Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Mari Bung, Tularkan Kreativitas!

Jumat, 30 November 2007 @ 04:19 | Umum

LANGKAH SETELAH PENGUMUMAN IKLAN TERBAIK.

billboard pasta gigi formula

Entahlah iklan tentang apa, dan bikinan siapa, yang akan meraih Citra Pariwara 2007 sebagai iklan terbaik untuk setiap kategori. Saya sudah melihat sebagian kemarin. Melihatnya sebagai orang awam.

Dari sejumlah iklan yang dipamerkan, termasuk iklan TV dan radio, dan banyak yang lucu-nakal, saya punya dua catatan.

Pertama: sudah semestinya iklan-iklan yang dikonteskan itu dibukukan sebagai coffee table book yang dijual murah. Tak perlu menunggu terbitnya buku tentang para pemenang Citra Pariwara sejak entah tahun berapa. Cukup setiap kali ada pesta besarnya orang-orang periklanan itu.

Kedua: peluang iklan layanan masyarakat (ILM) mestinya lebih termanfaatkan oleh lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, dan badan pemerintah. Daripada pusing merancang komunikasi sendiri kenapa tak memanfaatkan biro iklan dan media secara murah bahkan gratis?

bonceng maut

Berita bagusnya, klub sepeda motor (Honda Tiger Club Indonesia) pun bisa bekerja sama dengan biro iklan (bisa juga: diajak oleh biro iklan) untuk membuat ILM. Sayang iklannya kurang menarik, kurang menggigit — padahal jenaka.

katan Pecinta Reptil Jakarta

Adapun ILM dari Ikatan Pecinta Reptil Jakarta sangat menohok: menampilkan kecantikan ular. Tapi bagi orang yang takut ular, tetap saja itu mengerikan. Pesannya: kalau menjumpai ular di halaman rumah, pembaca diminta menelepon ke (021) 681 9345 atau (021) 549 2725. Klub berjanji akan mengirimkan orang untuk menangkap si ular.

Lantas kenapa iklan-iklan perlu dibukukan? Untuk mendidik masyarakat agar apresiasi mereka terhadap iklan meningkat. Setidaknya masyarakat akan tahu bahwa sebuah iklan, termasuk yang jelek, bukanlah hasil kerja instan penuh cengengesan seperti keisengan visual seorang blogger. :D Di dalamnya ada proses kreatif yang melelahkan sekaligus menantang.

Terbitnya serial buku Citra Pariwara saban tahun, lengkap dengan bonus CD multimedia yang memuat audio dan video, juga akan menghadirkan sebuah potret periklanan Indonesia dari masa ke masa. Bukan hanya kepingan potret bisnis industri media dan periklanan, melainkan juga wajah masyarakat kita — misalnya gaya hidup — dari waktu ke waktu. Selain itu juga sebuah investasi agar semakin banyak bibit bagus yang berminat ke industri periklanan.

kartu nama pembantu

Lebih bagus lagi kalau buku itu juga menghadirkan contoh nyata iklan nonkonvensional — sepanjang memungkinkan, kecuali bilbor akan diminiaturkan. Misalnya stiker yang menjadi bagian dari sebuah kampanye. Begitu juga kartu nama sebuah biro iklan (Lowe) saat merayakan Hari Kartini. Punggung kartu itu bergambar pembantu rumah tangga. Banyak wanita bisa berkarier di luar karena sebagian urusan domestik diserahkan ke pembantu (nantinya diserahkan ke suami). ;)

motorola razr

Karena buku itu untuk orang awam seperti saya maka ada baiknya untuk iklan tertentu yang unik dan sulit pun dibuatkan kisah pembuatannya. Misalnya perizinan untuk memasang kotak tipuan penampung benda tajam di bandara, padahal itu hanya bagian dari kampanye Motorola Razr.

Ibaratnya, kalau merujuk iklan lama, masyarakat juga perlu tahu bagaimana repotnya bikin iklan Gudang Garam di TV yang menghamburkan konfeti dari atap gedung-gedung itu. Berapa banyak kertas yang dibutuhkan? Berapa banyak figuran, petugas kebersihan, dan aparat keamanan yang dikerahkan? Hari libur apa yang dipilih untuk syuting agar tak bikin macet?

bulu ketiak wanita

Ada 27 komentar | trackback | Depan

#27

kopdang » Pangantar Indistri Kreatif Indonesia | 08 09 2008 @ 10.43.59

[...] Dunia iklan termasuk promosi, desain produk dan kemasan, software, game online, penerbitan buku dan majalah, media elektronik kaya rumah produksi sinetron, juga TV, radio.. [...]


#26

Kreatif: Kere dan Aktif..? « Mas Kopdang | 20 06 2008 @ 0.32.28

[...] Dunia iklan termasuk promosi, desain produk dan kemasan, software, game online, penerbitan buku dan majalah, media elektronik kaya rumah produksi sinetron, juga TV, radio.. [...]


#25

arya | 02 12 2007 @ 10.58.23

paman, sepertinya (ini pandangan orang awam kek saya), iklan2 yg menarik itu didominasi PSA? yg iklan2 komersil (iklan produk) biasanya lebih seneng bertipe hard-selling? apa paksaan dari klien biar biro itu mbikin semacam itu? petromaksnya, paman :D


#24

anno' | 01 12 2007 @ 12.30.30

wuichh..iklannya kreatif2 banget….salut…


#23

Pitra | 01 12 2007 @ 8.56.06

Niatnya sudah lama nih, Paman.. kayaknya tahun lalu udah sempet2 cerita. Padahal kalo mau, setiap creative director di agency itu tinggal ngeblog aja. Dia langsung bisa nampilin katalog portfolio agencynya bertahap berikut prosesnya. Toh ini juga bisa jadi cara mereka agar soft selling ke klien mereka.


#22

bangbadi | 01 12 2007 @ 5.33.01

Artikel yang bagus banget nih, kebetulan saya suka dunia periklanan. Dunia periklanan Indonesia semakin hari semakin dinamis saja, makin banyak pemuda2 kreatif dengan sejuta ide.


#21

-tikabanget- | 01 12 2007 @ 5.17.52

sayah kok jadi pengen kerja di periklanan yah.. :|


#20

evan | 01 12 2007 @ 1.06.03

Iya ya..ILM, terutama yang dari institusi pemerintahan itu terkesan garing, formal, dan orde baru banget. Beda dengan iklan komersial.


#19

Totoks | 01 12 2007 @ 0.48.29

saya serahkan kepada paman untuk melobi panitianya supaya membikin buku atau media digital selain untuk katolog sangat bagus juga untuk pembelajaran tentang media iklan


#18

areta | 30 11 2007 @ 21.23.30

duh, bagus2 iklannya…


#17

triadi | 30 11 2007 @ 18.20.51

setuju paman! paman tyo kan dah malang melintang di dunia persilatan, na mending komporin aja tukang penerbitan buat nerbitin buku kaya gini :). jamin psti banyak yang beli


#16

Tresno | 30 11 2007 @ 16.37.58

harusnya buku tentang iklan itu dibuat gratis, toh kan mengandung iklan yang promosiin perusahaan atau produk tertentu :)


#15

johnherf | 30 11 2007 @ 16.02.26

Kasihan mahasiswa periklanan kebanyakan buku rujukannya berbahasa asing. Sangat beda objek iklannya dengan masyarakat bangsa dan negara RI. Jadi, kalau Citra Pariwara terbit rutin sebagai buku sungguh membawa manfaat sebagai referensi mahasiswa Indonesia. Itu yang serius.

Kalau non-serius penerbitan bukunya penuh dengan sponsor agar ongkos cetak menjadi turun drastis, harga jual pun terjangkau.


#14

dhany | 30 11 2007 @ 15.59.05

kalau harganya murah pesen dong satu…

eh…, kok brani-2nya bilang
sebagian urusan domestik diserahkan ke pembantu (nantinya diserahkan ke suami). ;)

kalau gitu bagaimana ini para suami, apa perlu unjuk rasa besar-2 an..??


#13

fahmi! | 30 11 2007 @ 15.41.29

apik apik, kreatip! tapi aku tetep ndak suka ular. hih.


#12

isman | 30 11 2007 @ 13.29.44

Nanti pembantu rumah tangganya juga punya kartu nama, Paman. Di baliknya ada foto mereka sedang kerja di agensi periklanan.

Tapi khusus April Fool, hehe.


#11

Abi_ha_ha | 30 11 2007 @ 13.23.26

Harusnya selain ‘penghargaan’ terbaik ada juga ‘pentidakdihargai’ terburuk.
Supaya yang jelek karyanya bisa sadar atau malah minggir bilamana dirasa tidak perlu… eh mampu.
Dimulai OOT lewat film saja di Citra tahun depan.
Usul saya si pembuat ‘5Sehat4Sempurna’ itu dianugerahi ‘life tercela award’. Jan elek banget!!


#10

edratna | 30 11 2007 @ 12.16.53

Duh…gambarnya!!

Orang yang bergerak di periklanan memang kreatif….


#9

keritiKentang™ | 30 11 2007 @ 10.21.35

Hahaha… orang2 periklanan emang kreatif2. bikin iklan kayak gini harus mikir di luar kepala! *hmmm… gimana tuh kira2?* eh, ada bukunya jg, ya? baru tau… :P

*lirik comment mas Galih*
hahaha… bagus jg tuh idenya! xD


#8

escoret | 30 11 2007 @ 10.20.48

bener paman..!!!
hmm..anu..saya juga liat acara tipi cuman pas Iklan aja…!!!

*asli,iklan paling keren adalah gambar pertama ini *


#7

andrias ekoyuono | 30 11 2007 @ 10.20.10

Setuju…
saya membayangkan ada database iklan2 (Outdoor, TVC, Poster, dll) yang menyajikan berbagai iklan di negeri ini. Pengen ngerti juga perjalanan kreatifitas iklan di negeri ini
*inget TVC bentoel yang “I love the blue of Indonesia*


#6

Sky | 30 11 2007 @ 9.50.57

Uuuuhhh… yg uler keren, ngga nyangka kalo itu uler semua :)


#5

mpokb | 30 11 2007 @ 9.48.36

bikin iklan keren yg melindungi konsumen, bisa nggak? *naif mode ON*


#4

Dee | 30 11 2007 @ 8.08.11

Dunia periklanan memang tempat kreativitas berjalan tiada henti. semoga muncul iklan-iklan yang selain mampu menjual juga mampu mencerdaskan konsumen, bukan asal saling balas dengan kompetitor


#3

~Mas Kopdang~ | 30 11 2007 @ 7.53.28

Iklan menarik? menurut siapa Paman?
Sebagai pengusaha, bukankah yang menarik itu yang mendatangkan lebih banyak pelanggan dan konsumen baru?


#2

galih | 30 11 2007 @ 7.33.56

Bikin anak gombal baru lagi aja paman, setelah gombalabel dan gombalkartu, ada gombaliklan :P


#1

Aris | 30 11 2007 @ 5.46.03

Blog juga bisa jadi media utk tularkan kreativitas juga kan man? ya contohnya blog paman ini.

eh pertamax kah?