Apa Adanya, Ada Apanya
“AKU INGIN BEGINI, AKU INGIN BEGITU…” (NOBITA)
Ada pembaca yang menanya saya kenapa beberapa kali menulis soal rubrik jodoh. Inilah jawaban saya. Rubrik jodoh itu kadang menarik, terutama kalau halaman lain sudah selesai saya baca.
Di mana menariknya? Banyak. Salah satu hal adalah ini: rubrik jodoh, apalagi yang berfoto, adalah bentuk penawaran diri yang sopan tapi tak semua orang berani melakukannya.
Misalkan saya masih muda lagi lajang, dan belum laku (emang dagangan?), tampaknya saya tak berani menampilkan diri di rubrik jodoh. Bahwa saya akan mejeng di tempat lain, misalnya blog, album foto di web, layanan jaringan sosial, dengan nama asli — dan status jomblo — itu mungkin saja. Berharap apa salahnya, kan? Namanya juga upaya. Siapa tahu nyantol. When a date becomes a mate, itu temanya.
Soal lain yang menarik adalah preferensi. Lingkup pekerjaan calon idaman masih menjadi syarat. Mungkin ini sangat Indonesia, ada saja yang memasukkan kriteria “PNS/BUMN” dan “TNI/Polri”.
Sejauh saya tahu — jadi tolong Anda koreksi — jarang yang mengidamkan calon pasangan berprofesi musisi, disc jockey, manajer artis, sound engineer, master of ceremony, pelawak. Mungkin itu sudah tercakup dalam “wiraswasta”.
Dari segi kebiasaan, dulu yang sering muncul adalah yang tidak minum alkohol, tidak mengonsumsi narkoba, dan tidak suka berjudi. Beberapa tahun belakangan bertambah “tidak merokok”. Artinya kesehatan personal maupun sosial sudah diperhitungkan.
Kalau syarat seiman, penyayang, romantis, dan hahaha… humoris, itu standarlah. Sudah default. Namanya juga cari pasangan.
Soal lain? Untuk Kompas Minggu, beberapa bulan terakhir ini ada hal baru. Atau mungkin sudah lama, tapi terlewat dari perhatian saya. Apa? Ini dia… “menerima apa adanya”.
Entah maunya siapa (peserta atau editor?), yang jelas syarat itu selalu muncul.
Bisa saja tafsir gombal menyatakan begini. Yang butuh suami (atau istri) punya sejumlah syarat, tapi orang yang terincar haruslah menerima si pengincar secara, ya itu tadi, “apa adanya”.
*) Mohon maaf kepada pemilik wajah. Saya berani memuat repro di sini, dengan pengaburan, karena Kompas sudah memuatnya.
24 Responses to Apa Adanya, Ada Apanya
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Rohani bukan Muslim
June 3, 2007 by AntyoKOTAK DAGANGAN DAN PENGOTAKAN SOSIAL.
Sering saya jumpai tapi baru sekarang saya pikirkan. Itu lho, penggolongan kaset dan CD di toko, yang merupakan kepanjangan industri rekaman. Lagu rohani, artinya, lagu-lagu kristiani. Kasidah dan aneka ekspresi musikal islami, itu bukan rohani.
Ada sih toko yang lebih netral menggolongkannya: religious. Segolongan, tapi beda rak, sehingga Haddad [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





tapi rubrik jodoh memang selalu menarik yo..hihi, bahkan sampe sekarang kalo beli kompas pas wiken tetep, yang d lihat ngonokanne sek om..hehe
“menerima apa adanya..”
kekekekek.. ko kesannya despret yaaak…
whew…
buat lucu2 an tapi perna suatu kali kawan saya nyoba hub .. ternyata kudu dadi member dolo baru bisa bertemu yg di ingin kan..weleh2
—–
kawan dari kawannya teman sohibnya omith adalah omith itu sendiri :D
[tyo]
Pakdhe ki pancen senenge tilik-tilik rubrik jodo gak yang di koran Solo atau koran ibukota.
Alasane “Rubrik jodoh itu kadang menarik…” padahal ada kucing kurus mandi di balik papan, ada udang di atas batu.
Paman apa ndak takut di siomay, sama yang punya poto kalau ketahuan…
Sepertinya bukan
“Aku ingin begini, aku ingin begitu …”
tetapi,
“Aku memang begini, aku memang begitu…”
Jadi,
“Mau menerima apa adanya?”
Dulu seringkali iseng tiap moco kompas minggu, mesti pertama kali baca rubrik itu, trus dibaca keras2, terutama utk cewek Batak….soale tetangga kos cari yang sesuku, dan sampai kini trus ragu.
Pernah dia coba kenalan dengan model dari rubrik ini, ternyata malah akuuuuut, gak kuku dech….
yantee: karena,kalau sekitar 30-an lom dapat jodoh juga, lingkungan sekitar akan men-”judge” sebagai wanita aneh atau wanita ndak baik2. Beda dg pria yg bisa sante ho ho ho ho ho ho ** sok tahu mode on**
banyakan wanita ketimbang pria yg mencari di rubrik jodoh…
menerima adanya apa… ?!? loh salah yaa… ;-)
Blog sampeyan terima pasang iklan jodoh juga? Mau diembel-embeli “Iseng makin saru. Denghan hadiah mo-limo” apa bisa?
iya ya Paman, ada apanya ya yang mau diterima ma dia. jangan-jangan dia cuma menerima yang berada hehehe
menerima apa adanya…surga nunut nerok katut, bagus itu mas..
hihihi… Oom Paman emang apa adanya, deh…
benarkah jodoh harus dicari hehe. karena suka sering jatuh cinta
Dari pengalaman, “menerima apa adanya” = tidak perawan.
Kasihan juga sih jadi wanita di Indonesia, serba merugi kalo ada premarital sex terus gagal kawin.
istriku pernah ngisengin orang.
njilalah orangnya dateng to yo..?!!
Salam kenal Om,
Gw masih jomblo nech :(
Lagi proses nyari bojo.. tsaah,,
hohoho.. eyang, maaf ya, akyu belum sempat berjodoh dengan waktu untuk ngirim file-nya. besok deh! serius inimah, terima apa adanya kan ? :D
hehe. iya menarik. kadang ada yang sok pede begitu fotonya, kekeke…
Oalah kok fotone ndadak di-blur tho? Padahal dulu kayaknya sampeyan berani memajang hasil repro tanpa pengaburan. Lagipula khan sampeyan bisa mbiyantu mbaknya buat nyari jodoh dgn lebih banyak pilihan lagi, terutama untuk yang tidak langganan KOMPAS.
Ada yang nyari jodoh seorang blogger nggak?
wa iya ki pakdhe lagi puber ke-2 ya. dulu kala saya juga ngeliatin ‘lowongan’ ..dulu pas saya masih abegeh..masih mencari pasangan eh jati diri hehehe
ah… itu kan biasa mas… paling waktu mau buat iklan si pengiklan nyari contekan dari iklan2 laen. Karena banyak orang yang saling contek jadinya antara iklan satu dan lainnya ada kemiripan. hehehe… :)
Aha, apa adanya. Ya, inilah kata yang membuat saya bisa melihat hidup lebih alamiah dan segar.
Setelah hujan membasahi tanah tempat kami tinggal. Saya betul-betul memahami kata apa adanya. Basah, rumput hijau dan udara segara adalah suasana apa adanya.