Pulang dari Sekolah
KENANGAN MASA BOCAH. BAGAIMANA DENGAN ANDA?

Ketika kemarin melihat tiga anak pulang sekolah, menyusuri bahu jalan tol Jagorawi di Sentul, saya teringat masa kecil. Pulang bareng. Anda pun pasti punya kenangan itu. Maka bagilah di sini…
Dulu, semasa saya bocah, pulang bareng diisi dengan bualan anak lelaki: membanggakan kehebatan dan kejohanan kakak, bapak, paman, kakek, saudara jauh, dan saudaranya saudara dari ipar sepupu tirinya ibu.
Pulang bareng kadang juga diwarnai kenakalan. Meledek serdadu jaga di rumah monyet. Memasuki terowongan drainase. Mengganggu orang gila (lha apa bedanya kami dengan dia?).
Kami pernah dimarahi dan dihalau oleh penjual ramalan buntut (semacam togel) karena saya bertanya, “Lho, kalo Bapak tahu nomer yang bakal keluar kenapa ndak masang sendiri, diam-diam?”
Seorang penjual obat di kaki lima juga pernah mengusir kami karena posisi saya yang jongkok terdepan memergoki gerak cepat tangannya mengambil sebatang rokok dari saku bajunya.
“Ini sudah siang, anak sekolah harus pulang, sudah ditunggu Ibu. Nggih, nggih?” katanya dengan bahasa Jawa halus. Para penonton tertawa.
Itu pengalaman kelas empat sampai enam SD.
Paling mendebarkan ketika diajak anak-anak bengal panti asuhan menonton judi dadu dan rolet piringan hitam di pasar ayam. Ternyata pemenang akan ditahan oleh anak buah bandar, tak boleh meninggalkan arena. Harus terus bertaruh. Kencing pun dikawal.
Banyak ngider itu berlangsung karena saya sudah bertambah besar. Lebih penting lagi: rumah saya sudah pindah, tak ada lagi musuh.
Ketika saya masih kelas satu sampai dua SD, beralamat di rumah lama, saya sering dicegat dan diganggu anak-anak nakal — sebagian sudah berbadan besar (kakinya sudah berbulu, tapi belum lancar membaca), beraninya keroyokan pula. Kadang ketika saya bisa pulang bareng mbakyu saya, kami juga harus mencari jalan selamat.
Saya paling senang kalau ada tumpangan, baik dengan sepeda Pak Anu dan Oom Itu maupun mobil oleh Pak Pendeta yang mendengar panggilan saya. Gembala yang baik bisa menyelematkan anak domba yang terancam oleh sekawanan serigala. :D
Suatu hari saya sudah dicegat gerombolan serigala itu di pertigaan. Saya segera belok ke rumah sejawat Bapak yang biasa dipanggil Pakdhe. Menunggu situasi aman.
Akhirnya lewatlah seorang mahasiswa, yang saya panggil Oom Danny. Saya diboncengkan di palang sepeda laki. Selamat. Setidaknya untuk hari itu.
Saya tak tahu cara melawan mereka. Pernah saya berkhayal mendapatkan ilmu sihir sehingga bisa membuat mereka jadi bekicot. Khayalan tinggal khayalan.
Satu-satunya cara, terutama kalau cuma menghadapi satu anak, dan berbadan kecil pula, ya harus berani. Waktu itu saya sudah tahu rumus menghadapi mereka sampai tuntas, tapi penerapannya susah — tepatnya: mustahil.
Apa? Hajarlah yang terkuat, tertua, terbesar, gigit kupingnya sampai putus, dilepeh, lalu dipipisi, ambil, jejalkan ke mulut anak terlemah. Pasti yang lain ngeri. Tapi rumus tinggal rumus. Lihat orangnya dari jarak 200 meter saja saya sudah kuncup nyali. Sadisme, sebagai imajinasi, bisa muncul dari kesumat jiwa yang tertekan.
Kenapa saya sering dicegat rombongan serigala jahat? Yah karena rumah saya paling jauh. Dalam perjalanan pulang bersama, teman seiring akhirnya berkurang satu per satu setelah mereka belok ke rumah masing-masing. Sisa perjalanan berikutnya berarti selagi asyik melamun tahu-tahu dijitak.
Tak pernah sampai ke pemukulan dan penendangan. Tapi jitakan, dan kadang cuma mendorong-dorong tubuh, bagi saya itu menyakitkan. Sampai ke hati. Untung tak terbawa ke mimpi.
Meskipun begitu ada juga pengalaman terindah. Tibalah hari itu: kami pindah rumah. Saya minta izin Bapak untuk ikut truk terakhir, duduk di atas tumpukan barang.
Alangkah nikmatnya melambaikan tangan ke arah serigala jahat selama perjalanan sambil menjulurkan lidah. Penuh kelegaan. Selamat tinggal neraka! Selamat datang dunia baru — yang aman!
Hari pertama masuk sekolah, Ibu mendampingi anak-anak supaya tahu rute. Hari kedua saya pulang sendiri. Dasar kelinci yang meniru gajah pengulang rute, ketika tiba di hot zone saya baru sadar mestinya tak lewat markas serigala karena rumah saya sudah pindah.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Bungkus Jajanan Kita
December 2, 2007 by AntyoDARI KAMPUS SAMPAI DPRD.
Mana yang lebih Anda sukai untuk membungkus jajanan hangat? Plastik? Daun? Kertas? Tentang plastik, ada lho penjual gorengan yang langsung mencemplungkan pisang-ubi-sukun goreng ke kantong hitam yang baunya aneh itu.
Adapun untuk kertas, merupakan kemewahan jika penjual biasa menggunakan kantong khusus berbahan kertas roti — apalagi pakai logo. Solusi paling [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





tapi beneran lho… gokil abiezzzz
jadi inget temenku yg namanya Maftukhin.. hahha.. gokil deh pokoknya.
—
Salam untuk Maftukhin. :)
/tyo/
terima kasih kepada KOTA DENPASAR yang memberiku banyak kenanagan mulai ari budeku yang amat galak, padeku yang pekerja keras tapi banyk hutang, sahabat sahabatku yang tak terhitung jumlahnya, tersesat di jalan nagka, manjatin tembok DPRD Bali buat ngambil kunci rumah yang ketinggalan di lapangan tenis, dikejar kejar PRT karena mencet mencetin bel rumah orang semabarangan, dan banyak lagi yang lain . SEMUA ITU KENANGAN TERINDAH MASA KECILJU YANG NAKAL, CERDAS DAN TAK MUNGKIN DAPAT AKU LUPAKAN SEPANJANG HIDUPKU. HIDUP KENANGAN!!!!!!
Ane kagak pernah jadi domba ,ane pegang rol srigale nye,nyolong buah,maen hujan,berenang di rawa rawa,ngadu ayam,ngelemparin rumah ‘musuh dan semua menu kenakalan bocah pade umumnyah aye ude lakonin.Nyang horor kalo ude kudu ngelewatin satu komplek perumaan kalo mau ke sekolah,karena jalanan tu komplek tempat kongkow gang anjing2 di komplek itu.Kepakse dah ambil jalan muter jauh banget kalo lagi semangat en ade temennye,kalo lagi males ya ngejentul dulu nungguin bapak bapak nyang mau lewat atau pedagang jajanan.Ampe ni ari masih ade trauma ama anjing,karena ngeliat temen di gragot.
Andai paman tyo berhenti dan berbincang dengan tiga anak di tepi jalan tol Jagorwai di Sentul itu, lalu bertanya, “siapa nama kalian, nak?”
Bisa ditebak, apa jawaban mereka.
Anak paling kecil yang nenteng sepatu:”tyo, om!”
Anak paling gede:”Antyo, pak!”
Anak paling kanan:”Rentjoko, kang!”
buatku salatiga bukan kota yang ramah. Pernah pulang dengan pipi biru juga waktu masih di Osamaliki.
Lha katanya paman waktu kecil badannya gede sendiri?
—
Betool. Badan gede. Bongsor. Makanya berani sama yang kecil dan lemah. Kalo ngadepin anak lebih gede yang kakinya sudah berbulu, lha ya mengkeret duluan. :D
[paman]
waktu kecil, saya sama temen2 seneng nggangguin anjing tetangga (apa beda kami dengan dia? hahaha). trus nglemparin mangga (kadang jambu, kadang rambutan) di rumah pak mantri yang galaknya minta ampun.
fyuh… rindu masa kecil, paman :D
apa karena sering dijitakin mangkanya jd plontos paman?? peace!!!
kalau aku yang tak tunggu-tunggu adalah ‘tabrakan’ di balik pintu kelas, dengan anak baru (cewek, tentu) pindahan dari sekolah lain.. Pura-pura gak sengaja gitu, biar dapet cium gratis… :) Ancene isih cilik mikiri wis ngeres terus…
dicegat anak nakal..??
lha yang pualing mbuandel puol itu njenengan pak puh..!!
Kok dulu waktu masa sd,jalan jauh juga ndak ngeluh yah.Sekarang, di jakarta, lumayan deket saja,harus cari motor dulu :D
yup pokoke.. jangan sampai bertengkar di tengah jalan wae pak… he..he..he..
#28 #29
kecilnya aja kayak gitu. palagi gedhenya?
hahahahahahahahaha
setelah baca postingan ini, kok rasanya ada yang janggal ya. ada yang puguh kata penonton wayang. ceritanya putus di tengah jalan. ini bukan sinetron di RCTI yang tiba-2 putus hanya gara-2 iklan, khan? mana terusannya?
pulang sekolah dulu ya sering nendang-2 kaleng minuman, dari depan sekolah sampai depan rumah, bareng teman-2.
pulang sekolah dulu ya sering keluar masuk toko, ngadem, gara-2 panas terik sepanjang jalan.
pulang sekolah dulu ya begitu deh…
aku habis pulang langsung belajar dan mengerjakan pr
*anak pintar*
paling seneng pas jam istirahat jajan sambil ngeliat orang2 dorong truk yg ‘terjerumus’ di jalan depan sekolah yg bak sawah pindah itu sambil teriak2 bareng teman ‘nyemangati’ sing nyurung. sampe2 ada yg koplingnya ambrol. maklum jalan ndeso. bledu thok isine. rutin diperbaiki tp percuma, lha tiap hari ‘dipijitin’ truk perhutani pemuat kayu yg berton-ton itu.
indahnya.evan pengen terus jadi anak-anak ah….
indahnya masa kecil dulu ya paman hihihi… kira2 sekarang ini gerombolan serigalanya ke mana ya? apa paman masih mengenali mereka kalau ketemu? :D
klas 6 sd dah towel2 cewek klas 1 mts/smp. mayoret drum band yg sexy. dilaporin bapaknya, lalu guruku. dilaporin ke ortuku. ‘disidang’. diarak keliling halaman skul. jadi ‘terdakwa’. untung gak ada wartawan trus dimuat dgn mata tercoret hitam.
klas 6 sd dah towel2 cewek klas 1 mts/smp. mayoret drum band yg sexy. dilaporin bapaknya, lalu guruku. dilaporin ke ortuku. ‘disidang’. diarak keliling halaman skul. jadi ‘terdakwa’. untung gak ada wartawan trus dimuat dgn mata tercoret hitam.
Khayalan tentang “sadisme” itu sungguh mengerikan…
Kalo pengalaman pulang sekolah, naik angkot ndak pernah bayar hanya ucap “makasih” dan udah kebal dipelototin ama kernet nya
jadi… memang lebih indah yang membahayakan dan menyebalkan tho, pakdhe?! ;D