Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Mencoreti Uang

Rabu, 05 September 2007 @ 15:36 | Selingan

SEMACAM PESAN DALAM BOTOL (DAN BLOG SESAAT).

uang kertas dicoreti

Ini bukan soal penting. Untuk kesekiansekiansekiansekian kalinya saya mendapati uang kertas yang dicoreti.

Anda pasti juga pernah mendapati. Bahkan, sori ya, mungkin juga pernah mencoreti uang.

Saya menduga pelakunya iseng. Mungkin sejenis dengan kegembiraan menggambar itu. Bedanya, yang menjadi medium adalah uang. Tepatnya pecahan rendah. Lembaran Rp 100.000 jarang dicoreti.

Di mana menariknya? Mungkin nggak ada. Buktinya tak ada orang yang tertarik. Kita tak pernah sempat membacanya. Bahkan lebih sering nggak ngeh kalau uang dalam saku atau dompet kita ada tambahan karya seni.

Si penerima uang, apalagi penjaga loket tol dan loket parkir, juga tak peduli uangnya dicoreti apa saja. Yang penting duit utuh, tidak sobek atau terpotong.

Lantas kepada siapa pesan ditujukan? Orang iseng pencoret duit itu sebangsa pengirm surat dalam botol. Sampai atau tidak ke tujuan, itu untung-untungan. Dibaca orang atau tidak, itu tak penting — malah bisa saja si pencoret sudah lupa isinya.

Tampaknya torehan belati di batang pohon, semacam “Ndoro loves Ndari [a.ka. Darmi]“, itu lebih bermakna, ditulis penuh kesadaran dan keyakinan, dan berkemungkinan lebih dibaca oleh banyak orang.

Jika jadi blogger, si iseng itu mungkin pemilik sejumlah blog WordPress dengan post tunggal nan abadi bertajuk Hello World!, kemudian ada post kedua semacam tes. Pokoknya bikin akun, lantas sesudahnya lupa password, bahkan lupa URL.

Selalu ada cara untuk mengekspresikan sesuatu secara mendadak dan sesaat. Uang kertas adalah salah satu medium. Kemudian blog boleh menyusul.

Boleh tahu coretan macam apa, pada uang kertas, yang mengesankan Anda?

Ada 29 komentar | trackback | Depan

matriphe

#29

areta | 23 09 2007 @ 23.31.47

eh, gw inget dulu pernah nulis2 di gocengan (kalo gak salah).
isinya : “ini uang saya”.
blo’on yeh…


#28

mina | 14 09 2007 @ 6.52.33

jadi inget film Serendipity deh…


#27

mei | 12 09 2007 @ 12.17.30

wahaha..aku selalu mencoreti uang bulanan yang harus d keluarkan om, baik itu untuk telp, asisten, apapun itu..agk milih2 baik yang seratus ribu maupun yang 50rb..hihi


#26

JaF | 11 09 2007 @ 1.35.36

Hmm.. ini sebenarnya trik promosi yang menarik lho. Coba aja tulis “blogombal.org” di atas uang kertas… Ada yang bakal berkunjung gak ya? hehehe


#25

dhany | 10 09 2007 @ 0.33.38

100rb..?? eman-2 mas.
nulisnya juga sulit, harus beli spidol segala..


#24

Dony Alfan | 08 09 2007 @ 20.22.02

Seandainya yang nulisi duit itu orang Jakarta dan membelanjakannya di Jakarta, terus waktu pulang kampung dapat kembalian duit yang tulisi lagi. Wah, jodoh itu namanya!


#23

oon | 07 09 2007 @ 13.03.52

waaa…tertohok dirikuw, bikin akun blog gratisan, kalo gak lupa password ya lupa url-nya…hiks…


#22

aji | 07 09 2007 @ 10.14.15

mungkin yg masih jarang itu:
MENGGRAFIR uang logam ya paman….
hehehehehe……


#21

sluman slumun slamet | 06 09 2007 @ 14.59.04

di pelosok madiun ada seorang saudagar yang selalu mencoret uang kertas yang diterimanya. bhakan pecahan 100ribuan. katanya sih coretannya cuma kecil. dia cuma ingin tahu berapa lama uang tersebut beredar dan kembali lagi ke kantongnya.

yach… daripada iseng pake narkoba mending iseng ginian…. heheheheheheh


#20

roisz | 06 09 2007 @ 14.32.47

numpang berkomentar paman :)
ada sebuah tulisan yang masih saya ingat

“dek, jika adek masih mencintai abang, telpon abang di 08xx-dst”

apa dia terinspirasi seperti di film


#19

bimo | 06 09 2007 @ 12.54.59

kayanya nyindir gw nih


#18

ria | 06 09 2007 @ 12.54.46

jangan kaget ya… kalo suatu saat pakde dapet duit yg ada coretan alamat blog ini :D :D
itu pasti dr fans berat yg pengin pakde tambah ngetop … hihihi *ppiiiisss*
salam kenal ya pakde..


#17

ria | 06 09 2007 @ 12.49.12

jangan kaget pakde, kalo suatu saat sampeyan dapet duit yg ada coretan alamat blog ini :D :D
itu pasti dari fans berat…. yg pengin pakde makin ngetop hihihi…. *pppiiiiiisss*
salam kenal ya pakde…


#16

iway | 06 09 2007 @ 10.57.31

isengan mana pakdhe? nggambari uang seceng atau nulis tentang orang yang nggambari uang seceng? :D


#15

Charly Silaban | 06 09 2007 @ 10.22.18

Coba ah mulai sekarang iseng.. siapa tau suatu saat kelak uang itu kembali lagi ke tangan gw hehehe..
*jangan salahkan gw, ini Om Tyo yang kasih usul*


#14

galih | 06 09 2007 @ 9.45.25

yang paling mengesankan adalah bisa mencorat coret apa aja di blog ini :P


#13

ANKERBELLOK | 06 09 2007 @ 9.14.27

Hehehe…karya seni yang sering diliat, ditemui tapi tidak diminati banyak orang kenapa? kebanyakan hanya pecahan dengan nilai nominal rendah yah…


#12

~Mas Kopdang ~ | 06 09 2007 @ 7.47.15

Beaya terbesar dari Bank Sentral adalah pembiayaan Bunga SBI.
Yang kedua adalah biaya pencetakan, peredaran dan peracikan uang.

Uang Kartal yang telah dijadikan “kanvas – kertas” masuk dalam kategori UTLE, alias Uang Tidak Layak Edar.

Oleh karenanya, bila punya bakat seni, terutama lukis ada baiknya tidak memiliki uang seceng-pun. Sehingga negara tidak dirugikan …


#11

Beta Uliansyah | 06 09 2007 @ 7.20.21

Iseng amat.


#10

snydez | 06 09 2007 @ 7.00.27

kaya’ di pelem serendipity oom :)
untuk membuktikan apakah ‘nasib’ berpihak pada orang yang dituju si pengirim pesan di uang tersebut

*baru ngeh ada iklan di atas :o


#9

boit | 06 09 2007 @ 1.08.16

hmm,, apa ya ? lupa,, udah lama banget ngga’ liat coretan di uang,,
btw, emailku sudah dibuka kan eyang ? kok tiada balasan.. :D


#8

Riosadja | 06 09 2007 @ 0.29.02

Hehehe……


#7

bejo | 06 09 2007 @ 0.04.13

di selarong, wilayah di kabupaten bantul, yogyakarta, seorang anak kelas 5 sd mulai suka menulis(i) uang kertas. dibubuhkan nama dan alamat lengkap. rutin dilakukan kala sempat. tiada bosan dan enggan.
sampailah pada suatu saat 1995(?), manakala ia sudah dewasa, dan masih rajin saja (menulis!!!), datanglah seorang tentara yang belum dari sekitar wanasaba, yang tidak dikenalnya, yang datang dengan tiba-tiba, yang tiada terduga. jabat tangan, kenalan, surat menyurat, tukar poto, tunangan dan akhirnya menikah.
:)
contoh menulis yang punya makna.


#6

thya | 05 09 2007 @ 23.13.28

pernah dapet uang kembalian seribu perak, ada coretannya, bunyi-nya:
“jangan suka coret-coret uang nj*ng”
Nulisnya bukan pake bolpen tapi pake spidol, wakakakakak…


#5

Street Marketer | 05 09 2007 @ 22.45.58

Jaman SMA sering tuch..
gambar2 di duit, nulis2 di duit.

Ngirim surat buat cewek isi-nya duit 100rb terus ada gambar “hati” dan tulisan “I Love U”… kira2 ada gak ya yg melakukannya???


#4

KramOtak | 05 09 2007 @ 20.44.56

uangnya seribuan sih…
Coba klo 100ribuan pasti sayang mau mencorat-coret… :)


#3

pedhet | 05 09 2007 @ 16.32.05

saya juga pernah dapat uang yang ditulisin. uang tersebut terdapat dalam sebuah kotak rokok gudang garam surya di tepi pantai pasir panjang singkawang. uang itu uang 5000 rupiah. yang tulisannya adalah ” jika ada yang menemukan uang ini, tolong hubungi saya…” trus ada no hp nya. sayangnya no hp sudah tak aktif lagi :)


#2

b0wo | 05 09 2007 @ 16.10.04

wah mbak sama gw pernh nemuin yg serupa…http://b0wofreeze.blogspot.com/2007/03/cinta-tak-terbalas.html
begitulah…dan ah… tapi bukan saya yang melakukan itu…dan hmmm gw suka bikin ratusan acount, well


#1

the sandalian | 05 09 2007 @ 15.43.44

kalo ada nomer telponnya pakdhe, suka iseng di miskol :D