Bungkus Titit
ADA YANG BILANG, “ENTAR JUGA TAU SENDIRI.”
Jika Anda kaget membaca judul tulisan ini, maka Anda sama terkejutnya dengan Mbak Kasir sebuah minimarket. Anak bungsu saya, perempuan umur 10, mengamati dagangan yang dipajang di meja kasir. Lantas dia bertanya kepada kakaknya yang kelas 9 (SMP), “Kondom itu apa sih?”
Si mbakyu menjawab lirih, “Tanya Bapak aja, Dik…”
Jawaban saya, sambil membayar, cukup pelan tapi ternyata terdengar oleh orang lain: “Oh, itu bungkus titit. Nanti Bapak jelasin.”
Dalam sebuah kesempatan santai saya jelaskan fungsi kondom dalam bahasa yang dia mengerti, sewajar saya menjelaskan fungsi shower cap, pengikir kuku, earphone, dan benda lain.
Kapan kondom harus dibungkus, ya saat masuk ke wawuk. Kenapa harus dibungkus, ya supaya sperma tak masuk ke dalam wawuk, sebab kalau masuk bisa membuat hamil. Kata “bisa” ini saya jelaskan ulang.
Dengan sejumlah contoh, termasuk seorang nona yang hamil sebelum genap 17, dia pun mulai paham. Setelah paham maka saya jelaskan kenapa di MTV sering ada iklan Durex. Itu bukan hanya untuk mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penularan penyakit kelamin.
Saya senang jika anak bertanya, karena itu berarti pintu masuk untuk menjelaskan. Dulu ketika masih kelas 2 SD mbakyunya bertanya, “Pak, sperma itu apa?”
Tempo hari, di sebuah minimarket 24 jam di lingkungan kampus dan pondokan mahasiswa, terjaja alat tes kehamilan di kasir. Saya sudah bersiap menjawab jika anak saya bertanya. Tapi karena mereka tak tertarik oleh benda itu ya saya diam saja.
Bagi saya kurang bijak jika anak bertanya langsung disergah “Husss…!” Maka kepada si kecil saya jelaskan juga tentang bercintanya orang dewasa, toh dari lagu-lagu dia sering mendengar “make love” dan “making love” — masa sih kita terjemahkan “bikin cinta”?
Hardikan ortu tak bakal mempan sementara di luar informasi bertaburan. Dalam mobil antar-jemput dan angkot, anak TK pun mendengar gosip dan gurauan anak-anak SMP. Di radio, TV, film, komik, dan sebut apa saja medianya, informasi yang berhubungan dengan seksualitas manusia itu bertaburan.
Maka saya dan istri saya hanya tersenyum ketika si kecil masih TK kecil dan bergelut canda dengan kakaknya lantas berteriak sambil tertawa, “Kamu lesbi, suka meluk cewek.” Tugas orangtualah untuk meluruskan.
Seksualitas manusia adalah sesuatu yang wajar. Ada sisi joroknya, ada sisi sarunya, ada sisi indahnya, ada sisi pantas dan tak pantas, ada sisi boleh dan tak boleh, dan masih banyak lagi, sesuai konteks waktu dan tempat. Itu pula yang saya jelaskan kepada anak — tidak harus dalam satu paket kilat yang bikin bingung.
Saya tak menganggap cara saya paling benar. Saya paham bahwa setiap keluarga adalah otentik, bahkan bisa menjadi cawan pertarungan norma dan nilai yang dibawa oleh ayah maupun ibu.
Saya pun tak menyalahkan bila sebagian orangtua cenderung menutup diri terhadap keingintahuan anak tentang seks. Bisa saja mereka belajar dari pengalaman masa kecil, toh tanpa diajari akhirnya tahu sendiri (dan sempat bingung sendiri).
Tapi teori gombal bilang: dorongan seksual itu memang natural. Tapi perilaku seksual kan bisa dan biasa dipelajari. Bagaimana Bapak dan Ibu, setuju? :)
Informasi tentang seks itu bisa berlimpah sekaligus menyesatkan. Bisa juga minim tapi memancing penasaran yang berlebihan dan menjerumuskan. Tentu ini khas omongan orang tua. :D
Dalam sebuah buku lama yang diindonesiakan oleh penerbit Erlangga awal 90-an, Ruth Westheimer, edukator seks itu, menyatakan bahwa pria Amerika lebih tahu karburator mobil ketimbang klitoris. Di halaman lain dia mengajak wanita berterima kasih kepada model porno karena telah mengajarkan anatomi alat kelamin wanita. Maklum tak semua wanita Amerika (tahun 80-an?) mengenal anggota tubuhnya yang sangat pribadi.
Lantas bagaimana sebaiknya (atau mestinya)? Bualan ini saya tutup dengan penggalan kisah. Seorang teman jadi kaget sekaligus jengah ketika mendengar istrinya ditanya oleh anak lelakinya yang masih SD, “Ibu pernah oral sex?”
Bonus:
+ Kondom bekas pakai
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Merah Melenggang, Hijau Lengang
October 11, 2006 by AntyoPOTRET INDONESIA DI LINTASAN ZEBRA.
Motor itu terpaksa mengerem mendadak karena serombongan orang tiba-tiba menyeberang. Saat itu motor masih mendapatkan lampu hijau, dan penyeberang masih mendapatkan lampu merah. Ketika lampu hijau untuk penyeberang menyala, dan mobil pada berhenti, malah tiada pelintas.
Itulah yang terjadi tadi pagi di zebra cross Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Wew…Bener nie Ayah bisa jadi panduan wat masa depan…
Gmn klo anaknya di ganti a pacar…
So yang kita ajarin bukan anak tapi Pacar…
Jadinya langsung praktek deh….
hehehehehehe:P
Langsung taw gmn hasilnya…
Hahahahahah:D
Cuman canda doank…
Seep Nie Bapak…Nice father…
Pasti dah berpengalaman ya…
Salam Semangat…
Allah bknnya rmhnya di sirotul muntahar langit ke-7 ya?
(btul g sih?)
klo yg kayak gini salah bahaya dunia akherat………
[...] Dulu, ketika dispenser kondom diperkenalkan, ada sebagian masyarakat yang keberatan. Penyediaan kondom secara gampang, bagi kaum puritan, berarti sikap permisif terhadap hubungan pranikah dan luar-nikah. Malah mungkin ada yang menganggap dispenser sebagai pro-promiskuitas yang menyenangkan produsen bungkus titit (yang ini pasti). [...]
Crtny lcu bngt,sampai skrg klu ingt crtny,srg trtwa sndr,he…he…Lm knl aj tk yg ad dsni.
Alat pmbks titit y kndm pak de!sy dlu pny kpnkan,dia brtny?mz kndom itu ap sich,ak jwb kndm itu alt kntrasepsi
lumayan buat tersenyum. slam kenal ya
Kok dengaren posting kali ini ndak pake ilustrasi. Padahal saya udah ancang2 mo liat gambar yang mungkin hhoooottt….
keren, sekedar ilustrasi pak. katanya di belanda sex edukasi dikasih sejak kecil di sd mengurangi freesex malahan.
Di thailand anak tk diajari sex dengan dikasih kondom untuk dikasih orang tua. Kalo ngasih tau-nya bijak malah oke kali ya ???
huhuhu… jadi inget ibu gw deh…
“kamu boleh nonton bokep, tapi jangan kebiasaan nanti kalo pengen malah susah kamu”… hahaha
wuih, saru… but wise
wise father. mestinya nulis buku panduan nih masé .. banyak topik yg kudu disampein tp ngga semua org bisa/ terbiasa. salam buat si bungsu raras
#18:
kalau dikasih foto, tar malah foto k*ndom bekas, mau liat?
wahhh layak di tiru nih pakde, secara selama ini aku sellu nyari2 referensi mana yang pas untuk sex education pada anak…maklum duwe anak wedhok pakde =D
Jawaban cerdas, Paman.
Dulu juga ada ibu-ibu muda ditanyain begitu oleh anaknya, tampaknya sempat mikir berkali-kali sampai stuck, baru akhirnya bilang. “Emm… itu permen karetnya orang dewasa.” =)
Sex education sebaiknya jgn dianggap tabu. Putri saya (7 thn) saya ajarin perbedaan gender. Juga bahwa tidak semua org yg dia kenal boleh memegangnya, bagian2 tubuh mana yg tdk boleh disentuh org lain, siapa saja yg boleh menggendong atau memangkunya, menghindarkan tontonan mesum di TV, hati2 meletakkan majalah org dewasa (majalah wanita sekalipun). Saya hanya antisipasi Paman, krn ga tega liat berita di TV anak balita diperkosa teman mainnya yg juga msh sd. Salut buat Paman, bisa saya jadikan referensi bila sekali waktu si kecil bertanya.
truss terang, paman..
inilah topik yg kerap jadi kendala buatku..
biasanya kalo ada pertanyaan beginian, langsung ku forward ke ibunya..
lha, wong sampe sekarang nyang namanya klitoris pun aku gak ngerti..
he..he..
sejutuh Paman! informasi harus tetap disampaikan, dengan bahasa yang sesuai…
dan meski belum beranak pinak, tapi entah kenapa saudara2 yang lebih muda selalu menanyakan ke saya ttg seks ato hal lain yang sekiranya bakal dibilang “hush…” sama orangtuanya.
yang terbaru ada yang nanya, “mbak, G-Spot itu apa?” mateek.. garuk2 kepala deh si mbak.. bingung ngejelasinnya… kenapa gak nanya hot spot aja seh….
tapi ada bagusnya seh dia nanya dulu daripada nyari G-spot-nya dulu :D
wah bapak yang informatif dan edukatif nih paman tyo…
:D
kondom perempuan sebutannya apa paman?
tips yang berguna, paling tidak biar siap kalo suatu saat punya anak.
Lha dulu aku baca buku Hipnotisme punya ibuku, ada istilah yang aku tanyakan, “Ma, masturbasi itu apa? Kok perlu diobati pake hipnotis?”
top nih postingnnya.
mengajari tanpa menggurui
ya, ya, ya…
saya setuju dengan paman, karna saya pun memiliki orangtua yang sama seperti paman.
Waktu kami masih kecil, ketika adik laki2 saya suka ogah dipakein celana sehabis mandi & si bibi ngomel2 sambil bilang “nanti burungnya terbang lho !”
mama atau papa selalu dengan santai menjawab: “bi, itu titit, bukan burung”
kalau saya suka dengan wanita, berarti lesbi yah…
paman paman paman,,,
lesbi itu apa ?
ubi ?
xi xi xi xi
Anakku bertanya: ma orgasme itu apa? Aku kaget aja dr mana dia tau kosa kata itu.