Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Pusing oleh Kartu Penjejal Dompet?

Kamis, 18 Oktober 2007 @ 12:15 | Komedi Indonesia

ADA SOLUSI YANG PALING PRAKTIS.

membership card gombal

Bersyukurlah jika Anda termasuk pria bersahaja. Dompet cuma berisi uang secukupnya, KTP, SIM, dan kartu ATM. Jika dompet Anda kian tebal dan menebal karena terlalu banyak struk, voucher, dan aneka kartu (termasuk kartu nama orang lain), maka Anda termasuk pria ribet.

Dari sejumlah kartu diskon dan keanggotaan (dari koperasi sampai gym) yang ada di dompet itu, manakah yang sering Anda pakai? Jika Anda jarang memakainya sebaiknya disimpan di laci dasbor atau tas.

Pria kota besar makin aneh. Dompetnya makin tebal, dengan kartu berjejal. Ketika dompet dimasukkan ke saku belakang celana hanya akan mengganggu karena ada perasaan terganjal. Dari segi penampilan, pantat menggembung padat hanya di sebelah saja.

Kartu-kartu itu kadang merupakan keharusan. Tapi tak jarang datang begitu saja sebagai komplimentari. Pasar swalayan memberikan. Toko perkakas mengirimkan. Operator selular menyediakan. Bengkel mempersembahkan. Dan masih banyak lagi. Iming-imingnya sama: diskon dan layanan khusus.

Padahal tempat mana saja yang memberikan diskon itu sulit dihapal. Jika Anda membawa buklet daftar resto, hotel, bengkel, apotek, dan entah apa lagi, maka dompet sebaiknya Anda ganti tas tangan.

Kalau gadget bisa memanfaatkan push maupun pull untuk mengetahui layanan terdekat, adakah jaminan bahwa cukup dengan satu langkah dapat informasi yang tepat dan andal, tanpa scrolling maupun pilih menu? Entahlah. Ketika baterai habis, atau gadget nyemplung got, dunia serasa kiamat.

Dari segi akal pedagang dan nafsu kemaruk konsumen, segala tawaran itu memang menarik. Tapi ketika simpul pemanfaatan ada pada kartu itu sama saja melanggar prinsip kepraktisan.

Pergeseran gaya hidup, bahwa lelaki juga sering (baca: gemar) berbelanja — termasuk untuk kebutuhan domestik — telah menjadikan dompet mereka tidak simpel lagi. Hanya lelaki supermapan yang dompetnya tak berkantong banyak, bahkan tak pernah bawa KTP dan SIM, karena semua urusan ada yang menangani.

Mestinya ada cara yang lebih praktis dengan memanfaatkan, misalnya, ponsel. Tapi ini pun akan bikin ribet kalau setiap akan memanfaatkan harus kirim SMS agar dapat nomor kode.

Cukup tunjukkan KTP, meskipun kurang keren, kayaknya praktis. Tapi yang lebih praktis ya sidik jari (ada sidik utama, ada sidik cadangan). Itu lebih praktis, dan lebih sopan, ketimbang mensyaratkan tato barcode di lengan. Lebih manusiawi daripada menanamkan chip ke dalam tubuh — kayak endangered species saja.

Adakah yang paling praktis? Tak usah ikut keanggotaan ini dan itu. Abaikan semua iming-iming diskon dan layanan khusus. Sederhana. Gampang. Sama simpelnya dengan priyagung supermapan.

Ada 21 komentar | trackback | Depan

#21

STR | 02 11 2007 @ 22:45:49

setuju tok!


#20

guntur | 22 10 2007 @ 15:36:16

saya pake box bekas tempat simcard untuk nyimpen kartu atm.soale kalo saya satuin di dompet cepet patah karena kelungguhan =)


#19

mina | 20 10 2007 @ 22:40:56

saya tertusuk nih. dompet tebel isinya kartu nama orang dan struk ;p


#18

areta | 19 10 2007 @ 15:14:05

makanya, cowok suruh bawa tas tangan.. yang dijempit di ketek tuh. isi dompet tebel, kartu2, kosmetik, tisu, dll..
kayak cewek…


#17

heRRu | 18 10 2007 @ 22:22:21

gak tahan buat bilang ini posting keren :D biar gak tebel, bawa dompet banyak saja mas. dompet isi duit. dompet isi kartu kredit. dompet passport. dompet isi kunci. dsb.


#16

memo.blogombal.org » Blog Archive » Menunggu Kuis dari Boy Avianto :D | 18 10 2007 @ 19:30:29

[...] Wow! Komentar Boy Avianto di sana sangat menggugah. Merangsang dan menggoda gitu. Maka yang kita tunggu sekarang dia bikin kuis di blognya. Hadiahnya ya barang sakti itu (Jimi Wallet, kiri). Setuju? [...]


#15

Retorika Unair | 18 10 2007 @ 18:53:30

Pak dhe,

Abis baca posting sampeyan ini, nanti akan ada perusahaan oportunis yang melihat peluang emas. Bentuknya mungkin kartu “all in one”. jadi, dompet cuman diisi satu kartu doang [sebagai ktp, atm, sim, kartu rumah sakit, askes, kartu anggota partai, dll]


#14

ono | 18 10 2007 @ 17:36:46

Mathur suwun sarannya pak’ de akan kesederhanaan dlm hidup. Setahun ini hanya SIM yg amat sering keluar masuk Dompet sebab keseringan di Tilang sama pak Polisi.


#13

kamaruddin | 18 10 2007 @ 17:26:06

Ini mungkin masih mimpi di Indonesia. Pemakaian QR Code untuk proses identifikasi pribadi sampai beli tiket pesawat bisa dengan hanya menggunakan ponsel.

Sebagai salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia ditambah dengan tingginya pemakaian ponsel tentu akan sangat menarik jika bisa diimplementasikan.

Bayangkan jika kita bisa berpergian dengan berbekal ponsel, kunci rumah dan dompet berisi ongkos.

BTW, di situs saya ada sedikit coret2an pemula tentang QR Code


#12

avianto | 18 10 2007 @ 16:04:53

Oh iya, lupa. 5 kartu itu: ATM, SIM, Blitzcard (saya hobi nonton hehehe), kartu identitas kantor/kampus dan 1 kartu kredit.
KTP dan kartu-kartu tambahan lainnya di dalam tas notebook (merangkap tas kerja, ransel dan tas kamera) - biasanya ditinggal di mobil atau di meja kantor (paling sering di rumah sih).


#11

avianto | 18 10 2007 @ 15:59:09

Saya sudah hampir setahun ini tidak pernah pakai dompet. Sejak pakai Jimi - http://www.thejimi.com/wallet/ (bukan promosi loh), jadi cuma bawa maksimal 5 kartu dan uang secukupnya (kadang pakai money clip (atau karet hehehe) kalau butuh cash banyak)

Efeknya lebih irit dan lebih ringkas. Ya, saya selalu senang yang simpel.


#10

dhany | 18 10 2007 @ 15:49:10

biar ndak ribet
ndak usah belanja macem-2
samk madya bae..


#9

kardjo | 18 10 2007 @ 15:37:07

Walah.. saya mau yang kartu diskon SPARK itu… hehehehe (onok ae)

gimana kalo kartu jmn sekarang dibikin oleh orang jamn baheula.. mungkin sperti yang di link url ini . Bikin donk paman, secara dikau yg super kreatif ini.


#8

rendy | 18 10 2007 @ 15:29:25

dompetku tebal.. kartu semua


#7

ayahshiva | 18 10 2007 @ 15:11:09

dompetku pun penuh dengan berbagai macam kartu, mulai dari KTP, SIM, ATM dan kartu keanggotaaan lainnya, sayangnya belum ada kertu kredit, gak tahu deh mau di jejalkan dimana kalo udah punya kartu kredit


#6

adipati kademangan | 18 10 2007 @ 14:34:03

tinggal ngintip dompetnya saja
apakah isinya bergambar sukarno-hatta atau kapiten pattimura
—————
Blog e pak dhe mbilung wes kedaluwarsa.


#5

handaru | 18 10 2007 @ 14:33:16

Jika sistem administrasi negeri ini bagus dan terpercaya, harusnya KTP cukup.


#4

Acil | 18 10 2007 @ 13:36:15

Blognya asik, kesasar malah kesengsem…sy link ya?


#3

dipi | 18 10 2007 @ 13:29:11

Bawa dompet tebel aneh, bawa tas tangan kayak tukang kredit panci keliling, bawa tas pinggang kayak kondektur, bawa tas gendong kayak anak sekolah, bawa kantung plastik kayak mak-mak, ajudan belum punya, duh susahnya….


#2

Mbilung | 18 10 2007 @ 12:52:51

hp saya yang ini ndak perlu sms buat dipake blanja. Hanya, ya ndak laku di sini.


#1

daniel | 18 10 2007 @ 12:52:33

supergakmapan juga sama kok, alias supersederhana, gak perlu ini itu, cukup uang tunai seadanya dan tanda pengenal… :D