Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Ibu Kena Tipu

Sabtu, 03 November 2007 @ 01:51 | Keluarga, Personal

PENIPU SIALAN YANG PIAWAI MEMPERDAYAI.

tipu menipu

Selama ini ibu saya bisa menghadapi rayuan penipu. Misalnya, “Saya ndak butuh duit.” Padahal ya butuh. Ditawari uang asing, Ibu bilang, “Silakan Anda tukar ke bank.” Si penipu minta sebuah alamat dan minta diantar, Ibu bilang, “Itu ada polisi, silakan tanya dia.” Begitulah yang pernah terjadi di pelataran SuperIndo Yogya.

Memang sih, dulu pernah ditipu seorang tamu, dan ibu saya sadar, tapi membiarkan diri tertipu agar sang tamu segera enyah.

Yah, pakai cara kunolah. Si tamu mengaku sebagai teman saya dan seterusnya, ujung-ujungnya minta duit. Ibu merelakan uangnya karena di rumah Salatiga, saat itu, hanya ada Bapak yang sakit, Simbah Putri yang uzur (hampir seabad usianya), dan Budhe yang sudah sepuh. Daripada terjadi hal yang buruk lebih baik keluar uang.

Saat ini Ibu sedang di rumah saya, untuk sejenak meninggalkan Yogya, sekalian menjenguk anak dan cucu. Tadi keluarlah pengakuan bahwa dia habis kena tipu di sebuah mal di Yogya, sehingga sampai meminjamkan kartu ATM segala. Tidak, saya tidak akan bercerita tentang hipnosis atau sejenisnya.

Ringkas cerita rekening Ibu pun bobol. Jumlahnya tidak sedikit untuk ukuran Ibu. Pihak bank bilang sudah ada beberapa kejadian serupa.

Ibu masih ingat wajah dan nama kedua penipu itu. Malah lain waktu sempat diajak kakak saya untuk dikonfrontir di mal tempat kejadian. Si penipu masih mangkal di sana. Ketika bersua, tentu si penipu menyangkal. Mungkin karena si penipu lupa lantaran sudah sering menipu, mungkin pula berlagak lupa. Yang pasti si penipu kembali menawarkan sesuatu kepada Ibu.

Rincian seluruh cerita akan panjang kalau saya pindahkan ke sini. Ibu menceritakan itu semua dengan tenang. Tentu ada rasa sesal dan menyalahkan diri sendiri, tapi tanpa getun berkepanjangan.

Lantas siapa nama kedua penipu itu? Ibu bilang, “Yang satu namanya Eko.”

Yang kedua? “Orang satunya lagi itu namanya Tyo.” :(

Huh, nama yang bermasalah ternyata.

NB: Mohon maaf kepada ahli waris pahlawan, yang namanya diabadikan sebagai nama jalan. Di sini saya ingin tahu dari mana asal istilah “tipu muslihat”? KBBI mengartikan “muslihat” sebagai “daya upaya” dan “siasat atau taktik”. Saya belum mengecek buku telepon adakah entri nama itu.

Ada 20 komentar | trackback | Depan

#20

neng | 12 11 2007 @ 11:29:54

di bogor ada nama jalan Kapten Muslihat


#19

bjard | 05 11 2007 @ 14:42:07

Oh ketipu ama sales alat2 kesehatan / olahraga yg de emal - mal itu tho paman


#18

MaNongAn | 04 11 2007 @ 15:59:46

Tyo


#17

STR | 04 11 2007 @ 15:48:37

#16:

Lucu dari Hongkong?


#16

budiw | 04 11 2007 @ 15:43:07

hahahahaa..
lucu banget..
penipunya kok ya sama namanya..


#15

bee | 04 11 2007 @ 14:42:54

Halah, mau bilang kalo paman udah morotin ibu kok mbulet seh? :P


#14

STR | 04 11 2007 @ 2:25:23

Oya, rumah Salatiga sebelah mana? Kapan2 boleh mampir dong… :D


#13

STR | 04 11 2007 @ 2:24:46

Gpp paman… Daripada yg punya nama TYO jadi orang baik semua, apa kata dunia? Dunia jadi datar ngono la’an..

Nanya tipu muslihat kok sama ahli waris pahlawan to paman?


#12

areta | 03 11 2007 @ 23:56:00

pensiunan guru sekolahku pun pernah kena tipu.
tabungannya ratusan juta raib.
padahal itu tabungan untuk masa tua sepertinya..
dia udah manula dan gak beranak.
kasihan.


#11

sudarminto | 03 11 2007 @ 17:38:36

Emang tuh para penipu, emang mereka dah gak punya hati nurani pa, apa mereka juga gak bisa mikir jika penipuan itu terjadi pada keluarga mereka.
Bertaubatlah kalian para penipu


#10

Totoks | 03 11 2007 @ 12:43:38

ntar saya ingat2 namanya paman.. biar kalo ketemu langsung saya gebug…
..tyo..eko..tyo..eko..tyo..eko..


#9

venus | 03 11 2007 @ 12:33:44

kok bisa sampe njebol ATM? biasanya itu yg kena hipnotis kan, paman? *penasaran, apa yg sudah terjadi sesungguhnya. halah.


#8

kardjo | 03 11 2007 @ 11:36:58

…Saya belum mengecek buku telepon adakah entri nama itu.

Kok jadi bawa-bawa buku telepon. Grrh!! Secara saya yang bikin buku telepon, ndak mungkin ada penipu… yang banyak desain raster dan vektor..
awaazzzz kau paman…

*tampang galak: ON*


#7

ruishang | 03 11 2007 @ 9:51:52

itulah indonesia..
zaman lagi susah, apa-apa sedang mahal. trus byk manusia yang ambil jalan pintas. ikut ini itulah biar mudah dpt kapling surga, jd penipulah buat cr rejeki buat anak istri (walaupun sebenarnya lebih byk buat diri sendiri, soalnya msh jomblo :p ) ealah jalmo.. menungso.. kahanan urip kok yo susah..


#6

Abi_ha_ha | 03 11 2007 @ 7:59:53

Apa ndak sebaiknya dikisahkan pakdhe? jadi bisa diambil pengalaman agar tidak terulang.


#5

dhany | 03 11 2007 @ 7:37:57

dasar.. anak buandel pollll…!


#4

M Fahmi Aulia | 03 11 2007 @ 7:07:43

sing sabar ya bu?
:-)


#3

Jo | 03 11 2007 @ 6:39:03

Di ambarukmo apa di malioboro mal paman? kita gebukin aja..hehehehe..


#2

andi miswar | 03 11 2007 @ 3:31:28

hehehe… ternyata nana tyo ada di daftar merah pak polisi. selamat om tyo…

kaboorr….


#1

andi miswar | 03 11 2007 @ 3:24:18

hehehe… terbyata nana tyo ada di daftar merah pak polisi. selamat om tyo…