KALAU PASANG BECAK MALAH MENGADA-ADA.

protes warga pondok indah

Apakah jurnalisme bisa disebut mewakili kepentingan pembaca, termasuk kebutuhan akan gosip, gunjing-menggunjing, ngerasani? Dua foto, masing-masing dari Koran Tempo dan The Jakarta Post, ini bisa menjadi pintu diskusi.

Mungkin sedikit saja yang berkomentar bahwa itu adalah iklan gratis untuk Ford. Lantas di mana persoalannya?

Kalau cuma merujuk salah satu mobil, yaitu double cab, bisa saja kita bilang bahwa itu cuma montor kebon. Dengan maupun tanpa modifikasi, pikap itu bisa buat angkut sayur (organik) dan anturium mahal. Tapi dengan modifikasi keren yang tampak sebagai tunggangan saat senggang, rambu yang melarang angkutan barang bisa ditawar, dan Pak Polantas dan Pak Dishubwanto pura-pura tak melihat, lantas petugas satpam mal dan gedung perkantoran pun menenggang.

Persoalannya ada pada kelayakan berita yang, tentu saja, mencocokkan diri dengan selera khalayak. Pondok Indah (PI) adalah prominensi. Permukiman itu kadung tercitrakan elitis, untuk orang kaya (padahal tak semuanya). Ketika Pemda DKI bermusuhan dengan warga PI karena busway, maka bobot beritanya menjadi bertambah.

Dalam konteks itulah dua mobil Ford difoto dan diberitakan. Bisa saja muncul tudingan sirik bahwa warga PI menunjukkan keangkuhannya (bahasa media sekarang: arogansi), karena memasang mobil yang tak murah. Tambah tertuding kalau mereka memasang Humvee.

Tapi kalau mereka memasang becak, atau bendi, pasti bakal dikira mengada-ada. Kalau memasang deretan sepeda enteng yang sebuahnya belasan juta rupiah, malah akan segera hilang.

Repot juga jadi orang (yang dianggap) kaya, terutama jika menyangkut opini publik. Padahal hak setiap orang untuk menyatakan sikap, kan? Sutiyoso, dan kemudian Fauzi Bowo, paham betul cara menggalang opini publik ini: orang makmur harus mengalah.

Media, tepatnya orang-orang media, juga sangat paham soal opini publik. Dalam kasus PI yang menolak busway ini, mungkin ada media mendukung PI, mungkin pula meledek. Dalih paling aman: “Kami kan hanya melaporkan fakta, biarlah pembaca yang menilai.”

Bonus: kaos setengah pro, setengah antibusway :D

 

14 Responses to Memang bukan Iklan Ford @ Busway

  1. [...] Waktu itu, akhir 1998 sampai awal 1999, saban malam becak mengalir ke Jakarta dari arah Bekasi. Puluhan orang meng-goes becak masing-masing menuju kota, melalui Pologadung, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Pramuka, dan seterusnya menyebar sampai ke barat. (Mpokb melihat lagi di Gatsu) [...]

  2. lizz INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Warga PI tuh bukan anti busway, tapi kenapa harus lewat PI, padahal rencananya kan lewat Pondok Pinang, yang memang rencananya bakal dilebarin.Udah pada terima ganti rugi kok.
    Terus, karena jalan PI udah sempit gitu, janjinya kan cuma pake karpet merah dan berlaku mixed traffic, kok tau2 dibeton, mendadak pula.Buru2 amat kayak ada yang perlu diumpetin.
    Isyunya orang kayaaa melulu, adu domba aja, padahal yang protes busway ada supir mikrolet, metromini, nelayan pedagang ikan dll

  3. bang yos pun tersenyum,
    “dik bowo gimana?”

  4. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    anturium apa harus naek ford…??!!

  5. tapi bener kok, bosku malah seneng banget ada busway itu, karena dari rumahnya pas lewat depan kantor.

    ya kembali lagi ke masalah kepentingan. sampai kiamat pasti akan terus hidup pertentangan2 karena ke[pentingan.

  6. Dee MALAYSIA Mozilla Firefox Windows says:

    saya bersumpah nggak akan naik busway sampai batas waktu yang tidak saya tentukan!!! lha wong di sini nggak ada

  7. Abi_ha_ha INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Itulah mengapa saya suka ragu untuk segera kaya. Pejabat sedang senang sok populis dengan cara mengkuyo-kuyo orang kaya.
    Gak usah kaya deh, yang penting sok kaya.

  8. husein MALAYSIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    deuh, tetep aja ga mau ngalah warga PI..

    saya dukung busway. murah dan jangakuannya luas.. kalo dibilang penyebab macet, ya mungkin warga jakarta harus mulai belajar naik public transport :D

  9. rhay INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    kabar baik paman…bagaimana kabar paman? masih suka masuk angin? hati2 sama penyakit tua. lupa… hahaha… salam

  10. kwak kwik kwek INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    busway itu emang gak cocok buat jkt yang semrawut dan kecil begini jalanrayanya. Tapi kita yang wong cilik ini udah ngeper duluan sih kalo mo ngelawan sotoyoso sontoloyo itu…. Hla wong warga PI aja kalah gitu..

  11. sawung UNITED KINGDOM Mozilla Firefox Windows says:

    sebenernya yan gmesti di minta tanggung jawabnya pemerintah pusat. dah diluar kemampuan pemda itu. maslahnya dah antar propinsi dan persoalan transportasi masal di jabotabek.

  12. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    tempo ari, di jalan gatot subroto, saya melihat becak melintas. ajaib! becak, yg sudah “mengalah” sejak bertahun2 lalu demi kelancaran jalanan jakarta..

  13. avianto INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    Hahaha, setuju Paman.

    Isunya selalu digeser ke ‘arogansi orang kaya’ dan lucunya masih ada saja yang termakan cara-cara Orde Baru menggeser isu seperti ini.

    Yang sengsara sebenarnya sih bukan para orang kaya PI, tapi orang daerah lain yang tiap hari melintas di jalur itu.

    Eh iya, sekalian deh; malam ini (tgl 9 Nov) jam 22.00 di MetroTV, acara Republik Mimpi akan ada tamu warga PI disana – ya sekedar bercanda menertawakan situasi ini.

  14. Haris INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    “Sutiyoso, dan kemudian Fauzi Bowo, paham betul cara menggalang opini publik ini: orang makmur harus mengalah.”

    Dan tentu saja orang makmur itu tidak termasuk mereka berdua.. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.