Kampanye Nasional Kondom
ISU KESEHATAN DI TENGAH PURITANISME.

Penduduk Indonesia 230 juta, tapi konsumsi kondomnya cuma 100 juta per tahun. Thailand punya 90 juta jiwa, konsumsi kondomnya 200 juta per tahun. Malaysia yang berpenduduk 30 juta jiwa menelan 100 juta kondom per tahun. Demikian keterangan Christopher Purdy, direktur DKT Indonesia (produsen Fiesta), yang dikutip oleh pers.
Lantas kita bersiap menyambut Pekan Kondom Nasional awal Desember nanti. Bagi saya ini menarik. Bukan hanya soal kondom dan segala PHS, melainkan perubahan masyarakat kita. Bagaimanakah kita semua akan menyikapi kampanye kondom ini?
Dulu, ketika dispenser kondom diperkenalkan, ada sebagian masyarakat yang keberatan. Penyediaan kondom secara gampang, bagi kaum puritan, berarti sikap permisif terhadap hubungan pranikah dan luar-nikah. Malah mungkin ada yang menganggap dispenser sebagai pro-promiskuitas yang menyenangkan produsen bungkus titit (yang ini pasti).
Yang terjadi kemudian adalah penyederhanaan “safe sex itu sami mawon dengan free sex“. Free? Berarti main dengan siapa saja tanpa peduli orangnya, dong.
Dispenser memang relatif baru. Tapi itu hanyalah kelanjutan dari sediaan kondom di warung rokok. Bedanya, yang di warung rokok tak disorot. Bedanya lagi, pemilik warung bisa mengenali pembeli (sudah dewasa atau belum), sementara dispenser tidak.
Mau lebih ekstrem? Di Jalan Gajah Mada, mulai magrib sampai subuh berjejer rombong (gerobak kios) penjaja kondom dan afrodisiak — dan disela oleh rombong DVD dewasa.
Kampanye penggunaan kondom mau tak mau memang harus kita lakukan. Buat apa kita ngumpet, tapi kampanye Durex menyelingi klip video, dan stiker Sutra ditempel di mana-mana, termasuk helm dan pelat nomor motor?

Buat apa kita merem, seolah-olah tak melihat bahwa meja kasir convenience store dekat kampus menyediakan pengetes kehamilan?
Buat apa kita pura-pura yakin dunia ini beres, tapi statistik PHS tak pernah menggembirakan?
Buat apa kita sok yakin semua jalan lempang rata berpagar, lalu pura-pura tak tahu ada sajian dewasa pendidih hasrat di media, termasuk internet?
Kita harus terbuka terhadap kenyataan. Apakah saya menentang puritanisme? Tidak. Biarlah yang puritan tetap puritan, lagi pula dalam urusan tertentu — tak hanya seks — setiap orang mengantongi bekal puritan kan? Saya pun begitu.
Memang puritan dan (katakanlah) non-puritan bukanlah persoalan hitam-putih. Kehidupan ini kadang tak dapat disederhanakan dengan menepiskan nuansa. Tak dapat pula segala hal dilihat secara biner, hanya ya dan tidak, satu dan nol.
Lantas di mana konteks kampanye kondom? Edukasi dan penyadaran berlaku untuk semua orang, yang puritan dan tidak puritan. Yang puritan sebaiknya punya bekal kognitif yang sama dengan yang tidak puritan. Tanpa itu yang ada hanyalah gumpalan ignoransi.
Bedanya, yang puritan memilih jalan yang tak terlalu berisiko. Sementara yang tidak puritan, apa boleh buat, menyusuri jalur yang — menurut probabilitas — lebih riskan.
Risiko? Sekecil apa pun, itu ada. Risiko PHS, dari yang ringan dapat tersembuhkan sampai yang maut seperti AIDS, selalu ada. Bisa bermula dari higiene lingkungan dan infeksi salah garuk akibat iritasi, tapi kemudian menular melalui hubungan seksual.
Dalam guyon jahat, bisa saja yang puritan suatu saat tertular oleh orang non-puritan akibat ketidaktahuan masing-masing pihak.
Biarlah yang puritan menanamkan nilai-nilai (lama?) dan melakoninya sebagai sebuah jalan hidup, kemudian menularkan jalan terang kepada orang lain. Memang tugas setiap penjaga moral — bahkan termasuk di negeri lain yang bercitra permisif — untuk mengingatkan orang lain.
© original pix (except building): unknown
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ampun, Mak! Saya bukan Peramal…
April 4, 2007 by AntyoMAAFKANLAH KETIDAKMAMPUAN SAYA…
Duh, banyak yang bertanya tentang ramalan nasib, terutama jodoh kepada saya. Selain melalui isian kontak adalah via boks komentar pada tulisan tentang zodiak.
Sungguh, saya tak paham ramal-meramal. Bahkan meramal nasib saya sendiri pun tidak bisa. Yang lebih sering terjadi, saya malah takut diramal. Seorang pembaca rajah, tanpa saya persilakan, pernah [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





gue setuju nic,dengan pendapat bapk”"thank infonya
Menurut saya, seharusnya kita lebih keras menyuarakan kampanye anti seks bebas, bukannya kampanye kondom! Sudah jelas itu lebih baik. Mungkin di luar sana banyak masyarakat yang memang budaya free sex udah mendarah daging dan mereka merasa nggak mungkin lagi merubah budaya itu, makanya mereka membuat kampanye kondom sebagai alternatif atas ketidakmampuan mereka melawan budaya yang jelas2 sumber dari HIV AIDS. Apa sih puritan dan non-puritan itu? Sudah jelas istilah yang dibuat oleh mereka yang cenderung menganggap dirinya non-puritan, apalah itu artinya.
Kalau soal keadaan di masyarakat yang penuh maksiat dan kemunafikan yang terselubung, apakah lalu kita akan lalu mempromosikan hal buruk tersebut hanya supaya kita dianggap “tidak munafik”? Saya rasa entah mengapa, orang- orang banyak sekali yang berpikiran ‘pengecut’. Mereka takut untuk merubah budaya buruk yang sudah menjadi kebiasaan mereka. Mereka takut untuk menentang budaya buruk seks bebas (di luar dan di dalam dirinya sendiri) sehingga mereka memilih untuk menyerah dan ikut tenggelam bersama arus, lalu membuat alternatif kecil seperti kampanye kondom misalnya. Kurang optimis, dan kuran berani melawan diri sendiri beserta lingkungan!
Bagaimanapun ini cuma pendapat, dan saya akan mengkampanyekannya seperti halnya kampanye yang banyak orang lakukan.
Saya percaya bahwa solusi terbaik untuk mencegah AIDS, adalah dengan menghapuskan budaya seks bebas secara konsisten, dari generasi ke generasi, dari orangtua ke anak, lalu ke cucu dan seterusnya…., bukan dengan membiarkan anak kita membawa kondom di dalam tas saat menghadiri pesta ulang tahun temannya
NOSEXBEFOREMARRIED
[...] [1]Istilah bungkus titit gw dapet dari blognya mas Tyo [...]
kita sih asik aja si Joni pake “helm”, tapi ga tahu deh si Joni suka ga dihelmin…………..?
Keren….
Lha, paman produksi tank top-nya? Saya pesen satu dong! :)
asik nih buat bahan
[...] Kondom, selubung rasa, penyekat rindu Siapa yang mesti siapkan kondom? Pria atau wanita? Manakala risiko hanya sebatas hamil maka wanita lebih membutuhkan. Tetapi manakala risiko adalah sipilis, rajasinga, pektay, herpes, hepatitis, sampai AIDS maka kedua belah pihak butuh kondom. [...]
soal AMAN emang pke kondom..!!!
soal nyaman..???
i don’t know..!!!
jadi,sepertinya perlu di kaji ulang..nyaman ngak pke kondom..???
hehhehe
seks itu alamiah, perlakukan saja secara alamiah. lihat saja hewan, tidak ada yg kena phs dan aids, karena hewan tidak pernah memanipulasi seks hingga melampaui batas2 alamiahnya sendiri.
Manteph Pak De …..saya pribadi akhirnya menganggap puritan sebagai wacana, kondom sebagai kendaraan yang aman disaat darurat
Paman…
Puritan itu apa?
Afrodisiak itu apa?
Promiskuitas itu apa?
Kognitif itu apa?
Jangan terlalu tinggi donk bahasanya. Khan yang baca bukan kaum terpelajar semua seperti man-paman. Paling ndak dijelaskan gitu lho artinya.
*saya masih bangsa indonesia*
aku jadi ngakak..
kmarin pas dateng di preskon nya kampanye kondom nasional di embassy taman ria senayan ada merchendise nya pengaris transparan didalemnya ada bermacam2 jenis kondom :D
dipajang di meja kantor..