Bangku Memang untuk Duduk, tapi…
RUANG PUBLIK DAN SEBUNGKUS NASI.

Pengelola sebuah taman di Jakarta ini keterlaluan. Orang tak boleh tiduran di atas bangku. Khawatir gelandangan akan memanfaatkannya sebagai ranjang? Masuk ke sana harus pakai karcis. Dan tampaknya orang tak boleh menginap di taman.
Bagi saya, bangku taman boleh saja untuk tiduran. Bahwa ulah orang yang merebahkan diri itu akan menghalangi orang lain yang ingin menaruh pantat, ya biarlah jadi urusan antarpengguna, atau panggillah satpam untuk menjadi wasit.
Kota ini kekurangan taman dan hutan-hutanan yang nyaman untuk bersantai, rehat, dan piknik. Taman yang benar, selain terawat dan aman, adalah mudah diakses oleh setiap warga, bila perlu gratis.
Dulu pelataran Monas pernah terbuka. Lantas gubernur aneh bernama Sutiyoso memagarinya, lalu mengisinya dengan rusa totol dari Istana Bogor. Oh ya, rusa-rusa itu sempat dititipkan dulu ke markas badan intelijen.
Setelah Monas dipagari, saya tak melihat lagi pengendara motor, antara lain kurir, yang memarkir tunggangannya di bawah pohon untuk berteduh dan kadang tidur(an) pada siang hari. Padahal fungsi taman kota ya antara lain agar warga yang kepanasan bisa berteduh lalu terkantuk-kantuk.
Adapun taman-taman di luar DKI, sejauh saya tahu, tak banyak. Kalaupun ada yang bagus, itu bagian dari kompleks hunian mahal. Orang hanya boleh memandang.
Tentang taman, saya tak melupakan apa yang saya lihat di Jakarta Selatan dari dalam Kopaja jurusan Blok M saat lalu lintas macet dalam siang yang panas. Di sebuah taman, belasan tahun lampau, seorang lelaki tua duduk di rumput, menyuapi anak perempuan yang berseragam SD, dari nasi bungkus yang dimakan berdua.
21 Responses to Bangku Memang untuk Duduk, tapi…
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pesan Lukisan Sesuai Selera
August 9, 2007 by AntyoBANYAK CARA SUPAYA TAMPAK BERBUDAYA.
“Lihat di sini lebih lengkap, Pak,” kata penjaga toko lukisan di lantai terbawah Plaza Semanggi itu. Lalu dia tunjukkan monitor komputernya.
Aha! Sejumlah repro lukisan yang sebagian bertanda air art.com ada di layar itu. Ada Andy Warhol. Ada Roy Lictenstein. Ada Van Gogh. Tapi Dede Eri Supria [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Di Jakarta ada taman yang nyaman seperti di luar negeri nggak? Kita bisa menggelar tikar dan berpiknik disana
takutnya disalahgunakan kalo pas malem buat t4 mojok ma buat yang gak bener lainx
jadi inget lagu band “ndok”….tiada lagi taman yang indah, berganti dengan pencakar langit…jangan tanya saya band itu kemana sekarang :P
gubernur aneh bernama sutiyoso??
haahaha..
berhubung gubernurnya dah ganti sih ya paman… hihihi..
hehehe…jd inget di KL, taman kota di depan KLCC bersih,nyaman,ada kolam gratis buat ngadem,ada air minum gratis tinggal nampung ato langsung aja mangap di kran,mesjidnya jg dilengkapi kamar mandi buat backpacker kere seperti saya :D
Sutiyoso ngurus Jakarat aja gak becus, buktinya masalah banjir gak selesai-selesai. Lha..klo mo jadi presiden mo jadi kayak apa? Kualitasnya kalah jauh pula sama SBY.
kalo taman terbuka untuk umum dan gratis tanpa karcis..
kayaknya butuh banyak penjaga dan pembersih.
selain bakal banyak gembel yang numpang tidur, juga banyak orang nyampah sembarangan…
Duh, ending nya kok maknyeesss… di ati….
kalau taman sudah dipagari akhirnya fungsinya jadi berubah bukan buat istirahat atau leyeh-leyeh tapi malah buat hiasan kota
Hidup di Bandung memang nikmat.
biar ndak untuk tidur, bangkunya selebar pantat orang aja.
hanya ada satu taman yang murah, gratis, sepi dan sejuk di jakarta.
Silakan berkunjung ke TAMAN MAKAM, taman makam manapun bisa dikunjungi kok, bahkan boleh ditiduri, GRATIS … TIS
10 thn menjabat cuma membuat kepala sutiyoso halal di penggal.
Sekedar cerita mengenai taman bisa diklik (a href “http://arishu.blogspot.com/2007/10/parc-cinquantenaire.html”> disini
Bagaimana kalau diusulkan agar ada subsidi silang: sebagian keuntungan pengelolaan mall dipergunakan untuk pengelolaan taman. tapi dgn syarat, jangan dikorupsi.
Pembaca… paman kita kita ini paling suka jalan-jalan ke taman. Kemarin saya lihat beliau begitu enjoy bercengkerama dengan ‘teman’nya di taman margasatwa.
*wussshh*
Seorang anak kecil, bertubuh dekil, tertidur berbantal sebelah lengan, berselimut debu jalanan
Siang di seberang istana sang raja
Sombong melangkah istana yang megaha
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
Ribuan jerit di depan hidungmu
namun yang kutahu, (itu) tak terasa mengganggu.
(siang di seberang sebuah istana – iwan fals)
Ahh jadi kangen sama kenekatan dan keberanian bang Iwan mengkritik. Sayang blum ada lagi penyanyi dan musisi lain yang seperti itu. Tapi kok tetep ndak ngèfèk ke penjabat penjabat negara ya??
Tamu negara tampak terpesona, mengelus dada gelengkan kepala, saksikan perbedaan yang nyata.
Paman Tyo, kenapa pengelolaan taman kota yang tidak manusiawi ini terasosiasi dengan kejadian yang sangat manusiawi kala seorang bapak musti makan sebungkus berdua di taman? Romantis, humanis, sinis, meringis …
Jakarta bukan kota taman tapi kota Mall. Sang gubernur aneh itu lebih mementingkan pembangunan mall daripada taman, karena kalau bikin mall dapat komisi dan setoran rutin kalau taman ya gak dapat apa-apa selain komisi dari pembuatan pagar dan pengisian rusa.
Rencana jangka panjang pribadinya, seperti menjadi orang nomor satu di republik ini, akan lebih efektif bila programnya menjamin pemasukan terus-menerus…
Sederhana dan mudah dipahami ;)
monas ditutup karena banyak psk yg memanfaatkannya untuk mencari pelanggan…
tapi, taman2 di jakarta memang terkesan sebagai hiasan semata..
*sigh*
kursi kok ga boleh didudukin piye toh