Tidur (dengan maupun tanpa Dengkur)
KETIKA KANTUK OGAH JADI SETERU.

Tadi, tengah malam, warung rokok dekat masjid itu dikerumuni beberapa orang. Sejumlah pembeli dan tukang ojek yang mangkal di depan warung, bergotong-royong membangunkan Salim, si pemilik warung, yang sedang tertidur pulas.
Mungkin Salim sedang larut dalam mimpi selagi merebahkan diri di atas papan berlapis tikar dan kardus bedahan. “Bininya pulang kampung sih, nggak ada yang nemenin,” kata Bang Ojek.
Tidur pulas. Berbahagialah mereka yang bisa mengalaminya saban hari, entah siang entah malam. Bandingkan dengan pengidap insomnia karatan yang selalu gagal menjemput lelap padahal kantuk sudah menjerat.
Tidur pulas. Mungkin soal tempat. Mungkin soal kebiasaan. Bisa saja mereka yang terbiasa terlelap di kamar dan ranjang nyaman akan heran melihat orang tidur lelap di pasar.
Juga bisa, maksud saya mungkin saja, orang yang terbiasa tidur sembarangan justru tak bisa merem ketika pertama kali tidur di hotel — lima berlian, “kamar presiden” pula. Tanpa gangguan nyamuk dan kebisingan bisa membuatnya terasing dan pangling terhadap diri sendiri.
Saya, terus terang saja, ngantukan. Pernah ketika pendeta bilang “Amin!”, saya masih terpejam dan menunduk, dengan tarik-embus napas panjang teratur. Sikutan istri membangunkan saya.
Tidur. Mungkin persoalan sepele. Semata menyesuaikan diri dengan giringan alam. Toh sepertiga hidup kita mungkin memang untuk tidur.
Menjadi masalah ketika kantuk datang selagi menyetir. Saya pernah naik motor, sendirian, dalam keadaan ngantuk berat. Saya terbangun sudah terduduk di atas aspal, di samping becak terguling, berikut tukang becaknya yang marah-marah. Itu di depan Hotel Srimanganti, Yogya, pagi hari sehabis begadang, akibat mengabaikan larangan Bang Rhoma, “…boleh saja kalau ada artinya.”
Roda dua saja berbahaya apalagi roda empat. Maka untuk perjalanan jauh sendirian, terutama ketika kantuk menyergap siang menjelang sore, singgahlah ke sebuah kota. Carilah bioskop. Jangan pedulikan filmnya. Tidurlah. Semoga berhasil.
Tapi manusia memang aneh. Sebagai penumpang maupun pengemudi, kadang kantuk membuai justru ketika kendaraan sedang melaju. Begitu berhenti, kantuk memang belum sirna tapi tidur tak tergapai lagi. Tertidur dalam kotak yang bergerak mungkin serasa bayi dalam gendongan — atau pangkuan.
Begitu juga dengan orang yang tertidur di depan TV atau di samping radio. Ketika siaran selesai malah terbangun. Lagi-lagi terbukti, manusia dewasa merindukan jadi bayi yang harus dininabobokan oleh suara.
Saya dulu, ketika kantuk mulai menelikung sehabis tenggat menjelang pagi, kadang datang ke area teman-teman yang ngobrol. Mendengar mereka berceloteh, apalagi menanggap salah satu untuk bercerita, adalah pengantar tidur yang efektif. Tahu-tahu hari sudah siang. Saya masih terbaring di atas tiga kursi yang dijejer. Sendirian.
Kantuk sampai tertidur juga bisa menjemput kita saat rapat. Ada yang bilang itu normal. Tapi untuk anggota DPR, fit and property test-nya mungkin juga mencakup abnormalitas mereka.
Maksud saya pilihlah calon legislator yang abnormal dalam arti tidak ngantukan. Percuma bersidang dengan biaya mahal, termasuk dari anggaran ajaib counterparts, tapi cuma tidur.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Pulang yang bukan (Sekadar) Pulang
September 29, 2008 by AntyoPULANG, MUDIK, LIBURAN. MANA YANG UTAMA?
Wanita itu setengah mengeluh. Mengapa setengah karena tak sepenuhnya mengeluh. Setiap tahun dia pulang ke rumah orangtuanya, membawa suami dan anak, sampai dua pekan. Pada akhir tahun pun begitu. Tapi tidak untuk Lebaran. Orangtuanya menganggap dia jarang pulang. Saudara dan ipar, yang biarpun datang hanya semalam, lebih diperhitungkan [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Macet gila, gue ketiduran gara2 nunggu kerata lewat. 100m didepan mobil dah kosong dan yg dibelakang teriak2 hahaha…