Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Membiarkan Diri Jadi Kelinci

Senin, 08 Oktober 2007 @ 19:40 | Komedi Indonesia, Personal

TAKTIK BARU ILMU LAMA: MEMPERDAYAI KONSUMEN.

Saya bukan penggemar ragam layanan operator. Tapi ketika mendengar sejumlah keluhan, termasuk dulu dari anak saya, maka saya pun tergoda dan tergoda.

Tempo hari saya coba nada sambung pribadi (NSP) atau ring back tone. Dalam sekejap beres — padahal saya tak tahu lagunya, karena asal pencet kode saja. Kata orang lagunya bagus. Syukurlah.

Beberapa hari lalu masa pakai NSP itu habis. Saya pikir kalau tanpa reply berarti dianggap tidak memperpanjang. Yah, SMS pengingat dari content provider (yang merangkap aggregator) kan meminta balasan SMS dari konsumen kalau ingin memperpanjang.

tipuan NSP

Yang terjadi dua hari kemudian ternyata automatic rollover. Tanpa balasan berarti memperpanjang NSP dan siap kena tambahan dalam tagihan bulanan. Bagi penyedia isi, no news is good news. Tanpa kabar berarti oke plekethe — boleh dan rela diporoti.

tipuan NSP

Saya coba kirim SMS unreg. Ternyata gagal. Celakanya saya tak mendapatkan menu untuk unreg via SMS. Kalau via telepon dan web kayaknya bisa (artinya mengkhianati semangat kepraktisan), tapi belum saya coba.

Lain halnya dengan layanan backup data pribadi. Setelah masa pakai habis saya menerima SMS pengingat dan seterusnya, sehingga saya mendapatkan menu untuk menyetop pelangganan. Ini lebih sopan. Tidak main todong dan cengklong dengan mempersulit penghentian pelangganan fitur.

bekup data telkomsel

Moral cerita: salah sendiri kenapa iseng.

Moral lain: ginian sih nggak seberapa dibanding kena sadap tapi operator berbeli-belit ingin menghindar dari tanggung jawab.

Bonus:
+ Kuesioner aneh untuk mudik gratis

Ada 13 komentar | trackback | Depan

#13

site | 30 10 2007 @ 16:26:13

hello…

wonderful post…


#12

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Pascabayar Sabar, Prabayar Ginanjar | 25 10 2007 @ 23:55:20

[...] Menelepon call center, pada malam hari, seperi kemarin, termasuk lewat nomor non-bebas-pulsa, itu butuh kesabaran. Mesin penjawab nan ramah itu bisa mendadak bisu setelah mengantarkan menu. Biaya menelepon untuk menghaus ring back tone lebih mahal daripada langganan satu lagu untuk sebulan. [...]


#11

syaifudin zuhri | 09 10 2007 @ 19:26:58

Saya juga pernah ngalamin mas. ya akirnya tetap lari ke galery surung ngeblok kan. hik hik


#10

adipati kademangan | 09 10 2007 @ 16:40:09

wakqkqk, masih mengikuti cara - cara yang bisa dipakai.
apapun caranya, yang penting bisa morotin pengguna. Perkara komplen, silakan hubungi Customer service kami * -CS malah tambah mbulet- *


#9

areta | 09 10 2007 @ 12:30:27

dulu malah pernah, kagak pernah reg, tapi dapet nada tiba2.
jadi harus unreg.
unregnya lama lagi!


#8

budiw | 09 10 2007 @ 10:26:58

Email sampeyan itu apa paman?
Email yang terakhir ke saya itu saya bales, eh dapet balesan dari Mailer Doraemon.

–budiw


#7

sawung | 09 10 2007 @ 10:08:09

bukannya dolo juga sering disadap? :D
Dolo idsadap tapi ga diberkas. Lha ini kok diberkas jadi ketauan itu atas perintah siapa yang nyadap. Perintah yang punya duit :p


#6

bangsari | 09 10 2007 @ 8:30:50

Mbilung: bagai perawan dalam sarung penyamun, gampang masuknya susah keluarnya.

wekekekek. lucu tenan iki.


#5

Koen | 09 10 2007 @ 6:14:18

Jadi ceritanya pamer domain rentjoko.net nih? Hehe, keren juga.


#4

didats | 09 10 2007 @ 1:49:23

jadi kapan yg tersesat bisa liat hasilnya? :P


#3

bee | 09 10 2007 @ 0:20:36

Dari awal saya udah tau model bisnis sms yg pake ndaftar (REG blablabla) bakal nepu. Apalagi yg menyediakan layanan adalah third-party. Masuknya dipermudah, keluarnya dipersulit. Layanan yg disediakan provider langsung, biasanya lebih bertanggung jawab.

Adik saya pernah iseng juga nyoba ndaftar layanan serupa. Proses UNREG-nya butuh waktu seminggu, itu pun setelah rewel bolak-balik komplain. Indonesia gitu loh… kalo masih bisa diporoti, knp tidak? :P


#2

ndoro kakung | 08 10 2007 @ 21:58:01

“Moral lain: ginian sih nggak seberapa dibanding kena sadap tapi operator berbeli-belit ingin menghindar dari tanggung jawab.”

loh, situ ngikutin berita soal penyadapan juga toh? :D


#1

Mbilung | 08 10 2007 @ 21:41:36

bagai perawan dalam sarung penyamun, gampang masuknya susah keluarnya.