Wanita Mandiri ala MLM
SENI MERAYU DAN MEYAKINKAN.

Iklan Tupperware untuk menjaring anggota pemasar baru itu bagus. Sederhana, mengundang, sekaligus sugestif. Asas manfaat langsung dikedepankan: punya uang sendiri, tak perlu nggandul suami.
Mungkin edisi mendatang iklannya lebih berani. Masih bergaya testimoni entah dari siapa, tapi modelnya adalah pria berbaju kasual di depan SUV. Tajuknya bisa saja, “Merdeka dan santai karena istri tercinta.”
Penjelasannya, “Tanpa dukungan istri di Tupperware, mana cukup gaji saya untuk menyekolahkan anak dan gonta-ganti mobil. Juga untuk beli buku, CD, wine, piringan hitam, cerutu, modifikasi mobil, spa seminggu sekali, dan sesekali dugem sampai pagi…” :D
Kalau ada suami jengkel membaca iklan itu, karena merasa jatuh gengsi, berarti dia pemegang mitos lama lelaki sebagai “pemenang roti”. Kalau ada istri sebal terhadap iklan itu, sambil menggerutu, “Busyet, gue nyari duit buat manjain laki?” berarti konsep iklannya yang salah. Lelakinya sih nggak salah. :P
Saya belum tahu berapa banyak putaran uang bisnis pemasaran semacam Tupperware ini. Juga belum tahu berapa jumlah minimal yang ditangani seorang anggota pemasarnya. Kalau jumlah maksimal sih, kayaknya pernah diiming-imingkan — khas bisnis pemasaran berkeanggotaan, apa pun benderanya (termasuk pialang properti).
Nah iklan yang ini bicara bisnis tanpa terlalu kelihatan berbisnis. Ibarat bank menawarkan kemudahan bagi konsumennya, antara lain melalui mobile banking, tanpa kata “transaksi”,”bisnis”, “investasi”, maupun “keuntungan”, padahal layanan tersebut bisa dipakai untuk bisnis valas dan kertas berharga.
19 Responses to Wanita Mandiri ala MLM
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Dering Telepon Landline February 10, 2012Suatu hari fixed-line kantor berdering berkali-kali. Mirip kantor betulan! Binis adalah krang-kring. Seperti dalam film lama. Tetapi kini orang kantoran makin sering berponsel. Langsung ke tujuan. Tarif lebih murah. Di rumah pun telepon kabel tak seaktif dulu. Selain untuk memesan gas dan air galonan, telepon untuk interlokal. Mungkin semakin jarang keluarga […]antyo
- Dering Telepon Landline February 10, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 glennypy6 (Glenny Jonathan)
- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 hollowayzr4 (Holloway Wharton)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Pria Tajir: is a Plus, is a Must, or…
January 10, 2007 by AntyoWANITA JUGA MENGAMINI MITOS SUPERIORITAS PRIA.
“4 Lelaki Penggugah Selera: Young, Rich & Available”. Itulah cover line majalah Chic edisi (3-16 Januari 2007). Topik yang tak baru tapi bisa disebut klasik. Selalu aktual dari masa ke masa. Diperbincangkan sebagian kaum hawa jomblo dari zaman ke zaman, di kedai kopi sampai internet messenger.
Pada zaman [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





sehat dari akarnya…
http://www.profitinthrift.com/excel_pack.htm
Silakan aja wanita pengen punya penghasilan sendiri. Yang terpenting jangan terjebak di bisnis money game dan piramid yang berkedok MLM. Lebih jelasnya silakan ke http://www.apli.or.id, cari tau lebih dalam apa itu MLM, Money Game n Piramid.
emang wanita sukanya belanjaaaa….??!
#11 pas banget tuh michael moore, ditambah mobil matic kaliii
lha..
maksudnya kan biar cewek cewek mau usaha sendiri paman..
Woalah MLM = multi level to Om, tak pikir MLM = Malam. Jadi Wanita mandiri ala Malam hari
MLM :D pertanyaan pertama mereka waktu pendekatan selalu: “apakah anda ingin bebas finansial?”
ike jg pengen tuh kayak gitu…
jadi istri yang kerja.
suami di rumah, urus anak, cuci piring, cuci baju, masak, kalo bisa hamil.
menurut michael moore di buku stupid white men, sejak ada tangga lipat dan bank sperma, sebetulnya fungsi pria sudah tergantikan.
Era 1980–1990 kemandirian lantaran MLM dengan menawarkan produk seperti Tupperware sangat signifikan, hahahahaha. Iklan itu cocok pada masa itu. Zaman sekarang, zaman lagi susah, kemandirian ala MLM sebatas penghibur di kala susah, hihihihihi. Ya, hitung-hitung mimpi indah pelipur lara biar bebas stres. Penyebab utama kesulitan antara lain merambah produk Cina yang memangkas habis-habis produk ala MLM.
Pernah seorang ibu mengeluh jualannya kok enggak laku, meski sudah diobral tuh harga. Usut punya usut, rupanya banyak ibu yang sudah punya barang yang ditawarkan, tambahan lagi produk lain n’jomplang tuh harga. Itulah yang sering disebut Revolusi Daya Beli.
iklannya memang ampuh bikin perempuan ngiler. bayangin bisa punya duit sendiri (dan buanyak!), dan bisa jalan2 sama laki2 yg pake baju kasual itu tadi. lhoh, yg difoto itu, suami atau…wakakaka….
Konsep perempuan bekerja laku di PD II, saat laki2 dikirim ke medan perang. Bahkan saat laki2 itu pulang mereka terkejut menemukan istri2nya sudah sangat mandiri sekali.
Kalo di konsep Grameen Bank-nya Muh. Yunus, perempuan jadi target nasabah karena mereka memiliki visi pengembangan keluarga ketika memegang kekuatan finansial. Kalo laki2 yang pegang duit, buat senang2 sendiri. Dasar… :D
GREAT! Pasti agensi iklannya telah melakukan riset mengenai ibu-ibu indonesia. iklan yang menukik tajam ke psikologi masyarakat indonesia yang ingin kaya raya dan berfoya-foya dengan kekayaannya itu.
Kalo emang mampu kenapa tidak? Asal bisa membaginya dengan adil.
Apakah suami bisa membagi dengan adil?
huhuhhuuu….kalo istri udah mandiri sesuai dengan janji iklan ini, mari sebagai suami, kita resign dari kerjaan kita :P
mobile banking bisa dipakai bisnis valas ya? gimana tuh paman?
sayangnya, aku masih pemenang roti dalam hal ini pakde… hehe…
:D
namanya juga bahasa iklan… gitu aja kok repot :D
asal jangan lupa aja kodrat sebagai istri. hehehe
-IT-
aku cari wanita yang seperti saja ah pak dhe. lumayan kan bisa blooging terus…wong istri udah merdeka.
kalo ga ya saya ngurus adek-adek di bangsari saja.
hehehe