Kantor sebagai Warnet Gratis
PILIH MANA: DIBATASI ATAU DIBEBASKAN? :D

Soal lama. Kadang diperlakukan sebagai pasal tahu sama tahu. Boy Avianto mengingatkan lagi, dan kita tinggal menunggu sambungannya. Tanggapan menarik datang dari Priyadi: “Allow free access policy to all, but publish every single employees activities.” Ini lebih edukatif. :D
Fasilitas internet di kantor itu serupa dengan telepon, faksimili, mobil, motor, dan apa pun yang milik kantor. Ada aturan pakainya. Maka jangan keburu teriak-teriak soal perlindungan privasi.
Tapi kalau bos mengirim orang untuk memeriksa komputer pribadi dan riwayat akses anak buah di rumahnya, padahal itu semua dilakukan oleh karyawan dengan biaya pribadi, segera kontaklah pengacara.
Sebuah perusahaan yang longgar dalam memberikan akses internet bagi karyawannya punya cara jitu untuk bikin kapok. Kalau seorang pengguna keseringan melongok dan mengunduh gambar indah maka tiba-tiba browser-nya hanya berisi permintaan agar melapor ke atasannya agar diteruskan ke bagian TI.
Melapor, meskipun ditanggapi dengan canda (“Emang lu buka apa aja?”), jelas bikin malu. Apalagi kalau kasusnya dilaporkan ke juragan.
Memang ada sejumlah jalan memutar untuk mengakses ini dan itu. Tapi lama-lama toh ketahuan juga. Dan ujung-ujungnya dipermalukan. Kayaknya saran Priyadi oke juga.
Maka kepada seorang mbak ahli hukum saya meminta agar links yang saya kirim jangan langsung dibuka. Hubungi dulu manajer TI. Si Mbak sudah tahu apa isinya, tapi bisa jadi URL-nya termasuk yang diharamkan di kantornya.
Saya waktu itu mengirim contoh disklaimer situs dewasa yang menolak pornografi anak-anak, bestialisme, dan penyimpangan lainnya, berikut rujukan mereka ke asosiasi situs hiburan dewasa.
Bagaimana dengan chatting, milis hobi, transaksi online, unduh lagu dan video, dan… aha… ngeblog (dapat iklan pula) di kantor?
Berdiskusi di tempat Avianto dan menanya Priyadi, serta blogger lain, tentu lebih mengasyikkan. Mereka punya sejumlah data, dan anekdot, tentang “produktivitas setelah ada internet”. Nukman Luthfie khatam soal ini. :)
Seseorang bilang, sekarang ini buang waktu dengan ngobrol dan bercanda di kantor itu makin sedikit — kecuali pagi, jam makan, dan menjelang pulang. Teman sebelah meja diare gawat dia nggak tahu, tapi teman chatting di Honiara atau Lilongwe telat gaji dia ngerti.
Setiap karyawan, termasuk sekretaris, asyik dengan headset, gadget, dan komputer masing-masing. Ketika internet tiba-tiba ngadat, apalagi listrik padam, dan sumpah serapah sudah reda (dengan theme song keren: “Kerjaan Jadi Terganggu Nih!”), tiba-tiba orang menjadi lebih guyub. Ngobrol. Ada juga sih yang diam, berusaha tidur, karena bete. :P
Kantor di ruko apek suram nggak masalah, yang penting bandwidth berlimpah — dan nggak ada pembatasan (bahkan hari libur boleh masuk). Itu kata seorang pencari kerja. :D

NB:
Selamat hari Senin. Selamat bekerja lagi. Selamat meramaikan lalu-lintas internet yang sempat surut karena libur. :D
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Sale! Harga Boleh Naik!
August 31, 2007 by AntyoSESUAI HUKUM PENAWARAN & PERMINTAAN? :D
JVC Camcorder GR-D790 turun harga, dari Rp 4.150.000 menjadi Rp 3.499.000. Adapun Canon Digicam PowerShot-A700 dari Rp 3.089.000 turun menjadi Rp 2.799.000. Namanya juga obral. Entah jadi murah beneran atau nggak, itu soal lain.
Tapi ada juga, atas nama sale, yang harganya justru naik. Misalnya Samsung Digimax [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Setuju, kantor=warnet. Bahkan akhir2 ini posting Paman seputar “Facebook yang diblokir” gak bisa sy komentari. Itu tandanya di kantor saya URL yg mengandung istilah Facebook saja sudah diblok sama tukang IT, apalagi frontpage Facebooknya…. :D
—
Aha! Begitu juga kalo nyari UU Antipornografi ya? Bakal keblok :))
/tyo/
ada yang mo uang gratis tanpa harus membayar saya atau orang lain
hanya bermodalkan koneksi ke internet
belajar disini dengan link-link afiliate yang
saya kumpulkan beserta penjelasannya
http://users2.TitanicHost.com/rajamiskin
semoga sukses
Kalo di kantorku bebas banget internetnya. Mo download? Bisa! Mo streaming? Bisa juga! Mo buka youtube? Bisa banget… Tapi hanya 2KBps yaa… :D
lam kenal semuaaaa (^_^), saya newbie nih, mohon pencerahan dan bimbingannya, thank’s all
Kebiasaan dikantor
seru juga tuh kaya si nisa sampai kena sp untung gak di pecat
btw tks maz
rara
http://www.qsexpert.com
Gw sama dengan rakaz tuh pake kantor waktu bikin http://www.equityloansecrets.com tapi gw sekarang dah pake warnet aja bcause kena sp he he he
Tahu aja maz aku pake kantor waktu bikin http://www.articlecillin.com karena dikantor bebas aja tuh
Dulu waktu baru merintis http://www.yogyes.com, warnet adalah kantor gratis saya :D
Hmmm untung di kantorku gak terlalu ketat soal ini hehe
[...] Blogombal: Kantor Sebagai Warnet Gratis [...]
paman tyo, ini gak berlaku di kantorku (non gov. org). Di sini, kami bebas aja gunakan inet utk keprluan apapun. Lembaga nirlaba kebanyakan gitu om.
Jadi aku gak bakalan dapat peringatan kek gambar om tyo tuh :).
selamat mengwarnetkan kantor :))
salam
cttn: main ke URL ku om tyo
kalo di tempatku ga semua orang dapak akses paman, kalo mau, harus ada persetujuan dari head dept sama head div :D terus kl dapet, yaaa standard lah, akses qt difilter sama adminnya, ga bisa chat, po*n, sara, dsb.
SSH Tunneling…
Cara ini biasanya dipakai oleh Oblek disaat ber-wifi di public hotspot. Lumayan bisa mengakali counter bandwith, bila keadaan memungkinkan.
Nah keadaan juga yang memungkinkan sepupu saya si arie untuk lanjut browsing hari ini, meskipun jatah browsingn…
waduh kedua pilihan kok tak nyaman. pilihnya sih dibebaskan dan tak perlu diawasi. yang penting tenggat waktu selalu tepat. entah dikerjakan di kantor, siang malam atau pagi.. :)
gimana kalo kampus sebagai warnet gratis?
Saya ada strip komik tentang Kantor sebagai Warnet gratis. Tidak lucu memang, tapi pas aja dengan posting ini:
Malaikat Atau Setan
Kalau aku sih mending pilih di bebaskan. Kalau memang kekhawatirannya adalah membuka hal-hal yang tidak related dengan pekerjaan sebaiknya dibatasi di beberapa konten saja.
:D