SEBUAH UJIAN UNTUK KEJUJURAN KITA.

Payung nganggur, saya membatin. Punya siapa, saya menanya sekitar. Orang-orang yang tak saya kenal cuma angkat bahu. Seseorang bilang, “Pake aja. Dari tadi ditinggal di situ.”
Tidak, tidak. Tepatnya: untung, untung. Saya tak ada nyali untuk menyerobot payung yang terparkir di emper itu.
Kalau saya nekat, bisa-bisa risiko yang saya terima sama beratnya dengan maling motor. Orang ramai-ramai nggebuki saya cukup dengan satu aba, “Maling!” Esoknya masuk koran sebagai berita lucu sekolom, sementara saya tak dapat membacanya karena terkapar di ICU.
Sama seperti Anda, saya tadi direpoti hujan. Dari tempat berteduh ke tempat bertemu seseorang, sejauh 200 meteran, tak ada payung maupun ojek payung yang bisa membantu saya melintasi pelataran parkir dan taman.
Dalam basah tertempias hujan, saya melamun sambil menunggu tumpahan langit mereda. Andaikan ada payung gratis di banyak sudut.
Payung itu bukan untuk dibawa pulang. Tapi untuk dipinjam kemudian ditaruh di tempat yang sudah disepakati bersama. Misalnya di halte, teras lobi, pos jaga satpam, warung rokok, dan pojok teduh tertentu di parkiran.
Penyedia payung adalah para perusahaan dan lembaga yang berpromosi, dari pabrik kecap sampai KPK. Tentu tak ketinggalan juga pabrik payung dan perusahaan penyedia media promosional.
Tapi ah, jangankan payung. Majalah gratis di ruang tunggu apotek saja dibawa pulang. Bahkan buku (termasuk peta) di perpustakaan juga diembat.
Jadi? Tak usah dipinjamkan. Dibagikan gratis saja. Perbanyak pembagian payung atau poncho sekali pakai.
Oh ya, dari stok payung yang Anda miliki, berapa yang beli dan berapa yang gratisan?




anotherorion | 03 08 2008 @ 22:45:58
Mau majalah gratis dikirimin sampai pintu rumah??
pastikan di
http://anotherorion.multiply.com/journal/item/6/majalah_gratis_Indonesia,
dan http://majalah-gratis.tradepub.com
dedyd | 05 05 2008 @ 13:32:07
kayanya aneh.. ? ada payung gratis, dan kesepakatannya siapa payung itu bisa ada lagi ti tempatnya setelah dipakai.
Payung yg bawa sendiri, suka ketinggalan dan hilang…
mungkin .. di bagikan kaja kepada pengojek payung.. biar jadi alat pencari rejeki
mmmmmmmmm | 15 11 2007 @ 23:24:33
ada yang mo uang gratis tanpa harus membayar saya atau orang lain
hanya bermodalkan koneksi ke internet
belajar disini dengan link-link afiliate yang
saya kumpulkan beserta penjelasannya
http://users2.TitanicHost.com/rajamiskin
semoga sukses
mina | 04 09 2007 @ 8:02:49
ngakak baca komen aji (nomor 17).
mina | 04 09 2007 @ 8:02:16
ide bagus. payung untuk dipakai bersama dan harus diletakkan kembali di lokasi tertentu.
poer | 24 08 2007 @ 15:14:26
ngambil majalah diapotek sih ga pernah paman, tapi kalo di pesawat sih iya hehehe… *bukan flyer tata cara buka pintu darurat yaaa*
mei | 24 08 2007 @ 9:06:30
walah pakde..mana ada di negara kita ini yang gratis??? kalau jarene londo yang kerjo d temapt saya….money is everything, harusnya d ganti dengan free is everything ya..hihi
aji | 23 08 2007 @ 12:23:44
Idenya apik. Klepto? Gampang. tulis aja di payungnya:
PAYUNG INI MILIK UMUM UNTUK DAERAH/PERTOKOAN/HALTE XXXX
JIKA ANDA MELIHAT PAYUNG INI DI LUAR DAERAH TSB, MAKA POSITIF, YG MAKE ADALAH KLEPTOIST.
SPONSOR: KECAP BANGO.
dhany | 23 08 2007 @ 7:42:45
payung gratis..?! di indonesia..?!
lha wong lampu, remote, asbak di hotel aja dirantai.
sapa mau percaya pak puh..?!
Elistia | 22 08 2007 @ 11:58:57
Tak terkira kalau yang digratisin jejeran mesin-mesin jepang itu Om..
andrias ekoyuono | 22 08 2007 @ 11:39:03
Kalo ada payung umum sih baiknya dikasih kabel kayak pulpen di bank, jadi kan mesti dibalikin. :-D
budiw | 22 08 2007 @ 11:37:02
gratisan semua..
~Mas Kopdang yang kondang~ | 22 08 2007 @ 11:11:01
Yang sekali pakai itu bagusnya untuk barang pribadi, seperti: bungkus datang bulan, bungkus manuk, popok pipis … Itu bolehlah untuk dibagikan gretong.
Sedangkan barang khalayak semacam payung lebih baik menjadi urusan masing-masing. Biarkan pengojek payung, bajaj dan taxi ketiban rejeki …
Salah sendiri kenapa lelaki kalau dibawakan payung oleh istri malah gengsi..
Bujang | 22 08 2007 @ 11:04:43
Saya menabung di BCA demi mendapatkan 1 dari 10.000 payung di Gebyar BCA. Namun sudah 3 tahun, belum pernah menang. Jadi sampai sekarang belum punya payung, hehehe…
Ada yang pernah dapat?
Adityo Ananta | 22 08 2007 @ 9:31:36
idenya bagus juga tuh buat promosi, tp daripada ditaro gitu aja, sekalian aja ada yang nungguin, alias ‘ngojekin’ tuh payung secara gratis
tp bisa2 digebukin sama ojek payung beneran ^-^
didi | 22 08 2007 @ 8:36:56
biar gak dicuri, payungnya diberi tali.
evi | 22 08 2007 @ 7:13:51
saya slalu sedia payung lipat (yang ini beli) di dalam tas, untuk mengantisipasi hujan.
klo yang patung gratis susah dimasukkan dalam tas, tidak bisa dilipat.
Antony Pranata | 22 08 2007 @ 2:18:27
Wah jangan perbanyak ponco/payung sekali pakai… entar pengelolaan sampah semakin rumit… mana udah makin global warming lagi. :(
HARI FUAD KAMIL | 21 08 2007 @ 22:12:12
DALAM KESAHAJAAN JIWA YANG MENDOKTRIN DIRINYA BAHWA KEJUJURAN ITU HARUS ABADI DIJIWA-JIWA YANG KERING AKAN ITU SEMUA.MAKA SEBUAH PAYUNG PUN AKAN JADI YANG SEBUAH NILAI YANG TAK AKAN MATI BERSAMA KEBOHONGAN
godote | 21 08 2007 @ 20:53:06
punya 3 semua beli sendiri, tapi sama2 patah semua.. sekarang lebih nyaman pakai jas hujan. soalnya lebih sering bawa roda dua :)
djoko | 21 08 2007 @ 19:39:41
istri saya punya banyak payung, gak tau dari mana, klo saya pribadi cuman 1 dan itu beli … ada tulisannya Mizuno … hehehehe
mpokb | 21 08 2007 @ 18:07:17
berhubung lahir dan tumbuh di bogor, sudah kebiasaan bawa payung saat ke luar rumah, bang paman. selalu ada di tas. kalo nggak hujan pun, bisa dipake kalo kepanasan. payung gratis jarang dipake, soalnya biasanya gede. kagak muat di tas =’.'=
Beta Uliansyah | 21 08 2007 @ 17:52:52
Masalahnya, setelah diembat pun apakah payungnya terpakai? Sukur-sukur sih bermanfaat.
Kalo ditanya ada brp payung di rumah, jawabnya saya lebih suka hujan2an. Udah bakat :D
thya | 21 08 2007 @ 17:05:06
Dirumah rasanya ada 7 payung…
2 beli (yg bisa dilipet & dimasukin dlm tas) sedangkan sisanya gratis semua ;p
Ada yang merek ponsel, nama bank, dealer motor, dll…
Tapi kalo majalah sih beli semua lho paman, kekekek…