Masa Remaja, Romansa Blablabla…
PESONA CINTA. BELITAN ASMARA. SUIT-SUITTT!

Selagi menjemput putrinya, seorang ibu membisiki suaminya, “Liat tuh anak sekarang… Masih SMP sudah berani mesra-mesraan di depan banyak orang.”
Sang suami mengarahkan mata ke titik di seberang jalan yang ditunjukkan oleh istrinya. Lalu keduanya tertawa kecil.
Di seberang itu, di emper bangunan memanjang, sepasang anak SMP sedang bertukar pijar asmara di sela sebuah acara di sekolah lain.
Ceweknya cantik, langsing, berkulit terang dan bersih. Cowoknya masih tampak culun, terkesan sebagai anak mami. Mereka mesra di tengah teman-temannya dan lalu-lalang orang.
Yah inilah dunia. Sejarah terus berulang. Orang tua dan orangtua pun pernah muda, pernah remaja, dan mereka (dulu) setiap hari memunguti butiran degup dan debar yang melenakan dari lintasan monyet.
Gadis remaja (dulu) yang sekarang jadi ibu dari dua putri remaja, dan mengomentari pasangan usia SMP itu, di depan anak-anaknya masih bisa mendendangkan bait lagu lama Keenan Nasution, “Jaka mencium gadis, tertangkap basah…” Itu lagu tentang masa remaja yang nakal, lucu, kreatif, dan “tetap rajin menuntut ilmu”.
Sejarah memang berulang. Setidaknya pada pola. Adapun bentuk dan cara itu bisa beragam, dan kadang lebih kaya. Yang menarik adalah setelah jadi orangtua, bagaimanakah seseorang dan pasangannya akan mendampingi anak-anaknya.
Seorang wanita Jawa, yang setelah menikah untuk kedua kalinya kemudian tinggal di sebuah negeri dingin, membebaskan putri tunggalnya (dari perkawinan pertama di Indonesia) yang sudah melewati usia 17: “Yèn weekend anakku nginep ning omahé pacaré.”
Seorang ibu lain di Bekasi selalu was-was setiap kali ada telepon dari sejumlah cewek yang bergiliran mencari putranya. Ada kebanggaan bahwa bocah lanang yang masih SMA ternyata popular, tetapi sekaligus khawatir anaknya akan salah langkah. Maka pembekalan yang mendewasakan pun terus dilakukan. Hanya saja tak seperti cara Ozzy Osbourne yang selalu menanya anak-anaknya apakah sudah bawa kondom kalau mau berkencan.
Adapun seorang ayah di Tangerang, yang punya anak semata wayang, bilang, “Gue sih enak, anak gue laki. Makanya gue bilang kalo mau ML tunggu dulu, toh sebentar lagi dia kuliah di luar (nagri). Di sana lebih bebas. Di sini, masih SMA, kalo sembarangan bisa ngerusak masa depan.” Maksudnya, ceweknya hamil padahal masih di bawah umur. Temannya, ayah dari anak perempuan, hanya bisa menimpali, “Bajingan lu!”
Dengan anaknya, Pak Tangerang itu memang terbuka. Rokok, alkohol, cimeng, dan seks, didiskusikan terbuka. Maka ketika dia memergoki komputer anaknya berisi foto-foto Miyabi dan foto erotis adegan lesbian, “Gue lega. Anak gue normal. Coba kalo isinya gambar laki?”
Setiap orang, setiap pasangan, punya cara sendiri-sendiri dalam mendampingi anak-anaknya. Bukankah setiap keluarga itu unik?
Bahkan setiap pasangan pun (mungkin) harus berkompromi dulu untuk menetapkan pagar bagi anak-anaknya.
Seorang ibu mengaku heran ketika anak gadisnya, yang masih SD (usia 10), menyukai sinetron percintaan remaja. Suaminya, yang tak suka TV, membiarkan saja, tapi mendampingi putrinya menonton DVD High School Musical yang PG-13. Apapun tentang seks, si bapak siap menjelaskan kalau ditanya anak-anak perempuannya. Biasa, korban mitos father knows best. :D
Pesona cinta. Itu manusiawi — dan indah. Ketertarikan terhadap lawan jenis dan upaya untuk menarik perhatian lawan jenis adalah karunia dalam kehidupan (untuk orang heteroseksual). Tanpa itu populasi manusia terancam.
Lantas bagaimana sebaiknya mendidik putra-putri remaja yang mulai kesandung cinta, Pak?
Khotbah ini sudah selesai. Malah pada paragraf kelima mestinya sudah tamat. Mari pulang, Saudara-saudari. Ojek sudah menanti.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Rumah Nyeni, Rumahnya Wong Berbudaya
February 2, 2007 by AntyoSETIAP ORANG ADALAH SENIMAN (BAGI DIRINYA SENDIRI).
“Jadi cocoknya saya masang lukisan yang gimana?” tanyanya.
Lho “nya” siapa, kok kayak penutup surat “atas perhatiannya” padahal ditujukan kepada orang kedua?
Ya “nya”-nya si penanya, seseorang yang bertanya tapi salah alamat, dianggapnya saya ngerti seni rupa.
“Terserah. Suka-suka situlah. Asal lukisan itu sampeyan senengi [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





weh … weh …
bapak ini …
anak gadisnya mulai besar yaa :)
wah cekkobere moto………
ngapain di pixelin mukanya Man?, bukannya klo mereka berani memadu kasih (halah) dimuka umum berarti harus siap dijadiin snepsyut oleh blogger pengangguran
@hasan: kenalin dong ma anaknya…
@model foto: hati2 klo ada orang botak kluyuran bawa kamera,mending minggir aja, ntar masuk sini lagi lho.
dulu mah jaman saya esempe, kalo ngeliat beginian bilangnye “ih jorok” :P kalo sekarang saya dibilang katro kali ya paman
waduh…takutt
duh, duh, duh anakku 6 wedok kabeh. dengar2 sampean tetanggaan sama saya. saya cuma bisa berdoa setiap abis sholat biar bener kabeh akhlak anak2 saya.
kemarin baru pulang kampung ke pekalongan. dusun dekat pantai, ternyata banyak anak kecil nggendong anak. hamil duluan sebelum nikah sudah kaprah. na’udzubillah paman tyo
hihihihi… setuju bos… :)
susah kalo orang tua berperan seperti polisi yg tukang tilang kalo anaknya pada berbuat salah…
keterbukaan n open minded yg sehat emang perlu tuh mengahadapi anak2…
Btw, ojek nya dibayar berapa :P hehehe
foto tengah..anak pake celana pendek biru..tangan kirinya pegang senjata mirip pestol..slack gun mini?
foto paling kanan..kaki si cewek dgn gagah mengapit kaki cowok..sudah saatnyakah wanita menggagahi pria??
Kemesraan ini…janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini,ingin kukenang selalu. Hatiku damai,jiwaku tentram disampingmu. Hatiku damai,jiwaku tentram bersamamu
Generasi mereka kenal lagu ini nggak yah :D
fotone gak ketok :p
waduh paman… anak2 saya perempuan semua.. apakah saya siap nanti menjelaskan pada mereka tentang cinta, sex dan suit-suittt itu
Justru remaja jaman dulu mesranya di tempat yang “tidak umum” :P
bagi tips paman gimana bisa moto-moto yang mantab macam ini
remaja2 jaman dulu juga suka mesra2an di tempat umum gak sih?
jebul ndunyo ki pepak yo om….
jaman saya smp, akhir 80-an, sudah banyak kok yang berani kayak begini. tapi masih di kalangan terbatas banget. gimana sekarang ya?
eng ing eng…