Partai Bedak Gatal itu. Anda Masih Butuh?
KITA BANGSA OPTIMIS, TAK KENAL JERA. :D

Izinkanlah saya mengajukan pertanyaan naif. Masihkah Anda memercayai partai politik dan membutuhkannya?
Saya awam politik, meski yah… kadang menjadikan isu politik sebagai infotainment semata. Untuk disimak sejenak (siapa tahu bermanfaat lucu), dikomentari (supaya dianggap terpelajar), lalu dilupakan (ini alami).
Kadang partai seperti badak bedak antigatal untuk punggung. Dengan terpejam pun kita tahu titik gatal kita, tapi ketika menaburkan bedak, bahkan di depan cermin dalam ruang terang, bedak itu hanya berceceran mengotori lantai. Rasa gatal tetap menanti taburan antihistamin, dan terus berharap, bahkan kian meningkat kadarnya.
Partai adalah soal butuh dan tak butuh. Kita butuh karena merekalah yang mestinya menyuarakan kepentingan kita. Apa pun bunyi statuta masing-masing pastilah berisi klaim tentang agregasi kepentingan rakyat.
Kita tak membutuhkannya kalau kepentingan kita sudah tercapai — itu idealnya. Yang lebih sering terjadi, kita tak butuh karena sebal dan tahu diri. Kepentingan kita tak terwakili. Mereka yang ada di parlemen adalah wakil partai berlencana wakil rakyat — dengan segala ongkosnya.
Ya, mereka. Mereka yang membangun pagar tinggi dan kokoh untuk gedung rakyat, agar tak semua orang masuk lalu mengusik kesibukan mereka. Ya, mereka yang memasang tembok berlapis marmer untuk meredam pekik parlemen jalanan, sambil menghalangi fasad gedung dari pelintas jalan di depan.
Salah, jika kita katakan partai dan poli-tikus adalah orang-orang yang berpikir jangka pendek. Sejak kemarin mereka mulai kasak-kusuk untuk memenangi pemilu, dengan meja berstiker “konsolidasi” dan “silaturahmi”. Mereka berpikir lebih panjang daripada kita, lalu kita mempersilakan mereka untuk dikadali.
Baik, baiklah. Saya tahu Anda sudah muak dan bosan membaca tulisan ini. Anda pun tak peduli bahwa partai-partai besar bikin liga untuk menandingi forum partai eceran, partai tungau, partai gurem.
Saya tak hendak berlama-lama menulis. Saya hanya ingin mengulangi judul untuk bertanya.
NB:
Kenapa keledai tak terantuk batu yang sama untuk kedua kalinya? Karena rute sudah berganti, dan jalan sudah diperbaiki. Untuk itu, keledai tetap butuh partai dan poli-tikus, kan?
26 Responses to Partai Bedak Gatal itu. Anda Masih Butuh?
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Kata Hati Saat Ekonomi Berhati-hati
November 28, 2008 by AntyoSTRES, KERJA, KELUARGA, PERCERAIAN, GILA…
Mahalkah hati? Tergantung hati apa dan siapa. Buktinya setiap menjelang Lebaran harganya di konter atau los daging itu naik. Tak ada hubungannya, belakangan ini saya dihubungi beberapa orang yang ingin menuruti hati.
Intinya soal pekerjaan. Mau pindah bahkan keluar (dan pokoknya keluar, tanpa plan). Jawaban saya bisa beragam, bergantung [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kita masih butuh parpol man!! lha miturut “atoeran jang soedah diboeat” yang pimpin bangsa ini ya para poli – tikus itu… ketawa aja lah!