Nasib Celana Pendek
MARI BERCELANA PANJANG, SODARA-SODARA!

Polisiwan gagah tegap di gerbang markasnya itu menanya apa keperluan istri saya. Dia pun bersedia membantu, “Mari, Bu. Anak buah saya akan antar Ibu. Tapi maaf… Bapak tidak boleh masuk soalnya…”
Saya pun menukas, “Ya, ya. Saya tahu. Karena saya pake celana pendek kan? Padahal ini sudah rapi lho Mas, wong saya pakai baju, bukan kaos. Yah, saya tunggu di warung sana ajalah.”
Polisiwan bilang, “Terima kasih atas pengertiannya.”
Saya mengerti. Seisi kantor pakai pakaian lengkap, bahkan dalam panas yang lembab kemarin pagi itu banyak polisiwan berdasi dengan baju basah kuyup. Eh lha kok ada tamu bercelana pendek.
Begitulah, saya memang sering salah kostum. Celana pendek itu nyaman karena isis, dan murah karena harganya separuh celana panjang (begitu pula alasan saya berkaos: harganya separuh harga kemeja). Tapi situasi-kondisi-toleransi serta pandangan-jangkauan orang sekitar kadang tak menerimanya.
Mau niru Bob Sadino? Dia mah juragan kaya, lengan baju utuh dipotong, celana panjang pun mungkin begitu. Tapi dia pernah ditolak masuk gedung DPR gara-gara pakaiannya. :D
Di kantor lama saya juga sering bercelana pendek dan para juragan saya tak peduli — tapi iba pun tidak, buktinya mereka belum pernah belikan saya pantalon.
Kalau tamu tanpa perjanjian datang, dan menjumpai saya bercelana pendek, bahkan bersarung batik di kantor, wah… itu nasib dia.
Tentu, masalah kecil ada saja. Pernah, suatu malam, kami sekantor datang melayat ke sejawat yang neneknya wafat. Saya jadi si aneh. Pekerja tenda dan kursi sewaan pun tak bercelana pendek. Maka duduk di pojok gelap menjadi pilihan saya, demi kenyamanan masing-masing pihak.
Hampir jadi masalah tapi selamat ya waktu datang ke sebuah sekolah tempat saya jadi guru tamu untuk menemui guru resmi, dua bulan lalu. Untung sedang libur semesteran.
Jadi, selain isis dan ngirit, buat apa saya bercelana pendek? Kalau membanggakan kaki jelas bukan, karena kaki saya dekil dan mirip kaki meja (tanpa bulu), sudah begitu si dengkul hitam kapalan pula.
Oh, mau bergaya retro seperti foto-foto Ipphos zaman revolusi ya? Nggak juga. Saya bukan orang revolusioner.
Nah, mau gegayaan kan? Walah, gaya apaan. Saya nggak fashionable. Ketika orang lain pada demen celana ala Jojon — saya sebut begitu karena panjangnya melebihi lutut — saya tetap bercelana pendek biasa.
Sebiasa apa? Ada yang bilang celana pendek saya kayak babah toko beras di kota kecil. Khaki yang bukan kargo.
Sebetulnya saya sudah mencoba bercelana panjang lagi supaya dianggap sopan. Tapi ya itu, sering lupa. Juga, kadung keenakan.
Tetangga dan sopir angkot mungkin mengira saya bekerja di toko bangunan. Ndak masalah. Tapi orang toko pernah menyangka saya juragan, dengan alasan yang biasa bercelana pendek hanya bos. Ini masalah. Saya ditawari barang-barang mahal. Kalau menawar kelewatan dibilang sok miskin.
© Foto: Ipphos
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Jarang Pulang, Siap Mati
January 6, 2008 by AntyoHIKMAH DARI SPIRITUALISME JALANAN.
Di tengah jejalan padat kendaraan berebut ruang, motor lelaki berhelm itu gesit mencari celah. “Jarang pulang” terpampang di rompinya. Selebihnya, setelah headline, bacalah body text di punggung rompinya.
Dia saya lihat barusan di Jakarta Selatan. Saya tak menganggap dia sedang menjemput maut. Buktinya dia tak mencemplungkan diri bersama motornya ke [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Aduh serem akronimnya..
xixixi… :p
gapapa masih celana pendekan, ketimbang temen2 ku yang cuman boxeran… please deeeh (amboy pemandangannya… :P)
emang jadi situasi yang terasa aneh pada penampilan yang cukup ekstrim,seperti yang pernah saya saksikan di Bali di sebuah kantor pusat Bank ternama,dimana semua orang tampil normal,ada bule2yang telanjang dada,bahkan gak pake alas kaki, cuma pake cawet doang.Bahkan pernah sambil makan burger di sebuah resto sambil melototin G string yang santai antri di cashier,wow
aetujuuuuuu
pakdhe, aku juga paling demen kathokan thok. lha isis….