Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Rindumu tak Seberat Order Juraganku

Selasa, 28 Agustus 2007 @ 02:52 | Selingan

DARI MANAKAH MEREKA MEMETIK HIKMAH?

rindumu oh rindumu

Sudah kerap Anda jumpai. Itu lho tulisan pada truk — dan hanya tulisan, tanpa gambar. Dalam sekejap Anda langsung dapat melaporkan hasil temuan — tepatnya: hasil ingatan Anda.

Kemarin saya jumpai tulisan lucu itu. Rindumu tak seberat muatanku. Lucu, ngeselin, romantis, melankolis. Sebuah ratapan jalanan.

Mestinya saya bergaul-maul dengan para sopir mobil boks supaya bisa menyerap keluh-kesah maupun kebanggaan mereka. Hanya dengan itu saya dapat lebih memahami “dunia teks” mereka.

Karena saya belum mencebur ke sana maka yang berlangsung hanyalah lamunan pada saat membelah kemacetan. Salah satunya adalah ini: apakah para juragan tahu bahwa truknya dicoreti semaunya oleh sopir.

Misalkan bukan juragan ya kepala bagian kendaraan atau yang lebih atas yaitu kepala bagian umum yang sering punya selingkuh dengan jenderal itu. Namanya juga general affairs kan?

Saat melamun itu tiba-tiba pikiran aneh menyeruak. Saya membayangkan diri jadi kepala bagian kendaraan. Saya akan bikin peraturan yang melarang pencoretan armada tanpa izin. Baik isi teks maupun tipografi harus setahu saya — apalagi gambar.

Bersamaan dengan hardikan klakson dari belakang, saya membayangkan satu hal. Ada sopir yang mencoreti truknya dengan “Niat hati menulis apa daya bos bengis”. Huh!

rindumu oh rindumu

Ada 13 komentar | trackback | Depan

#13

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Diburu oleh (Calon atau Bekas?) Mertua | 06 11 2007 @ 0:40:26

[...] Bonus: + Dilema kerinduan sopir + Keluhan dan pembenar sopir [...]


#12

boy | 11 09 2007 @ 14:15:42

Ini yang paling saya ingat terakhir terbaca di belekang sebuah truk:
ISTRI SETIA
Papah pulang Mamah mandi basah
:) Huehehe…


#11

Wiby | 03 09 2007 @ 0:09:35

….apakah para juragan tahu bahwa truknya dicoreti semaunya oleh sopir.
…Misalkan bukan juragan ya kepala bagian kendaraan atau…

Jawabe:
Kebanyakan dari mereka ngerti kok Pak.,ini yang cerita bekas kenek-e salah satu divisi angkutnya GADJAH OLING..,katanya (tulisan atau atribut laennya) juga dapat sebagai penanda siapa sopirnya / ben gampang ngapalke trek-e (sopirnya) siapa..hehehe..misalkan truk digambar tersebut..kalo banyak kan sama seragam semua to..yang beda : nomer,atribut(gambar) dan tulisanne..hehe..gampang to lak jadine..hehehe


#10

titiw | 01 09 2007 @ 20:18:46

“Cintamu tak semurni bensinku..”


#9

halah_mak! | 01 09 2007 @ 15:22:35

“Kutunggu jandamu!.”
adalah ungkapan yang sering kubaca di wahana beginian.
Sadis, kalo diterawang.


#8

mei | 30 08 2007 @ 15:14:23

wahahahahahha..jan ini salah satu lagi orang usil selain ndoro kakung..hihi..haloo ndoro???


#7

vita | 29 08 2007 @ 4:52:04

kan lumayan buat hiburan pengemudi mobil dibelakang truk itu, bisa buat obat puyeng dan bahan senyum senyum sendirian


#6

venus | 28 08 2007 @ 19:24:17

saya pernah liat yg ngeselin juga, “jik ayuan mbakyune” :D


#5

escoret | 28 08 2007 @ 14:22:44

sering saya jumpai,trk muatan dari semarang-jogja…ber-teks tidak kurang serunya.

“di situ berhenti,disitu istriku menanti”…itulah ratapan supir jaman sekarang..

[emang jama dulu gimana ya?]


#4

thya | 28 08 2007 @ 8:42:12

mendingan supir2 truk diajarin nge-blog aja…
*nti ketagihan.. kapan nyupirnya !*


#3

Beta Uliansyah | 28 08 2007 @ 8:14:38

#1 Serpong-Tanah Abang kan jalur kereta..


#2

~Mas Kopdang yang kondang~ | 28 08 2007 @ 7:44:39

Aha, Paman tak sungguh-sungguh menyelami dunia yang berkelindan di keseharian mereka, para penghantar “amanah” itu.

Karena banyak sesungguhnya nama supir dengan ,misalnya, no.plat B 9495 ZY adalah si SUKAB, namun kenyataannya yang membawa mobil kotak itu adalah DULKODIR.
Kenapa?

Karena DULKODIR adalah seorang supir tembak..!
(Bang..bang..bang..!)

Sebelum para selingkuhan jendral itu membuat aturan dilarang melakukan “mobile vandalism”, ada baiknya membuat aturan dahulu:

“Sopir resmi dilarang untuk melakukan disposisi dan pendelegasian wewenang…”


#1

nymcast | 28 08 2007 @ 5:02:43

kayaknya paman cocok jadi menteri transportasi. sekalian aja gerbong kereta ditulisin pesan2 tak bertuan, kan yang naik banyak dan rata2 pekerja komuter … cintaku sepanjang serpong - tanah abang