Diburu oleh (Calon atau Bekas?) Mertua
PERIHAL HUBUNGAN MENANTU DAN MERTUA.

Sudah beberapa kali saya mendapati tulisan “Buronan Mertua” pada truk yang berbeda. Aneh, menjadi buron kok mengumumkan diri. Mungkin itu memang guyon para sopir. Kenapa sampai jadi buron, tampaknya tak perlu mereka jelaskan. Biarlah orang lain yang menerka.
Hubungan menantu dan mertua memang bisa diolah menjadi cerita yang kaya warna, termasuk yang anekdoktal. Bisa pula pahit — dan klasik — terutama jika menyangkut hubungan menantu perempuan dengan ibu mertua.
Maka terhadap Adam dan Hawa, orang bisa berganda tafsir. Mungkin mereka bahagia, mungkin pula menderita, justru karena tak punya mertua.
Pahit atau manis, nyatanya toh ada istilah “Pondok Mertua Indah”. Istilah ini muncul sejak tahun 80-an ketika banyak perumahan memakai nama “pondok”.
Kalau hidup bareng mertua sih sudah ada sejak dulu, bahkan ditemui sebagai tradisi beberapa kelompok masyarakat — bukan sebagai keapabolehbuatan, begitulah.
Kompas pernah mengangkat fitur yang menarik soal hubungan mertua dan menantu, terutama soal pondok mertua indah. Moral ceritanya: kalau masing-masing bisa menempatkan diri maka hubungan bisa harmonis.
Tentang calon mertua? Ada saja anekdotnya. Pria maupun wanita punya versi masing-masing.
Untuk pria, misalnya, adalah bermula dari girang berujung pada garing. Girang, karena ayah si cewek menyambut terbuka. Garing, karena setiap kali bertandang si ayah akan mengajak ngobrol lama, klepas-klepus rokok, bahkan mengajak main catur. Ketika dini hari tiba, dan papan catur pun terlipatlah, itu bukan isyarat boleh menginap, tapi harus pulang.
Perihal poligami, seorang teman bilang, “Punya satu bini aja repot. Punya lebih dari satu bini berarti punya sejumlah mertua — dan ipar.”
Soal hubungan menantu perempuan dan ibu mertuanya, satu-dua iklan di TV pernah mengangkatnya. Mungkin para kreatornya belajar dari kasus pribadi.
Adapun menantu sontoloyo tapi kreatif sekaligus oportunistik, adalah yang menganut “mo-15″ — lebih kacau daripada “mo-5″. Pelajarilah di sana.
Bonus:
+ Dilema kerinduan sopir
+ Keluhan dan pembenar sopir
+ Donal atau Didi Bebek yang jadi kuli pasir?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Mari Memerkosa dan Meranjau Ruang Publik
April 24, 2009 by Antyo… DAN MARI MENGGUGAT PENGUASA KOTA. :)
Ini bukan soal nyentrik-nyentrikan, dan bukan pula soal berfotoria di trotoar untuk Facebook: ada kursi melintang di trotoar. Dan bukan hanya kemarin sore itu saja kursi bertengger di sana penuh kepercayaan diri. Seruas trotoar di Jalan Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, itu memang aneh. Tak hanya kendaraan yang [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





on.fb.me/buronanmertua
satrio recently posted..terima kasih mantu brengsek yg udah dtg ke gor tangerang… tetap semangat berap…