Wireless Remote Controller
KITA INGIN MENJADI PENGENDALI, BAHKAN PENGUASA.

Teknologi adalah perpanjangan fungsi indera dan anggota tubuh kita. Dengan itulah, diharapkan, kita menjalani hidup lebih gampang dan enak. Sebut saja remote controler untuk TV.
Alat itu menjadikan kita malas mengangkat pantat karena pemencetan tombol akan menyelesaikan urusan. Kepada kotak ajaib ini pula, pengelola stasiun TV dan rumah produksi berharap-harap cemas. Begitu pula para juragan stasiun radio.
Remote controller untuk TV di rumah saya sudah beberapa kali ganti karena rusak. Penyebab utama ya jatuh. Lantas saya belikan pengganti di kaki lima, dan yang terakhir di toko murah meriah. Alhasil TV layar cembung kuno 21 inci (kesian ya?) itu masih bisa dikendalikan. Kalau saya boleh menyombong, TV saya sudah berwarna lho.
Saya masih mengalami pesawat TV tanpa remote controller. Tapi itu pun sebetulnya bukan soal, karena saat itu percuma juga punya TV berbanyak saluran kalau yang siaran cuma TVRI. Yah, saya bukan MTV generation, melainkan TVRI generation.
Apakah pengendali jauh itu harus nirkabel? Pada akhir 70-an, ada TV punya teman yang pengendalinya berkabel. Itu sudah bagus, karena penonton tak perlu menangani pesawat TV dalam arti harafiah.
Sekarang hitunglah berapa jumlah remote controller di rumah Anda. Tak hanya untuk TV kan?
Saya juga ingin tahu seberapa sering sang pengendali ngumpet di balik bantal atau terselip dalam celah sofa atau terselimuti koran dan tabloid. Kalau barang tak ditemukan kita nyap-nyap, merasa dunia penuh alap-alap.
Saya punya set pemutar musik rakitan biasa; satu merek, bahkan satu seri produk. CD player, tuner, dan amplifier masing-masing punya satu remote controller. Tampangnya sama. Maka bertambahlah jumlah pengendali — dan kerepotannya.
Bagaimana menangani beberapa remote controller, Yuni Jie punya resep. Misalkan ditaruh dalam kotak khusus.
Mau ditaruh di mana pun, remote controller membuktikan bahwa kita selalu ingin menjadi pengendali. Lihat saja bagaimana orang berebut menguasi alat pengendali TV.
Belasan tahun lalu, di salah satu kantor lama, seorang teman membawa remote controller dari rumah. Dia fotografer, namanya Umar “Umay” Widodo. Setiap seseorang memindahkan saluran, dalam segera tayangan kembali ke saluran semula atau malah berpindah ke saluran lain. Itulah Umay punya ulah. :D
Hampir dua puluh tahun lalu, ketika Casio mengeluarkan arloji yang merangkap remote controller, saya ingin memilikinya.
Buat apa? Mengganti saluran — kalau perlu mematikan — TV di apotek, bandara, dan tempat umum lainnya. Untunglah saya tak punya duit, sehingga niat itu tak terlaksana.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
… Meteran dan Propaganda Cengengesan
February 6, 2008 by AntyoGUYON DAN MORAL CERITA DUNIA BLOG.
Bermula dari fitnah mesra Ndoro Bedhes, sebagai gojekan kere di blog lama, akhirnya meluaslah atribut nan menyedihkan itu. Hasil terbaru: terkukuhkan dalam referensi cengengesan berbasis Wiki. Duit meteran pun dibawa-bawa dalam web cerdas tapi gemblung dan bikin ketawa itu.
Di satu sisi, ter-Wiki-kan di grayak minulya [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





salam kenal mas,
kata2nya enak di baca…
yes