Membiarkan Diri Jadi Kelinci
TAKTIK BARU ILMU LAMA: MEMPERDAYAI KONSUMEN.
Saya bukan penggemar ragam layanan operator. Tapi ketika mendengar sejumlah keluhan, termasuk dulu dari anak saya, maka saya pun tergoda dan tergoda.
Tempo hari saya coba nada sambung pribadi (NSP) atau ring back tone. Dalam sekejap beres — padahal saya tak tahu lagunya, karena asal pencet kode saja. Kata orang lagunya bagus. Syukurlah.
Beberapa hari lalu masa pakai NSP itu habis. Saya pikir kalau tanpa reply berarti dianggap tidak memperpanjang. Yah, SMS pengingat dari content provider (yang merangkap aggregator) kan meminta balasan SMS dari konsumen kalau ingin memperpanjang.

Yang terjadi dua hari kemudian ternyata automatic rollover. Tanpa balasan berarti memperpanjang NSP dan siap kena tambahan dalam tagihan bulanan. Bagi penyedia isi, no news is good news. Tanpa kabar berarti oke plekethe — boleh dan rela diporoti.

Saya coba kirim SMS unreg. Ternyata gagal. Celakanya saya tak mendapatkan menu untuk unreg via SMS. Kalau via telepon dan web kayaknya bisa (artinya mengkhianati semangat kepraktisan), tapi belum saya coba.
Lain halnya dengan layanan backup data pribadi. Setelah masa pakai habis saya menerima SMS pengingat dan seterusnya, sehingga saya mendapatkan menu untuk menyetop pelangganan. Ini lebih sopan. Tidak main todong dan cengklong dengan mempersulit penghentian pelangganan fitur.

Moral cerita: salah sendiri kenapa iseng.
Moral lain: ginian sih nggak seberapa dibanding kena sadap tapi operator berbeli-belit ingin menghindar dari tanggung jawab.
Bonus:
+ Kuesioner aneh untuk mudik gratis
13 Responses to Membiarkan Diri Jadi Kelinci
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Lagi-lagi Lagu-lagu Lugu Belagu
December 20, 2006 by AntyoKUPING KITA TAK SANGGUP MENYERAP SEMUA MUSIK.
Rudi Loho, pencipta lagu Aku tak Biasa, kepada Nova mengaku mendapatkan royalti hampir Rp 700 juta dari Blackboard. “Kalau saya saja dapat segitu, apalagi Alda,” katanya.
Baiklah, sudah jelas persoalannya. Lagu laris — mestinya — mendatangkan rezeki. Yang tak jelas bagi saya sebagai awam musik maupun [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





hello…
wonderful post…
[...] Menelepon call center, pada malam hari, seperi kemarin, termasuk lewat nomor non-bebas-pulsa, itu butuh kesabaran. Mesin penjawab nan ramah itu bisa mendadak bisu setelah mengantarkan menu. Biaya menelepon untuk menghaus ring back tone lebih mahal daripada langganan satu lagu untuk sebulan. [...]
Saya juga pernah ngalamin mas. ya akirnya tetap lari ke galery surung ngeblok kan. hik hik
wakqkqk, masih mengikuti cara – cara yang bisa dipakai.
apapun caranya, yang penting bisa morotin pengguna. Perkara komplen, silakan hubungi Customer service kami * -CS malah tambah mbulet- *
dulu malah pernah, kagak pernah reg, tapi dapet nada tiba2.
jadi harus unreg.
unregnya lama lagi!
Email sampeyan itu apa paman?
Email yang terakhir ke saya itu saya bales, eh dapet balesan dari Mailer Doraemon.
–budiw
bukannya dolo juga sering disadap? :D
Dolo idsadap tapi ga diberkas. Lha ini kok diberkas jadi ketauan itu atas perintah siapa yang nyadap. Perintah yang punya duit :p
Mbilung: bagai perawan dalam sarung penyamun, gampang masuknya susah keluarnya.
wekekekek. lucu tenan iki.
Jadi ceritanya pamer domain rentjoko.net nih? Hehe, keren juga.
jadi kapan yg tersesat bisa liat hasilnya? :P
Dari awal saya udah tau model bisnis sms yg pake ndaftar (REG blablabla) bakal nepu. Apalagi yg menyediakan layanan adalah third-party. Masuknya dipermudah, keluarnya dipersulit. Layanan yg disediakan provider langsung, biasanya lebih bertanggung jawab.
Adik saya pernah iseng juga nyoba ndaftar layanan serupa. Proses UNREG-nya butuh waktu seminggu, itu pun setelah rewel bolak-balik komplain. Indonesia gitu loh… kalo masih bisa diporoti, knp tidak? :P
“Moral lain: ginian sih nggak seberapa dibanding kena sadap tapi operator berbeli-belit ingin menghindar dari tanggung jawab.”
loh, situ ngikutin berita soal penyadapan juga toh? :D
bagai perawan dalam sarung penyamun, gampang masuknya susah keluarnya.