir, tapi rezeki memang tak mau nyengir) [...]
[...] Bonus: + Dilema kerinduan sopir + Keluhan dan pembenar sopir + Donal atau Didi Bebek yang jadi kuli pasir? [...]
judulnya menarik paman..xixi makanya aku klik duluan…lama gak main, apa kabar paman???
Sampeyan iku tulisan cuilik ngono kok yo sih kethok?
setuju mas anang, sopir iku berat, apalagi angkot,jadi ingat kemarin sore aku naik angkot, baru ngetem and belum dapet penumpang aja udah harus “bayar ini itu”( jarene untuk maklar) yo nek penumpang rame nek sepiii wah….
hehehe dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap profesi sopir, saya juga pernah terkekeh saat di jalur jakarta – merak baca tulisan di truk “ora sudi nduwe mantu sopir”. saya asumsikan pak sopir tersebut lah yang punya prinsip demikian…
salam kenal..
Pamane, aku naksir kameramu, close up-nya bs keren gitu.. Kapan-kapan bole liat yo Mas? …:-)))
—–
Cuma kamera kacangan kok, Nduk.
[tyo]
aku malu pulang, Ip jelek!!
kemarin ada lihat “sopir bercinta kenek menderita”…
ada kok yang menuliskan: m3r123lak!
coba apa bacaanya? :)
jadi supir itu berat paman… meninggalkan keluarga selama jangka waktu yang lumayan panjang… jadi ya semua ekspresi tulisan itu ya seperti itu…
yang enak itu kerja jadi blogger…. hehehe bisa nulis dimana aja, dirumah juga bisa dan ga menjauhkan dari orang2 terkasih…
*rasa2nya pertamax lagi nih*
memang benar paman, saya seringkali menemukan tulisan2 seperti itu di truk maupun angkutan umum, saya dan teman2 menyebutnya dengan “bahasa truk”. memang unik tulisan2 itu, seperti misal “sering jumpa timbul rasa”, “lupa orangnya ingat rasanya”, “terlibat kasus janda”, dll. mungin itu memang sebuah curahan hati dari para supir itu,yang kebanyakan kata2 itu berhubungan dengan wanita (terutama janda; entah kenapa kenapa) yang menggambarkan kerinduan para supir dan awak truk terhadap belaian wanita. mungkin loh…:p
Apa perlu dikonfirmasi, jadinya pulang atau nggak?