Kaperboy? Pede Aja Lagi, Mbah!
PEREDARAN KATA DAN UNGKAPAN SEMUSIM.

Mobil angkot KWK itu penuh percaya diri memotong jalur, menyalip, dan memepet mobil lain di tengah sontoloyo kemacetan Pasar Pondokgede. Kaca belakangnya memampangkan identitas diri: Kaperboy.
Cover boy, atau kaperboy, rasanya sudah lama terpinggirkan. Ukuran tampang keren setiap cowok bukan lagi sebagai penghias sampul majalah remaja seperti tahun 80-an. Televisi menggantikannya mulai 90-an.
Beberapa kali, di warung dan di kantor yang dulu, saya sepintas melihat acara Tukul. Dia sering mengguraukan dirinya bertampang cover boy. Sesuatu yang jarang terdengar kemudian bergaung lagi.
Sore, sebelum memergoki si Kaperboy itu, saya mendapati seorang kakek di Terminal Bus Rawamangun, Jakarta Timur, mengenakan kaos polo yang punggungnya berbordir “Pede Aja Lagi,” — betul, ditutup oleh koma.

Saya amati, bagian lain kaos itu tak memuat nama produk maupun acara. Jadi betul-betul hanya berisi teks “Pede Aja Lagi,” itu.
Alangkah cepatnya waktu berlalu. Baru beberapa tahun ungkapan yang juga dicomot untuk iklan itu sudah terasa out of date. Kalau saya menyebut ungkapan itu “basbang”, jangan-jangan istilah ini pun sudah teramat kedaluwarsa. Begitu kedaluwarsanya sehingga pendengar tak hanya tertawa tetapi juga bertanya apa arti kata itu.
Setiap masyarakat dan masa punya istilah dan ungkapan. Ada yang bertahan lama, sehingga meskipun aneh tetap ada yang memakai. Misalnya “es-te-we” yang sangat menjawa itu. Ada pula istilah belum sempat dikamuskan sudah punah. Misalnya? Nanti dulu, saya belum menemukan. Lebih baik mengetik terus saja.
Adopter kata baru dianggap lebih maju, lebih fashionable, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dalam beberapa kasus, kata tertentu juga mencerminkan kelas sosial. Begitu kata itu mulai dipakai kelas di bawahnya, atau oleh kelompok lain, maka kelompok pemakai pertama segera menemukan pengganti.
Lantas apa masalahnya? Tidak ada. Itulah kehidupan. Itulah bahasa. Itulah potret kita. Maka bisa saja orang bule jadi heran mendengar “ML” karena di negerinya yang berbahasa Inggris tak pernah terdengar.
Saya hanya ingin tahu adakah ahli bahasa yang mengamati dan mendokumentasikan seliweran istilah, lengkap dengan catatan latar penggunaannya.
Sosiolinguis dan psikolinguis yang tertarik soal itu, misalkan ada, sebaiknya punya blog.
Dengan blog, proses pendokumentasian menjadi lebih interaktif dan meriah — bukan lagi kegiatan menyendiri bersama kotak sepatu berisi kartotek — karena khalayak ramai* pun ikut terlibat. Khalayak ikut mengoreksi. Ikut menyumbangkan info dan entri.
Tulisan sejenis yang membuktikan tulisan kali ini hanya pengulangan basi:
+ Jablai Tata Young dapat Cupu Award
+ Melancong secara Asoy
*) Adakah khalayak sepi? Silent majority barangkali…
20 Responses to Kaperboy? Pede Aja Lagi, Mbah!
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Barikade yang Entah Perlu atau tak Perlu
March 13, 2008 by AntyoKASUS PLANGI: KESALAHAN ADA DI MANA?
Jejeran barikade berupa palang putih-biru berkaki A itu bisa bagus bisa buruk. Bergantung kepada kepentingan siapa.
Untuk yang diperlancar karena dari arah Slipi bisa langsung belok kiri lalu masuk ke Plaza Semanggi, itu merugikan.
Adapun bagi pelintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman yang perjalanannya lancar, karena [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





well..like it or not itu semua hanya bentuk pengekspresian dan pelampiasan para kaum urban dan lower working class. Dilain sisi mereka tidak punya taste setinggi para borjuis yang sering kita lihat di senayan city, PIM 2, kemang dll. Suburban kids has tried so hard dude :)Survive! survive! survive! didalam otak dan benak mereka hanya ada “bagaimana utk makan besok?” bukan untuk “bagaimana untuk liburan ke singapura sekeluarga bulan depan?” Mereka tidak harus mendengarkan John Coltrane atau Beethoven dimalam hari, mereka tidak harus mengorder secangkir kopi pahit mahal distarbucks demi mengisi waktu santai mereka, mereka tidak harus pakai baju Bvlgari, Prada dll ke mall, mereka tidak harus ke spa jika pegal-pegal yang mereka butuhkan hanya bagaimana cara menghibur hati mereka agar selalu senyum di tengah krisis bangsa yang semakin tidak jelas ini. They only need comfy moment in their daily life! Saya kadang merasa sedih dan terpukul melihat jurang kesenjangan yang dalam dan lebar disekitar saya. Tapi mau gimana lagi? To Hell With Poverty!!!
di hotel itu harusnya ada tuh…d hotel khan ada doorman, bellboy, nah..koperboy juga perlu tuh..hihi
coba dilihat dari depan, pasti……… MBAH MARIJAN!!
orang kuatpun disebut “OKA BAWES”
Otot Kawat Balung Wesi..
wakakaka, angkotnya jangan2 milik tukul tuh, dia kan dulu supir juga
yoi, pede aja lagi.. :D
eyang apa kabarnya eyaaaanggg..
:) kakakaka
Kok ya bisa ya… “pede aja lagi” nempel-nya disitu, nanggung… setengah pinggir, setengah tengah
hmm pakde-pakde..
supir angkot ?.ampunnnn
domunetasi = bahasa baru untuk dokumentasi (ini bahasa kelas sosial yang ruarrr biasa tinggi, hihiihhi)
paman tyo aja nyang ngebuat blog domunetasinya. ane akan bantu isi-isi, hehehe…
tempo ari liat kamus gaul di toko buku di plangi. entah yg nyusun ahli bahasa atau bukan..
Jadi inget lagu lamanya project P, yang parodiin lagu “All For Love” dari mas Sting dkk. “Menjadii Kaaapeerrboy.. Kaperboy.. Walau badan kurus tak terurus.. maju teruus..”
Ya ampun, Pakde, hari gini masih lewat Pasar Pondokgede ajah. Udah ada tol JORR tuh hahaha….
Btw, staring at this blog, I’m wondering why the archive columns occupy more space than the length of the articles *kekekeks*
baydewey…
oh, memang!
psikologi memang selalu menarik! *hahaha*
aduh maap ya pakdhe, tidak tahan rasanya untuk tidak menyalurkan narsisme ;D
lantas, bagaimana dengan istilah restu ibu di kaca belakang angkot2 yang pengemudinya tidak pernah gentar merepet2 mobil lain?
saya sampai berpikir, jangan2 ibu si pengemudi juga supir angkot, makanya beliau memberikan restu kepada puteranya ini?!
Istilah bisa silih-berganti, namun persoalan psikologi massa ini memang ‘tidak pernah tidak menarik’, (belibet khan ? kenapa tidak bilang ‘menarik’ saja ?), untuk dicermati karena berdenyut seirama nadi kehidupan kita. U ‘re good observer.
Paman lewat situ juga tho… muacet ga kira2 sekarang… apalagi ditambah Kaperboy dkk yang hobby ngetem di pengkolan :D
soal bahasa gaul, mutiara plastik pakarnya.
Bisa dilihat di link ini
hahaha kaperboy reynaldi…. kembali ke laptop
hehe, ingat masa lalu di pondok gede.