Mencoreti Uang
SEMACAM PESAN DALAM BOTOL (DAN BLOG SESAAT).

Ini bukan soal penting. Untuk kesekiansekiansekiansekian kalinya saya mendapati uang kertas yang dicoreti.
Anda pasti juga pernah mendapati. Bahkan, sori ya, mungkin juga pernah mencoreti uang.
Saya menduga pelakunya iseng. Mungkin sejenis dengan kegembiraan menggambar itu. Bedanya, yang menjadi medium adalah uang. Tepatnya pecahan rendah. Lembaran Rp 100.000 jarang dicoreti.
Di mana menariknya? Mungkin nggak ada. Buktinya tak ada orang yang tertarik. Kita tak pernah sempat membacanya. Bahkan lebih sering nggak ngeh kalau uang dalam saku atau dompet kita ada tambahan karya seni.
Si penerima uang, apalagi penjaga loket tol dan loket parkir, juga tak peduli uangnya dicoreti apa saja. Yang penting duit utuh, tidak sobek atau terpotong.
Lantas kepada siapa pesan ditujukan? Orang iseng pencoret duit itu sebangsa pengirm surat dalam botol. Sampai atau tidak ke tujuan, itu untung-untungan. Dibaca orang atau tidak, itu tak penting — malah bisa saja si pencoret sudah lupa isinya.
Tampaknya torehan belati di batang pohon, semacam “Ndoro loves Ndari [a.ka. Darmi]“, itu lebih bermakna, ditulis penuh kesadaran dan keyakinan, dan berkemungkinan lebih dibaca oleh banyak orang.
Jika jadi blogger, si iseng itu mungkin pemilik sejumlah blog WordPress dengan post tunggal nan abadi bertajuk Hello World!, kemudian ada post kedua semacam tes. Pokoknya bikin akun, lantas sesudahnya lupa password, bahkan lupa URL.
Selalu ada cara untuk mengekspresikan sesuatu secara mendadak dan sesaat. Uang kertas adalah salah satu medium. Kemudian blog boleh menyusul.
Boleh tahu coretan macam apa, pada uang kertas, yang mengesankan Anda?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Catatan Pasca-koin
December 21, 2009 by AntyoMASIH ADA SEJUMLAH TANYA.
“Cuma sebatas itu ya kepedulian orang urban dan kelas menengah? Di luar Prita nggak perlu diurus? Apa karena Mbah Minah, dan lainnya, bukan pengguna internet?” tanya seseorang kepada saya. Itu pertanyaan kesekian dari orang yang berbeda.
Ada pula yang seperti ini, “Lho katanya Langsat itu rumahnya blogger? Tapi mana blogger-nya, kok [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





eh, gw inget dulu pernah nulis2 di gocengan (kalo gak salah).
isinya : “ini uang saya”.
blo’on yeh…
jadi inget film Serendipity deh…
wahaha..aku selalu mencoreti uang bulanan yang harus d keluarkan om, baik itu untuk telp, asisten, apapun itu..agk milih2 baik yang seratus ribu maupun yang 50rb..hihi
Hmm.. ini sebenarnya trik promosi yang menarik lho. Coba aja tulis “blogombal.org” di atas uang kertas… Ada yang bakal berkunjung gak ya? hehehe