Menyusupi Celah
SENI BANGUNAN GAYA METROPOLITAN.

Menurut kesan saya, lahan untuk Mangga Dua Square, Jakarta Pusat, itu cukup luas. Tersedia cukup tempat parkir dan pelataran. Bahkan jalan di dalam kompleks, yang tak searah, pun bisa dipapasi dua bus.
Lantas kenapa emper rukannya sempit? Tak mungkin kalau tujuannya untuk menghalau pedagang kaki lima karena begitu mereka menggelar dagangan pasti akan dihalau.
Saya tak bawa meteran. Juga tak ingat patokan angka anak-beranak Neufert.
Yang saya rasakan dan buktikan, tiang-tiang beton itu memakan ruang pejalan. Emper membikin canggung saat berpapasan. Celah di antara kolom tak memungkinkan untuk berpapasan, kecuali orang sudi untuk saling gesek dan tempel. Padahal kolom ada setiap (sekitar) lima meter.
Baiklah, blog ini kadung dibilang banyak mengeluh. Maka di sini saya akan memuji. Si perancang (maksud saya ya aristek) dan pemilik bangunan pastilah penganut antropometri yang memuliakan tubuh superlangsing. Padahal langsing, kalau menyangkut wanita di mata pria, kabarnya banyak yang suka.
Jika pengelola area publik memuliakan si superlangsing (jangan katakan kerempeng!), maka itu bukanlah diskriminasi maupun pendiktean standar keelokan. Itu semata selera. Buktinya orang berbadan lebar tak dilarang masuk. Ya kan, Bos?

Atau jangan-jangan si arsitek dan pembangun properti membayangkan kawasan usaha ini sebagai arena bermain anak-anak TK (yang tidak tambun), agar bocah-bocah itu terasah indera bisnisnya? Jika ya, alangkah mulianya.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Berangkat Gelap Pulang Gelap
December 14, 2006 by AntyoSERBAKLISE. TAHU-TAHU AYAH JADI BREWOK.
Seorang anak heran mengapa kulit ayahnya tetap hitam padahal tak pernah dibakar Matahari. Ayah dan bundanya (yang berkulit terang) berangkat menjelang fajar, saat si bocah masih memeluk guling, dan dalam sisa mimpi dia hanya ditinggali ciuman.
Malam, paling awal pukul setengah delapan, barulah ayahnya tiba di rumah. Bundanya lebih [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Mencari celah itu memang menyenangkan tho? Termasuk celah hukum, birokrasi, peraturan, dll. Wah, jadi kemana-mana urusannya
mungkin tadinya emang lebar kayaknya paman..tp berhubung yg dalem pengen legaan so ditambah lagi dach…
tp jujur gw yg kurus ja..kdg2 sempat mikir 2x mo lewat celahnya…bukan takut kejepit..takut kecipok cewek..ech syukur dach…wehehehe
alesnnya simpel,MUngkin HEMAT..!!!
soal alesan biar ter-asah indra bisnisnya…saya ndak tahu….
Aku lebih lebih suka yang seperti itu, keliatannya lucu dan minimalis banget, tapi kadang kita butuh emper yang gede ya, namanya juga emperan ya harus gede.
Jangan bayangkan arsitek (di endonesa) itu karir mbois yang bisa mendiktekan Neufert.
Ini perhitungannya pemodal. Kalau ada 1 meter persegi yang bisa dijual, mengapa harus dijadikan pedestrian gratisan.
Arsitek boro-boro digaji per-fee, untuk gaji bulanan saja banyak yang dijepit lalu karyanya dicopy-paste habis-habisan oleh developer lalu digelontor paling awal ketika resesi.
Jangan tertipu advertensi-advertensi gemerlap di TV bersetting meja gambar dan maket itu.
Lah.. kok yo kurangmen gaweyan. Pilar dikomentari..ck.ck.ck. Mimpi apa itu arsitek, desainnya ditemukan sama tukang gombal.
paman, ‘antopometri’ apa sih? Itu masih temen-temen deket sama isometric, anamorphic, trigonometri dan sebagainya ndak??
*bingung*
tempat test untuk konsumen tropicana slim..
eit bukan promo lho..
kalo yang bertubuh gede.. jalannya nyamping kayak kepiting… hihihi
Susah hidup di ibukota ya? Kudu pintar “menyusupi celah”.
* untung saya tinggal di Jogja :D
kalo capek, maksudnya biar bisa leyeh-leyeh di tiang beton, Om..
Itu emper apa gang senggol Om?
diharapkan yang datang ke mall itu adalah orang-orang yang kelaparan. dengan demikian mereka bisa makan banyak di dalam mall ini. kalo makan banyak artinya fulus yang keluar juga banyak. artinya lagi, keuntungan juga banyak. pendapat ini kok ra mutu ya… hihihi…
lha paman mana tahu itu ada fengshui-nya?
mengeluhlah terus, paman. kalo orang nggak boleh mengeluh, nanti kritikus dan penulis opini cari duit dari mana?
nggak jadi SOHO, nih, Paman? Malah coba buka di Mangga Dua? *GOSSSSIP* hihihi kabuuuur
hahahahaha iya pakde, gua aja kalo lewat kayaknya ga muat, gimana kalo kita papasan ya bwakakakakaka *ngacirrr
kalo badan lebar, jalannya nyamping ajah kali yah?
asal jangan buncit ajah.
sekarang kritik arsitektur …. Jadi ingat pak Yosef Prijotomo
hahaha. geli saya baca komentar pakde mbilung dan dee.
whiikk masih (gak) ingat neufert…
*membayangkan Paman Tyo maju kena mundur kena di antara tiang beton*
kenapa? kejepit tiang?
Kayaknya saya tahu kalo paman bertubuh tambun, dan kayaknya saya tahu kenapa paman nulis postingan ini…hehehe…
awas kalau rame rawan kecopetan, soalnya papasan saja langsung bergesekan.. atau kalo didesa saya disebut dengan Pasar Senggol
Hehehe. Saya tahu Paman Tyo tidak sedang memuji. Berusaha mungkin iya. Tapi gagal. Hehehe.
aseek bisa senggol-senggolan