Di Setasiun Nggambir itu, Tuan Menhub (2)
ADA DUA DUNIA DALAM GEMURUH DAN RISIKO.

Saya cukup tahu diri, Tuan. Mana mungkin isi blog ini sampai kepada Tuan. Saya hanya berharap, calon pengganti dari penerus yang menggantikan para pengganti Tuan akan membacanya.
(Tentang rencana pemogokan pekerja kereta api, saya hanya bisa bilang mereka berhak menuntut kesejahteraan, tetapi konsumen juga butuh pelayanan yang genah.)
Meskipun begitu saya yakin bahwa Tuan sudah mendengar bahkan menyaksikan ini. Lintasan rel di Gambir yang menyerupai sungai kering berkerikil itu, yang dipasangi papan larangan menyeberang, adalah bukti bahwa nyawa sangat murah. Setidaknya tulang patah bisa dicari gantinya di kios terdekat. Dibayar pakai angsuran.

Saya juga yakin, bahwa Tuan sudah lebih dari paham: di sana ada dua kehidupan. Di atas dan di bawah.
Hanya manol, porter, kuli angkut, kacung, penyapu, atau apalah namanya, yang menyelami kedua dunia itu. Mereka adalah orang-orang yang tak hanya berganti pakain dinas di bawah, melainkan juga beristirahat dan makan-minum di sana, tanpa banyak orang yang peduli.

Mereka adalah orang-orang bergendang telinga kuat, berjantung bandel, yang menjalani hari dalam gaduh aduan roda sepur dengan rel, deru diesel, gemuruh laju lokomotif dan gerbong. Tuan tak perlu menjalani hari di kolong bibir beton.

NB:
Apalah SMS kedua saya sudah sampai, Tuan Menhub? Isinya: “Semboyan 35″.
22 Responses to Di Setasiun Nggambir itu, Tuan Menhub (2)
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Pelatihan sebagai Mukjizat :)
February 14, 2011 by AntyoTENTANG PELATIHAN INSTAN DAN MASSAL.
Sehari setelah pelatihan motivasi, pemuda itu masuk kantor dengan berseri-seri, penuh gairah. Kepada bosnya yang likuran tahun lebih tua dia katakan, “Sampeyan harus ikut pelatihan ini! Luar biasa! Top! Ayolah, Mas! Nggak rugi!”
Bosnya hanya tersenyum, manggut-manggut, lalu menanggapi, “Nanti ya, Lé.”
Dalam hati dia mencoba menakar baterai anggota [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





SMS “semboyan 35″ udah dibalas, bos. Isinya “Semboyan 41″. Masalahnya, belum ada “semboyan 40″. Gitu kumendan….86, nDan? :D
anak istri saya tiap hari 2 kali harus lewat rel tak berpenjaga…
kita sih berharap kalau sulit ngasih petugas bisa dikasih alarm yang otomatis bunyi kalo sepur mau lewat..
tapi mana mereka mau..
nggak ada anggaran katanya
mudah-2 an ndak pernah terjadi ada yang celaka disana..
dasar blogger militan! gulung kuming dijabanin, got dan kolong diparanin.
mari bersulang untuk paman! *angkat gelas kopi*
:D
sts gambir masih yg terbaik diantara sts laen di jabodetabek. ngliat kondisi staisun dan kehidupan dibawah&disekitar stasiun kreta emang selalu bikin hati miris. mungkin ga’ ya qt punya stasiuan ka’ centro milan??
Lah, itu ada kantin di bawah pijakan kaki ? Duh…ampun deh ~!@#$%^&* baru tahu saya…
hooo…saia jadi ikotan nggregess ngliadna! :sigh:
Saya cukup tahu diri, Tuan. Mana mungkin isi blog ini sampai kepada Tuan. Saya hanya berharap, calon pengganti dari penerus yang menggantikan para pengganti Tuan akan membacanya. ==> Tuan menhub baru akan melek blog dan baca isi blog ini jika sudah tak jadi menteri lagi, seperti Tuan Yusril setelah tak lagi menjabat mensesneg.
wah baru tau ada kehidupan tepat dibawah peron…
sedih.. nasib per-kereta-api-an indonesia semakin suram.. padahal KA termasuk transportasi yang efektif dan terjangkau..
pak menteri, sekali2 keluar donk dari mobil dinasnya, rasain naik KRL atau naik kereta kelas ekonomi ke luar kota.
rakyat pun butuh kenyamanan pak!!
ingat lagu anak-anak naik kereta api.. ya disana ada syair “Bolehlah naik dengan percuma” makanya banyak yg ndak bayar karcis hihihi…
saya memang bukan si Tuan yang dimaksudkan panjenengan sih, pakdhe…
tapi saya rasa memang ndak perlu jadi si Tuan itu untuk bisa merasakan ngenesnya meliyat poto2 ini…
*siyal… masih merasa pilu gini!
ngGambir sekarang meeting point murah meriah untuk BDG-JKT, naik kelas bisnis terdiskon hanya Rp.30ribu,-. Sampe JKT kalao bisnis mengalami deal, hati senang pulang naek Argo Gede. Deal gagal, hati kelam pulang naek kelas bisnis lagi.
Bisa bermewah sedikit sewa bantal di kelas bisnis Rp.2ribu,-
Nasgornya itu yang celaka, Rp.13ribu,- kalah sama ‘tek-tek’ atau ‘dok-dok’. Krupuknya melempem pula.
sebetulnya tanpa mentri pun, kereta akan jalan terus
buktinya, sekarang jg ada mentri nggak ngaruh tuh… pelayanan kereta api masih spt itu-itu jg. dari hari ke hari malah semakin semrawut
jadi pesen buat yang demo. udah minta bubarin aja dept perhubungan. nggak guna :D
kasian ya kita, tinggal di negeri yang tuan nya buta.
hebat emang nyang punya blog, brani ambil resiko ketabrak kereta buat ngambil angle dramatissss..
udah liat iklan si Tuan di tipi? yg tentang kereta api ato apa, lupa, peratiin deh latarnya, ada foto doi dengan latar pesawat. emang nyambung siiih, tapi garing banget n gak nyeni blas.
Yah mudah2an seacara kinerja dia better dibanding pendahulunya si rambut putih. wait and see…
pusing bener ya jadi tuan menhub. montor mabur sering kecelakaan. bus dan motor macet di jalanan jakarta. kapal laut tenggelem. repot bener. siapapun tuan menteri yg menjabat, tidak akan mampu membereskan betapa amburadulnya sarana transportasi di indonesia. belum lagi ngomongin ttg calo di stasion dan terminal dan pegawai DLLAJ yg sering malakin sopir di jalanan. pusing…..
Sang tuan cume begumam :”nyang beginian bukan urusan ane,nyang ane pikirin cumah pigimane transportasi di Indonesah eksis….mmm nyang kayak di gambar2 entu kagak ada hubungannye ame kerjaan sayah,yakan ? mm iya apa nggak ya,iya deh kayaknye,auk ah “
wah pakdhe sayangnya gak menangkap kegiatan kolong sepenuhnya..mungkin juga di pake kegiatan anonoh
bertaun2 menjadi pelanggan stasiun gambir, baru tau ada kehidupan di kolong peron.
para pembaca blogombal tak ada yang berangan-angan jadi menhub.
bahkan hingga anak-cucu-cicit-ncrit…
foto 3 & 4 : oh my god … :(