Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Gubernur Jakarta di Mata Orang Pinggiran

Selasa, 07 Agustus 2007 @ 12:48 | Umum

MENYAMBUT PILGUB 2007.

kampanye pilgub dki 2007

Kata “pinggiran” ini salah dan sok Jakarta. Saya tinggal di luar DKI. Jadi silakan Anda ganti jadi “orang luar”.

Itu tadi kalau pakai pendekatan administratif: hanya pemegang KTP cap Monas yang bisa disebut sebagai warga Jakarta. Sedangkan pemegang KTP cap ikan lele, di mata penguasa DKI, hanyalah kaum periferal yang mengaku diri sebagai bagian dari megalopolitan cap “the Greater Jakarta”.

Maka terhadap pemilihan gubernur, saya hanya bisa berkata selayaknya retorika politikus cap kampret: antara berkepentingan dan tidak berkepentingan.

Mestinya saya tidak berkepentingan karena saya bukan warga DKI Jakarta. Bahwa dalam soal tertentu saya menjadi bagian dari beban Jakarta, misalnya saat pipis di toilet mal, itu masalahnya DKI, bukan saya.

Di sisi lain saya juga berkepentingan karena suka tak suka saya mengais nafkah dari Jakarta — dan menyekolahkan dua anak di Jakarta. Uang saya dapat dari pemilik duit yang NPWP-nya berlokasi di Jakarta. Saya menggunakan jalan dan jembatan penyeberangan yang dibangun dengan anggaran provinsi.

kampanye pilgub dki 2007

Tentu saya juga memberikan kontribusi dengan bayar parkir yang duitnya — secara teoritis — masuk ke kas DKI. Saya membayar pajak saat ngopi yang duitnya semoga juga masuk ke DKI.

Baiklah, anggap saja saya sebagai tamu. Bukan tamu gratisan secara abadi. Tamu yang (kadang) ikut menyesaki kota pada siang hari.

Saya adalah tamu yang juga bawa sekadar receh untuk dikembalikan ke Jakarta, dan dengan itu pula roda ekonomi berputar. Maksud saya kalau manusia kelas receh seperti saya itu dikumpulkan.

Maka bolehlah saya mengangankan Jakarta yang bersih, aman, ramah, dan memanusiakan orang.

Sampai di sini, urusannya jadi aneh. Sudi tak sudi, dalam urusan tertentu saya terpaksa hirau siapa yang bakal jadi gubernur.

Hanya saja kalau melihat kampanye para kandidat, saya mendapati kekonyolan. Baik kekonyolan politik maupun “kekonyolan sipil”.

Kekonyolan politik tampak dari jualan masing-masing kandidat. Fauzi Bowo mengedepankan keragaman etnis, agama, dan kultural Jakarta. Tapi sejauh saya tangkap, Adang Dorojatun — siapa pun partai pencalonnya — tak mengedepankan menu sektarian semacam “pemberlakuan syariat Islam untuk semua orang”.

Jadi, tangkisan Fauzi itu untuk apa dan siapa? Kubu Adang malah lebih doyan meledek Fauzi yang birokrat dan ahli tapi gagal dan kurang tegas.

kampanye pilgub dki 2007Adapun “kekonyolan sipil” itu, tampak dari cara mereka menyebarkan atribut visual kampanye. Saya bisa jamin tidak semuanya akan bisa dienyahkan oleh petugas kebersihan.

Lihatlah bagaimana tim kampanye setiap kandidat mengotori properti umum dan bahkan properti pribadi (misalnya pagar rumah). Itu cerminan cara mereka melihat kehidupan bermasyarakat dan menempatkan hak warga. Diperlukan sebuah blog piktorial khusus bertajuk “(Not) Art in Public Space: Jakarta Gubernatorial Campaign 2007″

Selamat mencoblos untuk Anda pemilik KTP cap Monas. Selamat menikmati hari libur besok (bagi yang dapat).

NB: Semoga mereka bayar pajak stiker, spanduk, baliho, dan poster ke kas Dinas Pendapatan DKI.tgp movie xxxmovies rape xxxsex movies xxx ratedunion xxx state the movie ofblack movies girls pussy youngmovie youngmovie 11:14movie porn 3dabi titmus movie hardcorelistening movie active examples

Ada 23 komentar | trackback | Depan

#23

Parta | 09 04 2008 @ 10:51:26

paman nyoblos di TPS berapa ? saya di TPS 73 gak jauh lah dengan TPS tempat paman nyoblos :)


#22

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Gubernur Jabar di Mata Orang Perbatasan | 05 04 2008 @ 0:16:00

[…] Tentang hal beginian, sudah saya tulis, misalnya di sini dan di sana. Bisa saja bagi orang lain itu bukan masalah yang harus dibingungkan. Hanya saya saja yang mbingungi. Artinya salah sendiri. […]


#21

Renungan sebelum akhir pekan « Eric Setiawan’s Weblog | 10 08 2007 @ 17:41:41

[…] Gempa. Ya, bumi berguncang beberapa menit lewat dari tengah malam. Saya pikir saya terserang sakit kepala hebat, eh ternyata gempa bumi. Sempat panik juga. Tapi baru saja saya lari keluar kamar, tidak lama kemudian gempanya berhenti. Tidak jadi deh mengungsi keluar rumah. Tidak jadi panik juga (hanya deg-degan dan lutut serasa lemas saja). Dan tentunya saya tidak sempat (baca: malas) untuk menulis entri blog mengenai gempa itu di halaman depan (hehehe hebat euy Mas Adinoto. Bahkan sampai lengkap ada foto-fotonya). Akhirnya saya dan keluarga hanya menyalakan televisi dan radio untuk mendengarkan informasi terkini mengenai gempa tersebut. Mungkin untuk orang Bandung, gempa jauh lebih heboh daripada pemilihan Gubernur Jakarta ya? […]


#20

beritamu.org | 10 08 2007 @ 11:10:11

Paman, saya baru buka kios kaos. Niatnya tiap bulan menampilkan desain yang seusai dengan headline terhangat. Edisi pertama, Agustus ini yang jadi headline adalah Pilkada DKI. Numpang promosi ya. http://www.beritamu.org


#19

bedhez | 09 08 2007 @ 18:27:25

Pak Dhe …
Nuwun sewu, nyoblos pundi, eh sinten?


#18

~Mas Kopdang yang kondang~ | 09 08 2007 @ 13:54:46

Memang Blunder. Pilkada malah bikin Keder, padahal Jakarta makin banyak Laler, eh solusinya malah cuma pake stiker.

Jakarta emang kayak kue lemper. Nyoblos pake tetenger. Coblos kumis,kopiah atau geger..

Yang lain ikut keblinger. Kampanye mbikin macet Persis main internet dengan server tanpa router.


#17

escoret | 08 08 2007 @ 17:42:41

ada sodara tetangga kost saya ,ada yang rela jadi tukang sablonan dadakan di kota jakarta bulan ini….
sampe sana dia [tukang sablon dadakan itu]…langsung bisa beli HP poliponik..!!!

coba ada pilkadal trs tiap 3 bulan….!!!
Jual HP bisa lariizzzz…


#16

Nna | 08 08 2007 @ 8:39:45

mendingan pilkada terus deh… soalnya jalanan pagi jadi ga macet.. lintas Pdk Gede - Gatsu dengan rute normal yang biasa 1jam, hari ini jadi cuma 20menit dan ga usah pake lewat tol… :)


#15

evi | 08 08 2007 @ 7:54:19

saya giliran tidak bisa menikmati libur, pabrik tetap jalan terus…

idem Pakdhe, saya juga orang pinggiran yang KTP nya bukan cap monas.


#14

ono | 08 08 2007 @ 2:02:56

Jangan takut, Golput aja lah…. gue temenin untuk tdk memilih.


#13

Wibisono Sastrodiwiryo | 08 08 2007 @ 0:47:16

Duh saya gak ada yang sreg tuh calonnya. Yang satu oligarki yang lainnya polisi. Sebenernya sih saya masih berharap dengan calon independen tapi keliatannya gak bakal sempet digelar untuk pilkada kali.


#12

bodhi | 08 08 2007 @ 0:32:34

lha kalo di awal aja udah “ngerusak” demi kepentingan sendiri, gimana nanti udah dapet kursi?


#11

mbahatemo | 08 08 2007 @ 0:09:48

saya kadang malah jadi kaum urban gelap lho pam.. (gwe gak nanyak!!)


#10

Anang | 07 08 2007 @ 20:16:49

coblos jenggotnya.. hahaha


#9

gembul | 07 08 2007 @ 18:57:33

kekayaan mereka milyaran lho man …..MILYARAN ! nyang atu birokrat ,nyang atu lagi pulisi,gimana ya ?


#8

iway | 07 08 2007 @ 15:30:09

sekarang ktp jakarta ga ada logo monas man, sudah diganti ama yang warna biru berjudul Provinsi DKI Jakarta, saya milih ……


#7

thya | 07 08 2007 @ 14:43:09

Wah, jakarta besok libur semua yah..
tapi brapa banyak nih yang nyoblos nih ;p


#6

tukang ketik | 07 08 2007 @ 14:39:05

@iim fahima:
situ tinggal di Jakarta punya KTP Monas nggak? hehehe….

oh ya, komentar saya #2 tidak bermaksud kampanye terselubung loh… Saya juga ga suka sama beliau. Polisi sih… Dah tiga kali ketilang. Dendam. Grrr…


#5

Jauhari | 07 08 2007 @ 14:35:28

Politik Lurus dengan kriteria tertentu ;)


#4

Yudhi | 07 08 2007 @ 13:47:37

Kalau saya mendingan golput wae pakdhe.Sudah kadung terlanjur “apatis” sama pemerintahan.Lha gimana ga apatis ,dhe.Kita liat dari kampanye nya saja,mereka berdua itu udah sangat urakan.Dimana-mana tempat (asal kosong dan bisa ditempel) pasti di penuhi stiker2 mereka.Jadi sampah semuanya.Dan kalau mau diliat dari sisi lain juga politik(us)nya mereka itu,kan dua orang tsb(adang+foke) mafioso juga.Bwahahahahhaa.Jadi ya podo ae menang/tidak menangnya mereka dalam pilkada nanti,pemerintahan yang akan datang pasti akan seperti istilah “lolos kandang buaya,masuk dalam mulut singa” bwahahahhaha.


#3

iim fahima | 07 08 2007 @ 13:46:39

Heran…aku tinggal di Jakarta di tengah kota pula, tapi ga kedaftar jadi pemilih! Tapi kalo pun terdaftar, sopo ya yang kupilih???


#2

tukang ketik | 07 08 2007 @ 12:58:54

perspektif saya nih pak :
Pilih siapa ente?
hihihi… maaf ngejunk dikit..

oh, mo ngucapin juga, Selamat mencoblos (Adang) untuk Anda pemilik KTP cap Monas. Selamat menikmati hari libur besok (bagi yang dapat).


#1

dhany | 07 08 2007 @ 12:56:51

lima taon lagi mbok ya sampeyan nyalon jadi petinggi kerajaan cap monas.
di jamin suara bulat dari blogger mania tak jauh-2 amat.