BENDA AJAIB BERFUNGSI KOMUNAL.
Apa persamaan warung tegal dan bengkel resmi milik dealer mobil? Kulkasnya. Sama-sama menampung titipan pribadi pegawainya.
Di ruang tunggu bengkel yang adem, pasien cukup termanjakan (minus Wi-Fi). Minuman hangat tersedia. Gelas dan cangkir tertata rapi. Bacaan tinggal ambil. TV LCD gede tinggal dipelototi. Tapi ya itu, jika menyangkut kulkas maka isinya adalah minuman yang belum habis, buah untuk rujakan, dan lainnya.
Kulkas kian terjangkau. Bukan kemewahan jika banyak rumah tangga, dan kantor, memiliki kulkas. Bahkan pondokan saya dulu, di rumah Pak Haji, ada kulkas khusus untuk pemondok. Memang sih, Carlsberg yang didinginkan bisa menguap berikut botol atau kalengnya.
Kulkas di kantor, karena tak jelas siapa yang harus mengawasi, kadang bisa untuk apa saja. Dari menyimpan slide dan film (sebelum era fotografi digital), minuman titipan, makanan titipan, sampai pengeringan sepatu kehujanan pada punggung kulkas.
Seorang mbak dulu pernah punya ide mengeringkan jeroannya di punggung kulkas kantor. Sama seperti yang pernah dia lakukan pada AC kabin kapal — tapi jeroan itu tertinggal, dan ikut pelayaran berikutnya.
Di sebuah kantor pernah ada orang sembrono yang memasukkan kaleng Coke ke dalam freezer. Akibatnya meledaklah kaleng itu, isinya mengotori interior kulkas. Saat kejadian si pemilik minuman entah ke mana.
Juga di sebuah kantor, seorang ibu kadang membuka kulkas, lalu jongkok di depannya, untuk mendinginkan diri. Maklum, kantornya tak ber-aircon.
Masih menyangkut kantor, ada juga kantor yang memanfaatkan kulkas untuk warung kecil. Bagian dalam diisi minuman. Siapa pun yang ambil harus bayar secara swalayan. Adapun atap kulkas, selain untuk kaleng uang, dipakai untuk menaruh cemilan dagangan. Duitnya? Buat kas bersama.
Kelak, ketika semua kantor sudah memakai vending machine dan mesin pembuat kopi, apakah kulkas sebagai barang berfungsi komunal masih bertahan?







bhq | 02 12 2007 @ 17:36:14
Kulkas = peti sejuk kata orang malaysia. Kok mirip dengan “cool case” (baca: kulkas)
isman | 28 11 2007 @ 23:26:45
Di kantor saya, terdapat dwifungsi kulkas: menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat penitip barang untuk didinginkan. Serta memegang kekuasaan dan mengatur penganan koperasi kantor.
Karena itu, sering keseleo beli. Ada yang sekadar mendinginkan minuman kaleng. Eh, begitu dicari sudah terbeli dengan sukses.
Atau kebalikannya, ada yang kebingungan mencari harga coklat–ternyata itu sekadar titipan. Padahal sudah tergoda.
Kadang saking tergodanya, barang itu pun ditawar juga. Apalagi karena ada sound system kantor.
“Perhatian-perhatian, bagi yang membawa mangga harumanis, dua rebu dilepas, nggak?”
Atau
“Ini Pocari Sweat siapa? Dah kadung keminum. Kuganti aja ama teh botol dua.”
Kata siapa sistem barteran sudah punah? Lain lagi saat produknya barang unik.
“Ini ada seperempat botol ASI di kulkas. Dijual nggak?”
Bonus kalau terjual: jadi pertalian saudara (sepersusuan). Cocok bagi yang ingin membantah ungkapan, “You can choose your friends, but you can’t choose your families.”
jalansutera | 26 11 2007 @ 10:37:31
ah, endonesah banged…
yantee | 26 11 2007 @ 10:35:47
Saya sering nyimpen makanan di kulkas kantor, rujak, jus kadang salad buat makan siang. Ga kebayang klo di pantry kantor ga ada kulkas, pasti repot klo mesti titip makanan di warung koperasi.
KucingBOTak | 25 11 2007 @ 16:19:16
nitip Kucing BOTak
evelynpy | 25 11 2007 @ 12:08:12
Aku nggak nitip deh, tapi aku mau ambil, makan atu minum titipan orang lain boleh nggak?
Dee | 25 11 2007 @ 5:46:58
nitip nyimpen sampel urine buat check lab besok ya paman?
isnuansa | 24 11 2007 @ 16:30:04
nggak ada kulkas di kantor, tapi kalo ada, buat nitip juga kali ya…
evan | 24 11 2007 @ 11:23:38
Di rumah, kalo ditinggal mama seminggu aja udah berjamur. :-)
anno' | 24 11 2007 @ 9:54:33
koq gw ja yang kurang begitu suka ma minuman dingin yach…pa karna gw alergi dingin….???/brggggg
didi | 24 11 2007 @ 8:19:47
Masih menyangkit kantor,
typo??
Cah Jogja | 24 11 2007 @ 8:03:00
Kulkas memang bukan kemewahan jika di rumah yang ada aliran listriknya, Paman.
Ketika harga lada melonjak, ada juga orang membeli kulkas padahal di kampungnya belum ada listrik. Itu pasti kemewahan, kan :D
edratna | 24 11 2007 @ 6:21:21
Betul paman Tyo….hehehe…dulu saya juga suka menitip bakso. Pagi-pagi CS (Cleaning Service) beli bakso sambil berangkat ke kantor di pasar Benhil, baksonya terkenal enak, tapi harus dimasukkan kulkas. Baru sorenya pas pulang kantor dibawa pulang.
Titip bakso ini biasanya kalau puasa dan udah mau Lebaran, si mbak udah pulang…untuk memudahkan saya beli bakso 100 buah, dan dirumah tinggal menyimpan daging, dan sayur…sewaktu-waktu tinggal masak bakso . Maklum saat itu anak-anak masih kecil, bahkan kalau tak ada yang jaga di rumah, dibawa ke kantor.Jadi penuhlah anak kecil berlarian di kantor.
Wahh ..jangan2 puasaku jadi ga diterima ya…makanya saya pendukung libur bersama, kasihan ibu2 muda yang punya anak kecil, dan tak bisa cuti. Dengan libur bersama seperti kemarin, si mbak dirumahku malah udah pulang sehari sebelum libur bersama berakhir.
Maaf…kok jadi panjang..jadi postingan tersendiri
Totoks | 23 11 2007 @ 23:45:57
halah postingane nyinggung saya yang suka titip coke di kulkas kantor… kadang2 saya juga suka nyolong telor ntah punya siapa untuk dibikin nemenin mie rebus, tapi besoknya diganti kok hehehe…
arya | 23 11 2007 @ 23:17:23
di tangan paman, kulkas bisa menjadi sebuah benda penanda peradaban :D
Abi_ha_ha | 23 11 2007 @ 22:32:38
Agak OOT, kalo saya mampir rumah orang, sangat menyenangkan untuk (lancang) mengintip isi kulkas.
Bukan kenapa-kenapa, isi kulkas menggambarkan kondisi rumah tangga.
Misal, di rumah saya yang sekarang cuma terisi di paling bawah bagian sayur oleh sedikit bawang daun dan tomat. Bagian tengah oleh dua-tiga botol air mineral besar refill air rebusan. Bagian freezer cuma berisi kotak es batu dan sedikit tetelan untuk kaldu.
Menggambarkan benar kalau pemiliknya sedang bokek.
umarfaridz | 23 11 2007 @ 20:50:27
kayaknya masih paman, soale kulkas mira (milik rame2) ini bisa ngembat, kalo vending kan susah
kw | 23 11 2007 @ 19:52:39
heheh, sama persis di pabrik tempat kerjaku paman. masing-masing makanan dikasih nama.
jadi kalau malam-malam kelaparan tinggal telepon atau sms, eh makananya aku ambil ya. :)
Biho | 23 11 2007 @ 19:43:08
kulkas pas buat ngadem :D
M Fahmi Aulia | 23 11 2007 @ 19:00:12
kulkas akan berubah fungsi…
menjadi
LEMARI BAJU…!!!
*ngakak, inget cerita teman…*
Hedi | 23 11 2007 @ 18:35:57
Mesin pembuat kopi sih jamak, tapi kalo vending machine, itu kantor kesannya cari untung banget :D
herru | 23 11 2007 @ 18:32:52
masih dipakai kok, di kantor saya kulkas yang rusak dan jadi penghangat pun masih dipake rame rame
mpokb | 23 11 2007 @ 18:12:37
masih.. buat simpan yg sisa2 itu.
bahkan kadang sampai jamuran tetap disimpan karena merasa sayang untuk membuangnya :)
bbm | 23 11 2007 @ 18:10:14
ada juga yg buat nyimpen baju. bisa beli tapi apa daya listrik blm masuk kampung