Seni Instalasi di Jalan Tol
GARIS SAJA TERNYATA KURANG.

Ada yang salah dalam benak pengatur lalu lintas jalan tol. Mereka menganggap para pengendara, yang sudah membeli lulus ujian SIM, akan mematuhi rambu sehingga tak bakalan melindas garis saat berpindah jalur (tak hanya di jalan tol, ding).
Melindas garis dalam bidang segitiga penyekat jalur itu, menurut AutoBild Indonesia, adalah satu dari sepuluh perilaku idiot di jalan tol.
Rupanya kesalahan itu akhirnya disadari. Maka di beberapa percabangan jalan tol dipasangi kerucut merah kejinggaan. Setiap pagi petugas menurunkan kerucut-kerucut itu dari mobil pikap.
Karena banyak kerucut yang terguling untuk latihan slalom, maka petugas dan mobil patroli pun akhirnya dipasang. Misalnya di percabangan dari jalan tol Jagorawi ke arah Grogol dan Tanjungpriok.
Itu pun akhirnya melelahkan petugas. Apalagi kadang mereka juga tak konsisten menghukum pelanggar. Kalau anak nakal dibiarkan, sebaiknya anak manis ikutan. Begitulah moral ceritanya, dan kita semua adalah murid yang baik dalam memetik hikmah.
Kemudian dipasanglah patok yang tak gampang terguling. Malah di beberapa percabangan jalan ada yang dipasangi barikade beton (apa tak berbahaya, Pak?).
Jangan-jangan, di dalam delta garis itu besok dipasangi ranjau penggembos ban.
Ah, jadi ingat kampanye Anthronic untuk mengajak pengendara tak menggunakan bahu jalan tol (lajur darurat). Anthronic lupa, bahwa setiap pelintas jalur itu merasa dirinya dalam situasi darurat, dan sama pentingnya dengan mobil patroli, derek (sialan), dan ambulans.
21 Responses to Seni Instalasi di Jalan Tol
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Belajar Mengarang
May 4, 2007 by AntyoMENGARANG CERITA, MENGARANG LAPORAN.
“… tetapi ibu saya kata dia pernah tidur dengan tiga orang lelaki di hotel di mana dengan itu sah bahawa saya ini anak luar nikah…”
Coretan tangan itu bagian dari tiga gambar yang saya temukan barusan ketika saya membersihkan hard disk.
Saya lupa dari mana asalnya. Saya tak tahu hak [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Sampai sekarang masih belum pernah melanggar kampanya yang saya bikin itu :D
kecuali kalo naik mobil punya orang lain dan disopiri orang (misalnya kalo naik taksi ato numpang teman kantor, abis gak enak udah numpang masih cerewet) :D
awas pak sopir…
entar keenakan lihat-2
lupa ada kendaraan didepannya
di UI, di balik kerucut2nya ternyata juga ada semen..
Jadi pernah suatu saat aku pernah melihat sebuah kerucut yang pecah, terlihat ada semen di dalamnya, lalu ada pecahan2 kaca…
Pasti ada mahasiswa bandel yang maksa parkir di situ.. Huahahaha
kenapa gak ditanami pohon beringin aja ya?
untung cuma ada di jalan tol, kalo di jalan biasa dianggap jalur khusu buat pengendara motor tuh;))
kalo patoknya diganti SPG SPG penjaga pembatas jalan gimana ituh??? :D
bakal save apa malah nabrak mulu tu pengguna jalan? :D
hah?
dari arah Tol Jagorawi ke Grogol?
kok ndak pernah lihat, ya?
btw, saya masi ndak mudheng kerucut merah kejinggaan itu yang mananya?
haduh, mata saya mule siwer kayanya nih, Paman :D
—
Oh, mata keritikentang belum siwer kok.
Sejauh ini di percabangan ke Grogol dan Priok, dari arah Jagorawi, belum dipasang pagar macam ini. Tempat itu disebut sebagai contoh peletakan kerucut dan petugas yang jaga tiap pagi. Belakangan kadang tanpa kerucut, tapi double cab pengelola tol yang nongkrong. Kalau yang difoto itu di jalan tol Priok-Cawang. :)
[tyo]
afa ngga lebih baek difasang ranjau darad ajah? yang bisa meledag sekalian? :P
slalom, ah slalom :D udah lama nggak denger vocab ini :D sekarang jamannya drift. padahal asline yo podo ae.
btw tumben fotonya nggak penyet ya paman :)
eng.. kalo saya setuju dipasangi ranjau paku aja paman… :D
maap,menurut saya lebih efektip pembatas pke tali..!!!
soal model tali,maap saya bukan ahlinya..hehhehe
[hanya usul paman]
kata alm. moctar lubis “orang indonesia itu suka seni”, makanya kalau ada satu kebijakan yang gak mempan, bikin lagi kebijakan yang lain, peduli amat keluar uang lebih
susah…
mau dikasih kebijakan apa pun, pasti tetep bebal.
padahal,kalo udah punya mobil, harusnya udah lulus ujian SIM (seperti yang oom bilang) dan udah berpendidikan (smp lulus lah…), tapi lagaknya kayak buta hurup semua!
selaen itu, penegak hukumnya sendiri gak menjalankan tugas dengan baik. kalo gak males2an, malah sogok2an.
menumbuhkan kesadaran kok susah ya paman, apa yg salah dengan bangsa ini..
ya beginilah kita. tulisan/marka sudah tidak laku. harus dengan cara yang lebih mencolok. potret tingkat ‘kesantunan’ berlalu-lintas kita (yang masih @#$%&*)
nb: salam kenal buat pak dhe dan teman2
Ranjau penggembos ban? hahahaha… ide yang sangat menarik :D
kok ya sempat2nya itu lho berhenti di Tol, apa ndak dimarahin sama petugasnya Pak De, kemaren di Tol Sentul … hehehehe
Potone apik je iki ‘Man.
maklum bos….kita suka bangga kalo lagi melanggar….kalo perlu orang sekampung dikasi tahu….
bagus ya di pasang gituan.
btw berapa tarif pasang iklannya pakdhe?
wuiih, pertama! :P
bagus deh dipasang begituan, tapi kalo ga salah itu bisa patah juga.. mungkin kalo ditabrak sama bis atau truk kali ya..