Bungkus Jajanan Kita
DARI KAMPUS SAMPAI DPRD.

Mana yang lebih Anda sukai untuk membungkus jajanan hangat? Plastik? Daun? Kertas? Tentang plastik, ada lho penjual gorengan yang langsung mencemplungkan pisang-ubi-sukun goreng ke kantong hitam yang baunya aneh itu.
Adapun untuk kertas, merupakan kemewahan jika penjual biasa menggunakan kantong khusus berbahan kertas roti — apalagi pakai logo. Solusi paling lumrah adalah menggunakan kertas bekas.
Bagaimana perjalanan si kertas bekas, sejak dari gudang sampai ke lapak kertas, dan kemudian sampai ke ke konsumen jajanan, pastilah itu butuh penelusuran.
Namanya juga kertas bekas (yang juga berbahan bekas kertas, kalau daur ulang), maka ada saja temuan menarik. Ada yang berupa cetakan ledger dari pencetak dot matrix. Ada yang berupa formulir isian sekolah. Ada pula yang berupa fotokopian dokumen kepanitiaan.
Apakah tinta fotokopi aman bagi makanan? Saya kurang tahu. Kalau mau lebih aman, kertas bekas haruslah bersih sejak awal. Misalnya itu dokumen, ya dicetak pakai tinta pencetak laser berbahan kedelai.
Dari semua jenis kertas bekas untuk pembungkus, yang paling disukai penjual — terutama tukang sayur — adalah robekan halaman kuning (direktori telepon). Seratnya rapat, kertasnya kuat, tapi ringan. Kardjo lebih tahu soal ini. :D
Tapi pemanfaat kertas bekas bukan hanya penjual kacang rebus, gorengan, dan makanan hangat lainnya. Kemasan makanan awetan pun kadang memakai kertas bekas pakai. Misalnya fotokopian dokumen sidang DPRD dari makaroni goreng bikinan Ciamis.

Nah saya ingin tahu, kertas bekas berisi apakah yang mengesankan Anda karena jadi pembungkus jajanan?
16 Responses to Bungkus Jajanan Kita
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Menyusupi Celah
December 3, 2007 by AntyoSENI BANGUNAN GAYA METROPOLITAN.
Menurut kesan saya, lahan untuk Mangga Dua Square, Jakarta Pusat, itu cukup luas. Tersedia cukup tempat parkir dan pelataran. Bahkan jalan di dalam kompleks, yang tak searah, pun bisa dipapasi dua bus.
Lantas kenapa emper rukannya sempit? Tak mungkin kalau tujuannya untuk menghalau pedagang kaki lima karena begitu mereka [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





ada lagi yang menarik yang pernah saya temui. saya pernah menjumpai lembar kartu hasil studi yang berisi nilai-nilai mata kuliah menjadi bukan bungkus gorengan, namun kertas tatakan gorengan yang dipajang di meja jualan bapak penjual gorengan.
bukan nilai bagus, A atau B, yang saya lihat di sana, melainkan nilai yang cukup menjadi alasan mengapa lembar itu cukup harus puas menjadi ‘lambaran’ gorengan..
hahaha..
yang jelas itu bukan kartu hasil studi saya..
daun jati atau daun pisang!
itu 15 tahun lalu di sebuah warung di pinggiran kota tuban jawa timur.
warung es degan pak tho.
kreatifitas ditengah keterpurukan
atau pemangkasan biaya produksi.??
kadang saia ragu makan makanan yang dibungkus kertas bekas gituan.
ngebayangin kalo itu pedagang gorengan dapet dari tukang loak keliling yang beli kertas kiloan yang asalnya dari GUDANG orang. idih! gudangnya itu udah jorok. gudang kan horor! ada tikus, kecoak, debu, de el el… trus dibawa2 di gerobak, kena debu dan polusi.
trus sampe ke tukang gorengan yang abis megang duit kagak cuci tangan, langsung pegang2 kertas itu dan pegang2 makanan. uh!
gw udah beberapa kali sakit gara2 makan jajanan.
kalo kertas gorengan yang gw inget… ada tuh! pernah tuh, gw beli gorengan, trus kertasnya gede dan norak. bahannya yang tebel trus licin kayak kertas majalah mahal. warnanya ijo ngejreng. ada gambar kandidat calon gubernur dan wakilnya. hahaha! malu tauk makan gorengan sambil kampanye! pemilunya kan udah lewat!
gak kebayang gimana jadinya kalo pembungkusnya bekas stensilan cerita parno. hihihihihi.. gak makan gorengan malah baca bungkusnya. ;)
ndak ada yang bekas cetakan uang yang salah ya?
Jadi kesimpulannya, tak ada itu yang namanya era paperless(?).
Jadi ingat sebuah ide untuk film pendek yang tidak pernah dibuat. Kisah tentang nilai ujian yang hancur, terus mahasiswa yang menerima tidak berani membawa pulang. Trus filmnya mengikuti perjalanan kertas dari meja, sampai akhirnya ke bungkus jajanan di mana orang tua si mahasiswa membeli kudapan tersebut. :p
gak-e lho.. wong cuman dikasih 1 link aja kok ya masuk moderasi Akismet?? Kereng paman iki. ;-)
kertas bekas surat undangan rapat yang saya tanda tangani :D
Wah ini lucu tenan…
Dulu, ketika jajan gorengan bersama kawan, kawan saya beruntung dapat bungkus dari kertas lembar tengah buku tulis. Khas gaya ulangan masa lalu.
Ulangannya dapat ponten 2 (skala 10), studi IPS dari SD pinggiran kota.
Ada pertanyaan; Sebutkan 2 macam angkutan darat. Jawabannya:
1.Angkutan Engkol (mungkin maksudnya Colt mitsu yang legendaris jadi pickup itu)
2.Angkutan Bata (maksudnya pasti batu bata, entah yang gerobak ditarik manusia atau si Engkol tadi)
Jadi apa ya tu anak hari ini? bloggerkah?
Lah, komenku yg panjang lari kemana??
walah. pernah saya menemukan robekan halaman kuning edisi terbaru sebagai pembungkus jualan ibu penjual sayur. Edisi tersebut baru cetak edar sekitar 1 bulan.
Gimana gak bagus, wong kertas impor semua. Ya, nyerap namun ndak gampang robek.
Di satu sisi para buruh pabrik saya merasa miris melihat jerih payahnya hanya mampir ke ibu penjual sayur. Tetapi di lain sisi, para pemasang iklan justru kadang berharap sebaliknya.
Dengan dibaca sampai ke tingkat pembantu dapur, barangkali materi iklan terpasang adalah sesuai untuk mereka.
Target distribusi pembaca tercapai.
Siapa tahu, pembeli sayur sedang ingin pulang kampung dan menemukan sobekan halaman travel agency. Mudik jadi mudah.
Usahakan jangan mau makanan langsung dimasukkan kantong plastik hitam atau plastik berwarna lain. Plastik avalan (hasil pengolahan kembali plastik bekas), menghasilkan biji plastik yang warnanya tak jernih (kalau yang asli, dan sebagian besar masih impor, bijih plastik sangat jernih)…Bijih plastik avalan ini hanya bisa dibuat barang2 yang berwarna…seperti kantong plastik (warna hitam, merah, biru)….atau terpal.
(Dari pengalaman melihat industri plastik)
adalah kertas bekas pembungkus makanan yang disana tertera ada lowongan pekerjaan kurang jelas yang membuat seseorang kelahiran jawa tulen 45-an tahun yang lalu yang berada di jawa (malang) nekat memberanikan diri pergi merantau ke kalimantan timur dan akhirnya menjadi dosen, hidup dan beranak pinak disana.
Daun pisang is the best !