Bilbor: bukan Hanya Bikin Kepala Bocor
ADAKAH BILBOR YANG BETUL-BETUL KUAT?

Seorang suami mencemaskan istrinya setiap kali ada hujan dan angin kencang. Dia khawatir bilbor besar yang menjulang di banyak tempat itu akan roboh diterjang angin lalu menimpa istrinya yang sedang menyetir.
Sudah beberapa kali terjadi bilbor ambruk dan mencelakai orang. Robohnya bilbor kami, kalau jadi judul klise.
Saya tak paham cuaca. Pun tak paham konstruksi. Yang saya pikirkan cuma ini: adakah bilbor yang kuat dan aman?
Taruh kata cuaca seperti blog ini, yaitu tak dapat dipercaya dan tak dapat diandalkan, tiadakah cara untuk mencegah kecelakaan?
Saya membayangkan para konstruktor akan mengumpulkan data angin kencang — bukan badai setingkat tornado — sepuluh tahun terakhir agar dapat merancang menara yang tangguh.
Karena awam, saya kurang paham aturan main teknis konstruksi pemasangan bilbor, baik berupa menara di atas tanah maupun di atas atap gedung.
Memang, sudah ada dinas di pemprov atau pemda yang akan memeriksa konstruksi menara bilbor (dan antena stasiun TV), sejak cetak biru sampai tegak berdiri. Tapi saya tak tahu bagaimana pelaksanaannya.
Juga karena awam, saya tak paham apa saja yang diasuransikan oleh pemilik bilbor (bukan pemasang iklan yang menyewa ruang). Apakah juga mencakup korban pihak kesekian, dalam hal ini pelintas jalan?
Memang, asuransi tak dapat mengembalikan nyawa. Begitu pula santunan. Selalu ada force majeur. Masalahnya apa saja yang mencakup force majeur?
Misalkan asuransi atau apalah sudah ada, sebaiknya disampaikan kepada khalayak. Bagi perusahaan media luar ruang, dan kontraktor perakit, ini mungkin lebih nyaman. Jika terjadi hal buruk tak perlu repot melakukan serangkaian praktik public relations yang kelewat berat. Santunan, tali asih, atau apalah, memang mahal, tapi justru karena itu tak semua perusahaan mau memberi.
Dengan atau tanpa kejelasan perlindungan, kurang pada tempatnya jika kita menyatakan, “Toh semua pelintas jalan sudah diasuransikan, dari mobil sampai jiwa bahkan anggota tubuhnya, melalui polis masing-masing…”
Apa? Semua orang?loans advice and on mortgages1st owners time loan homegovernment loans 11personal 1st loans timeloan a with mortgagethe life loan for of 0loan interest only 1home agent loan30 second loansloan application a
23 Responses to Bilbor: bukan Hanya Bikin Kepala Bocor
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Belajar Mengarang
May 4, 2007 by AntyoMENGARANG CERITA, MENGARANG LAPORAN.
“… tetapi ibu saya kata dia pernah tidur dengan tiga orang lelaki di hotel di mana dengan itu sah bahawa saya ini anak luar nikah…”
Coretan tangan itu bagian dari tiga gambar yang saya temukan barusan ketika saya membersihkan hard disk.
Saya lupa dari mana asalnya. Saya tak tahu hak [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Kebetulan saya seorang insinyur sipil. Sebenarnya bangunan seperti bilbor dll itu harus dibangun berdasarkan kuat angin tekan dan hisap. Ketentuan kuat anginnya tergantung pada tempat, topografi dan fungsi/kepentingan bangunan. Semuanya sudah diatur dalam peraturan pemerintah yg diterbitkan oleh PU.
Kalau anda tertimpa musibah bisa menuntut pemilik bilbor atau tower tersebut. Kebetulan saya pernah menangani klaim asuransi robohnya menara radio yang menimpa rumah di sebuah kota di Jawa. Ketika itu, kita minta data struktur dan material tower, kemudian minta data angin dari BMG dan menghitung ulang ketangguhan bangunan. Ternyata beban anginnya di bawah beban angin yg disyaratkan peraturan PU. Jadi pihak pemilik bangunan dituntut ganti rugi.
Mas, kemaren baca korang katanya ada baliho yang ambruk lagi abis hujan2an di Jakarta beberapa hari yang lalu. Dan pas saya liat itu baliho adalah baliho gambar Pak SBY. Apa mungkin itu tanda2?? MMh..
kemarin waktu hujan deras, di jl.kaliurang jogja juga ada billboard yang roboh, kemudian memacetkan jalanan, memaksa pak pol memodifikasi arus lalulintas, plus mematikan aliran listrik hingga menjelang pagi.
bukan berarti bahwa billboard di sekitarnya betul-betul kuat. tapi belum saatnya saja angin melumat mereka. entah jikalau kemudian dilumuri dengan jamu tolak angin..
Duh gile! ngeri banget!
gw masih ingusan sih…
baru hidup sebentar. jadi lum pernah liat bilbor ambruk…
jadi inget, setiap kali berangkat kerja istri saya selalu wanti-wanti buat berhati-hati, apalagi musim ujan banyak puting beliung. eia makasih sudi mampir di blog saya paman. GBU
bilbor…ooo yang nyanyi lagu :
MADU.. DITANGAN KANAN MU
RACUN.. DITANGAN KIRIMU..
…..
indonesia sebenarnya negara yang beruntung. cuaca bisa dibilang lebih bersahabat dibandingkan cuaca di negara sub-tropis. di sana perbedaan cuaca sangat ekstrem dari musim ke musim. tapi, kenapa nampaknya kita tidak mensyukuri ini ya… bikin bilbor, amburadul. uff….
arbed
Salam kenal juga.. (lho.. kok malah aku :p)
Di UI, poster2nya juga mengerikan. Besar2 tapi gak ada lubangnya.. Untungnya gara2 kasus billboard kemarin, kayaknya UI sudah mulai bijak, posternya dibolong2i agar saat angin datang, tidak terlalu menentang angin.
Dinas Pendapatan Saya, Menterinya siapa ya?
Btw, kenapa gambarnya sapi di padang rumput ya Paman?
aduuh Pakdhe, nJenengan ngelingke pengalaman pahitku, aku tahu ketiban billboard sebuah toko, gek kudanan nunut ngeyup…untungnya ( walah masih untung) nganggo helm, kepala gak luka tapi mumet juga and sempat kliyengan
Salam kenal, Paman. Aku jadi tertarik sama blognya. Kenalin aku pendatang baru blogger. Memang paman, sekarang banyak sekali bilboard yang gak tau aturan. Di malang uda banyak korbannya. Kasihan yang kepalanya bonyok!
Maen-maen ya paman ke blogku. Thanks!
kenapa bilbor bisa roboh.. takdir..
jadi ngeri kalau pas hujan angin melintas dibawah papan reklame raksasa..
apes lagi jika korban cuman dapet jawaban dari owner bilbor tersebut begini : “…yo apes mu paklek…”
kekeke
coba dites, paman..
disebul sebul ituh..
Ternyata bilbor pun bisa jadi ancaman saat hujan disertai angin, termasuk pohon2 tua yang lapuk.
Btw, Kompas dalam minggu2 ini ulasannya seputar jalan raya ibu kota terus.
jadi inget dulu kalau ada hujan, kita suka berlindung di bawah pohon atau reklame hehe..sekarang ngga berani lagi dehh…
bang paman mirip andy rooney-nya “60 Minutes” deh. banyak keluhannya :P tapi kata orang, mengeluh atau protes adalah pertanda orang masih peduli :) terlalu cuek jg bahaya, dan sepertinya orang sekarang dipaksa untuk semakin cuek…
paman,
gambar ilustrasinya menarik
saya mengambil kesimpulan, suami yang mencemaskan istrinya itu adalah paman sendiri bukan
:)
susah memang jadi orang endonesa. yang ndak salah pun bisa ikut terkena bencana karena kesalahan orang lain.
njur? mbuh!
Bisa gak ya aspek estetika dipake sebagai salah satu parameter penting sebelum ngasih ijin masang billboard di pinggir jln di jkt yg udah centang perenang ini? I have a dream..I have a dream…hiks…!
Wah… pertama! Tumben. :D
Enak hidup di desa. :P