Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Buku yang Menghina Pembaca*

Senin, 19 November 2007 @ 01:50 | Lihat Baca Dengar

PANDUAN PRAKTIS DAN LUCU UNTUK PRESENTASI.

powerpoint isman h. suryamanSaya betul-betul terhina oleh buku ini. Sudah keluar duit, eh setelah membaca saya merasa ditelanjangi. Sialnya saya tak dapat menyangkal atau berdalih karena yang dia nyatakan memang benar.

Penulis buku ini, seorang blogger, memang semaunya sendiri. Untunglah dia cukup menelanjangi tanpa mempermalukan. Bahwa si pembaca akan malu sendiri, itu ibarat beli cermin di depan gedung parlemen lantas setibanya di kamar dicoba untuk memeriksa panu. Si penjual cermin tak bersalah. Dosanya tak sebesar pemasang kamera pengintip di kamar kecil dan kamar ganti.

Lebih sial lagi, si penulis menelanjangi pembacanya secara cengengesan. Kesalahan orang lain** dia anggap menggelikan. Saya ingin tahu apa saja asupan harian dia sehingga bisa menulis lucu, dan jadilah buku panduan presentasi dengan PowerPoint.

Huh, PowerPoint! Ini seperti rompi satgas keamanan. Tanpa rompi bernama aplikasi presentasi itu, orang kantoran yang bertugas menjual jamu di lingkungan internal maupun eksternal merasa kurang lengkap, kurang gaya, kurang komunikatif.

Dengan judul yang mengesalkan, 7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint, si penulis — yang sejak tadi tak saya sebut namanya karena sudah tenar — memaketkan sejumlah kiat. Misalnya jangan berlebih takaran dalam animasi (hal. 79), dan jangan obral bullet (hal. 91).

Rupanya dia lupa, animasi adalah sarana menghibur diri saat seseorang merancang presentasi, sambil membayangkan penonton akan terkagum-kagum dalam ruang temaram (padahal tidur).

Adapun soal bullet yang akhirnya mbulet (Jawa: rumit karena berputar-putar) itu, penulis juga sok lupa tentang kecenderungan (baca: kebutuhan ) banyak orang untuk menunjukkan dirinya sanggup memetakan masalah melalui peringkasan dan penyederhanaan.

Apakah semuanya kiat dia layak pakai? Ya, kalau kita bukan orang yang malas belajar.

Masalahnya, orang seperti saya kadung sok pintar dan punya bakat otoriter. Buat apa belajar? Paham atau tak paham audiens, ya tetap saya yakini paham. Bahwa saya sendiri ternyata tak sepenuhnya memahami apa yang saya presentasikan, itu (ma)salah si pengundang. Kalau dia tak mau bayar, itu masalah bersama sehingga harus selekasnya dibereskan.

*) Judul komplet, pakai selusin telur puyuh sebagai pengganti sebutir telur ayam, adalah “Buku yang Menghina Pembaca tapi Layak Beli”.

**) Sebagian mungkin juga pernah dia lakukan.

JUDUL: 7 Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint: Kiat Menyajikan Presentasi yang Menarik • PENULIS: Isman H. Suryaman • PENERBIT: Gramedia Pustaka Utama (Jakarta, 2007) • TEBAL: xviii + 109 halaman • HARGA: Rp 30.000

Ada 36 komentar | trackback | Depan

#36

erwin | 28 11 2007 @ 14.51.50

Eh..sorry udah ada Brow..:)


#35

erwin | 28 11 2007 @ 14.37.34

saya penasaran sama isinya. yang bikin hebat. saya buka site gramedia ko blom ada bukunya ya ?


#34

Kombor | 23 11 2007 @ 13.24.19

Waktu nyari buku di Gramedia saya lihat buku ini. Nggak beli soale takut kalau yang saya lakukan dengan power point ternyata dosa besar semua.


#33

adinoto | 21 11 2007 @ 8.03.56

bwakakakkaa pooolll najisnya… bisaan aja kasih judul yang menjual kekekee :P ya ga om :D


#32

edratna | 20 11 2007 @ 20.34.26

Wahh belum baca bukunya….mungkin perlu dibaca.
Saya kalau mengajar sering tanpa animasi, karena yang penting harus banyak latihan, rool out dsb nya.
Tapi kalau memberi ceramah/seminar/sosialisasi berbeda, karena partisipan banyak, heterogen (dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan dll)…perlu animasi biar nggak ngantuk.


#31

omithood | 20 11 2007 @ 10.54.58

ditulis ama paman jadi penasaran mo beli dan baca..
karena sring pake power point

*penasaran ditelanjangi buku*


#30

Laks | 20 11 2007 @ 10.42.40

kemarin juga sempet penasaran dengan buku itu di gramed cuma di liat2 koq males bacanya jadi gak beli


#29

Oskar Syahbana | 20 11 2007 @ 7.51.37

Hm… kayaknya saya pernah baca buku sejenis tapi berbahasa inggris. Pengarang pun tentunya berbeda juga… Nah lhooo


#28

gibic | 20 11 2007 @ 1.59.09

ah.. penulis buku ini belum tenar2 amat kok. saya ga kenal…. kalo roy suryo, itu baru terkenal! hwehehe


#27

maruria | 19 11 2007 @ 21.26.56

Hohoho…padahal saya paling suka pake gambar2 n animasi di PP. Tapi ga berlebihan lah…


#26

Eep | 19 11 2007 @ 20.45.03

kalau saya malah memang harus banyak animasi dan transisi, karena memang jualannya itu. hehehe

sudah lama tidak pake powerpoint.., pake keynote-nya Apple..

jauh lebih elegan dibanding powerpoint


#25

Indonesia | 19 11 2007 @ 20.44.44

yup, nungguin diupload Faman.


#24

mina | 19 11 2007 @ 20.02.19

hebat, bang I@#%n terkenal euy :D dikenal seleb blog hohoho….


#23

the sandalian | 19 11 2007 @ 17.09.04

Aplod versi PDF-nya dong Paman ^-^


#22

isni | 19 11 2007 @ 16.25.45

makanya pengen banget belajar flash buat gantiin presentasi power point.. hehehe


#21

~Mas Kopdang~ | 19 11 2007 @ 15.19.19

Usul: Buat juga paman: 7 Pahala Besar [berikut jampi-jampinya mujarab] Powerpoint


#20

Totoks | 19 11 2007 @ 14.27.47

waduh.. kok isinya hina menghina gitu ya paman.. tapi seru juga sih ternyata kita memang sering kali sok tahu padahal baru tahu dan baru belajar :)


#19

annots | 19 11 2007 @ 12.42.34

Pernah liat di gramedia, untuk saya ndak jadi beli pasti saya bakal “ditelanjangi” dengan kesalahan2 yang menempel waktu nyiapin presentasi. Cukup paman Tyo saja yang merasa terhina :D


#18

Cah Jogja | 19 11 2007 @ 12.23.38

Untunglah saya gak pernah presentasi pake powerpoint. Cukuplah mengajukan selembar kertas sebagai proposal :D


#17

M Fahmi Aulia | 19 11 2007 @ 12.11.55

untung saja, saya tidak melakukan ketujuh dosa itu…tapi 5 hahaha…:))


#16

adis™ | 19 11 2007 @ 11.58.26

Lebih kebangetan lagi kalo paman dapet duit dari penerbit utk postingan ini….
Hwehehehee……..


#15

andrias ekoyuono | 19 11 2007 @ 11.25.28

meskipun merasa terhina, tapi sampeyan tetep beli kan ?


#14

isman | 19 11 2007 @ 11.22.19

Tentu saja saya juga pernah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut, Paman. Sama halnya seperti tidak ada yang langsung bisa berenang tanpa pernah keselek air.

Jadi di buku itu, saya sekaligus menertawakan diri. Konon pula, belajar paling enak itu dari kesalahan orang lain. Sekalian saja, lah.

Terima kasih atas apresiasinya, Paman.


#13

the Days After | 19 11 2007 @ 10.03.19

7 dosa besar (penggunaan) powerpoint…

ketika melihat postingan isman yang ngebahas powerpoint, sekilas gue mikir, isman lagi bikin buku humor mengenai powerpoint neh..

dan ternyata gue salah ..hueueuh :D…


#12

Rio Menajang | 19 11 2007 @ 8.44.16

Bila tak terhambat bahasa Inggris, dan sambungan internet tidak lambat ini presentasi hal serupa (death by powerpoint; and how to fight it - di slideshare)
http://www.slideshare.net/thecroaker/death-by-powerpoint


#11

Beta Uliansyah | 19 11 2007 @ 8.15.51

Foto keren? Ah itu kan rumah paman lagi mati lampu.


#10

ayahshiva | 19 11 2007 @ 7.00.49

jadi penasaran seperti apa seh isi bukunya *langsung menuju gramed*


#9

abah oryza | 19 11 2007 @ 6.32.19

sayang saya udah beli buku lain semalam, “ngobrol iklan yuk” jadi pilihan, mungkin ini buku buat agenda bulan depan


#8

fahmi! | 19 11 2007 @ 5.26.54

sorry OOT, cara paman moto itu buku = keren! betulan kreatip deh :D


#7

dianna | 19 11 2007 @ 5.18.06

wah kayaknya menarik nih buku ini by the way di gramedia dah ada belum?


#6

landy | 19 11 2007 @ 4.49.15

Nanti sore deh aku coba cari bukunya


#5

keritiKentang™ | 19 11 2007 @ 4.44.26

wahhh… jd penasaran dgn buku ini!
*dibayar berapa Paman, buat promosi? xP*
eh, bukunya masih baru ya?
kok kemarin ke toko buku ga liat ada buku yg seperti ini?
uhmmmm…


#4

dhany | 19 11 2007 @ 4.43.20

lha sekarang presentasi mulai pake gambar idup alis “pilem” tuh paman


#3

dp | 19 11 2007 @ 4.21.08

Saya perhatikan, tampilan gambarnya seperti sebuah kuburan (Lampu sebagai Batu Nisan, dan Buku Sebagai hamparan kuburan). Maksudnya buku ini layak dik***r paman?


#2

hoek | 19 11 2007 @ 3.27.58

hooo…kalo saia sendiri fakenya ofen office, dan samfe skarang ndak muden-muden
be te we, ko cuma tujuh yah dosanya? afa ndak kesedikitan tuh?


#1

hoek | 19 11 2007 @ 3.26.21

fertamax-kah?